Ringkasan Khotbah

Perumpamaan tentang benih gandum dan lalang yang tertulis dalam Matius 13:24-26 dijelaskan lebih lanjut lagi dalam Matius 13:36-43, di mana orang yang menabur benih yang baik ialah Anak Manusia, ladang ialah dunia, benih yang baik ialah anak-anak Kerajaan Allah, lalang ialah anak-anak si jahat, musuh yang menaburkan benih lalang ialah iblis, waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai ialah malaikat.  Perumpamaan ini menjelaskan tentang konflik antara yang baik dan jahat, antara Allah dan Setan, dan lebih jauh lagi memberikan suatu pandangan tentang sesuatu yang akan datang pada akhir zaman. 

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang gandum dan lalang juga dapat kita temukan dalam Perjanjian Lama.  Mari kita lihat dari Matius 13:41-43 dan analogi dari Perjanjian Lama:

1) Mat. 13:41 & Zefanya 1:2-3, tentang hal yang akan terjadi pada hari Tuhan,

2) Mat. 13:42 & Daniel 3:6 (Maleakhi 4:1), tentang penghukuman pada hari Tuhan.

3) Mat. 13:43 & Daniel 12:3 (Maleakhi 4:2), tentang kemenangan orang benar pada hari Tuhan.

Perumpamaan tentang lalang ini mengajarkan tentang penghakiman Tuhan yang akan tiba (atau perumpamaan tentang penuaian).   Hamba-hamba Tuhan berharap bisa mencabut lalang, walaupun mereka tahu bahwa gandum pun akan tercabut juga, tetapi di sini sang petani menunggu sampai saat panen tiba untuk memisahkan lalang dari gandum.

Menarik untuk dicatat bahwa ladang yaitu dunia ini adalah milik sang petani (yaitu Yesus) dan di atas ladang itu tumbuh gandum dan lalang.  Di mana pun manusia tinggal di bumi ini, dia akan menemukan dirinya berada di atas harta milik Tuhan.  Manusia punya dua pilihan: menjadi gandum atau lalang atau yang lainnya.  Manusia bisa menjadi anak Kerajaan Allah atau menjadi anak si jahat.  Keduanya menjadi dewasa sampai sang petani mengirimkan para penuai ke ladang.  Ketika akhir zaman tiba, para penuai yaitu malaikat Allah, akan memisahkan yang baik dari yang jahat.  Di dalam konflik antara Allah dan Setan, Setan kalah dan benih Setan – segala sesuatu yang menyebabkan dosa dan mereka yang berbuat jahat – akan dicabut dan dicampakkan ke dalam dapur api.  Sebaliknya anak-anak Kerajaan Allah, orang-orang benar, akan bercahaya seperti matahari di dalam Kerajaan Bapa-nya dan diberkati.

Perumpamaan ini memberikan kesan bahwa ada dua jenis orang di dunia ini: yang baik dan yang jahat.  Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah menciptakan orang yang baik dan Setan menciptakan orang yang jahat.  Allah menciptakan manusia – mereka adalah pekerjaan tangan-Nya – dan Tuhan melahirkan kembali mereka yang telah dipilihNya melalui karya Roh Kudus yang penuh kasih karunia.  Sedangkan orang-orang jahat yang telah dirusak oleh Setan sejak dulu, sampai sekarang pun digunakan oleh Setan untuk mempengaruhi umat Allah yang telah dilahirkan kembali, meskipun mereka yang jahat diciptakan oleh Allah juga.  Dalam perumpamaan di atas, mereka ini adalah lalang di antara gandum dan keduanya bertumbuh berdampingan sampai waktu penuaian tiba.  Perumpamaan ini juga mengajarkan kita untuk sabar dan tidak main hakim sendiri (lihat Yakobus 5:8-9).