Pengkhotbah

Perikop
2 Korintus 4:6-7

Ringkasan Khotbah

2 Korintus 4:6-7

Terkadang manusia lebih cenderung menutupi kelemahannya dan lebih menonjolkan kelebihannya di depan umum. Rasul Paulus adalah seorang rasul yang memiliki pengaruh besar, apakah Paulus juga menunjukkan kelemahannya di depan publik. Pada ayat ke-6 dan 7 dikatakan tentang harta yang ditaruh dalam bejana tanah liat, harta yang dimaksud itu adalah Kristus sendiri, karena melalui Kristus sendiri merupakan satu-satunya jalan untuk pengenalan kepada Allah, bukan hanya sekedar harta tapi juga merupakan harapan bagi Paulus. Pengetahuan akan Allah memerlukan theologia yang didasarkan dari alkitab. Namun untuk pengenalan akan Tuhan diawali dengan hati yang sudah diterangi oleh Tuhan (ayat 4). Tanpa anugerah Tuhan seseorang tidak akan dapat melihat kemuliaan Allah, tanpa anugerah Tuhan kita tidak akan punya keinginan untuk mengenal Allah, hanya pada kekristenan konsep jasa manusia ditiadakan, semua dikerjakan oleh Allah. Maka dari itu Kristus adalah hal yang paling berharga dalam hidup kita. Oleh karena itu haruslah Kristus yang menjadi terutama dalam hidup kita.

Bejana tanah liat yang dimaksud oleh Paulus adalah dirinya sendiri. (ayat 7) Paulus melihat dirinya tidak berharga oleh pandangannya sendiri karena hanya terbuat oleh tanah liat. Beberapa hal yang sebenarnya dapat disombongkan oleh Paulus:

1. 2 kor 11:23-29 Paulus berkorban banyak hal dalam penggembalaan jemaat, banyak hal yang dapat ia banggakan dalam pelayanannya. Namun Paulus tetap memandang dirinya sendiri.

2. 2 kor 12:11-12 banyak mujizat dan kuasa yang dapat disombongkan oleh Paulus.

3. 2 kor 12:1-6 ia memiliki pengalaman dan relasi yang baik dengan Kristus, tetapi ia memakai seseorang untuk mengilustrasikan cerita tentang dirinya.
Hal ini berasal dari Paulus menyadari hal berikut terkait dengan dirinya sendiri:

1. Ketidak-berhargaan dirinya karena hanya terbuat dari tanah liat.

2. Paulus menemukan bahwa kemampuan dalam pelayanannya hanya berasal dari kekuatan Allah. Ia menyadari kelemahan-kelemahan yang ia punya sehingga ia berharap penuh terhadap Tuhan.
Paulus bersandar pada kekuatan yang tidak tergoyahkan dari pada Allah, karena segala sesuatu terjadi hanya atas kehendak Allah. Maka hanya Dia-lah patut menjadi tempat kita bersandar. Oleh karena itu jadikanlah Kristus utama dalam kehidupan kita, bukan sebagai pengharapan alternatif karena Ia sangat berharga di dalam kehidupan kita.