Pengkhotbah

Perikop
Lukas 1:26-38

Ringkasan Khotbah

Lahir dari Anak Dara

Kalimat dalam Pengakuan Iman Rasuli yang selalu kita ucapkan tiap minggu ini memiliki makna yang dalam.

Maria tetap anak dara selama Yesus dalam kandungan. Hal ini dibuktikan dalam kitab yang lain. Anak sulung yang tertulis pada ayat ini dalam bahasa aslinya memiliki arti, “anak yang pertama kali merobek kandungan ibunya” (Lukas 2:23). Dengan kata lain, kandungan Maria baru robek setelah Yesus lahir membuktikan Maria masih anak dara sampai akhirnya Yesus lahir. Selain itu, Yusuf juga tidak pernah kontak secara intim dengan Maria selama Yesus masih dalam kandungan (Matius 1:24-25). Namun, setelahnya Yesus mempunyai 4 saudara kandung (Matius 13:55).
3 bukti ini menjelaskan bahwa Maria memang masih anak dara selama mengandung Yesus, bukan sampai akhir hidupnya seperti yang dipercaya oleh beberapa gereja.

Adapun lahir dari anak dara memiliki 3 makna,
1. Untuk menggenapi janji Allah setelah 3,000 tahun.
Janji di mana keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular (Kejadian 3:15). Bukan sembarang perempuan, tetapi seorang perempuan muda, atau dara dalam bahasa aslinya (Yesaya 7:14)

2. Untuk menunjukkan Yesus yang lahir adalah benar manusia sejati.
Yesus memakai inkarnasi untuk mematahkan pemahaman Plato yang dipegang oleh jemaat terutama Saduki pada jaman itu. Pemahaman Plato yang menyatakan bahwa sebuah materi(tubuh manusia) adalah jahat, tetapi roh adalah baik, membuat jemaat saat itu juga tidak mempercayai tentang kebangkitan Yesus, Mereka menganggap hidup kembali dengan tubuh kemuliaan (materi) merupakan hal yang bejat. Namun, melalui makna ini, Tuhan menunjukkan bahwa tubuh yang diciptakan oleh Tuhan baik adanya dan tubuh manusia sejati itu jugalah yang dapat menebus keselamatan manusia.

3. Untuk menunjukkan keajaiban dari kelahiran Yesus.
Ada beberapa mujizat pada perjanjian lama contohnya yang dialami Sarai, Hana, dan Rahel, tetapi kelahiran Yesus adalah mujizat satu-satunya yang belum pernah ada dalam kehidupan manusia. Kelahiran Yesus ini adalah karya Roh Kudus, bukanlah pekerjaan dari manusia. Roh Kudus menjaga kandungan Maria sehingga Yesus tidak terkontaminasi dosa dari Maria yang bukan manusia kudus.

Dalam pemahaman tentang lahir dari anak dara Maria, Yesus memiliki natur Allah dan manusia sehingga menjadi satu-satunya pribadi yang layak menyelamatkan manusia oleh karena syarat berikut,
1. Pribadi itu harus mati dan kudus (Yesus dilahirkan dalam proses Roh Kudus).
2. Pribadi itu harus menjadi manusia sejati untuk mewakili semua manusia yang percaya padaNya.
3. Pribadi itu harus mempunyai kualitas yang dapat menanggung semua dosa manusia.

Biarlah Natal mengingatkan kita bahwa tidak ada Allah lain, hanya Yesus yang lahir dari anak dara Maria yang dapat menyelamatkan kita.

 

dirangkum oleh,

sdri. Christine Kurniawati