Ringkasan Khotbah

PERKENALAN

Mulai menyatakan Penderitaan.
Yesus pernah mengajar secara samar-samar tentang kematian / kebangkitanNya, misalnya dalam Yoh 2:19-22 dan mungkin juga dalam Mat 9:15 (ada beberapa penafsiran tentang ayat ini). Tetapi di sini Ia untuk pertama kalinya mengajarkan secara terang-terangan / jelas tentang hal itu. Dalam Mat 16:15-16 murid-murid sudah percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Dan karena itu sekarang Ia menganggap sudah saatnya untuk mengajar lebih lanjut tentang ke-Mesias-anNya, dan Ia mengatakan bahwa Mesias harus menderita dan mati.

Doktrin bahwa Mesias harus menderita dan mati, sebetulnya sudah ada dalam Perjanjian Lama (Yes 53:4-10; Daniel 9:26 bdk. Luk 24:25-26).
Tetapi perlahan-lahan doktrin ini menghilang dari antara orang-orang Yahudi dan mereka percaya bahwa Mesias akan datang sebagai raja dunia yang penuh dengan kemenangan (bdk. Yoh 6:14-15).
Penerapan: Ini merupakan pelajaran bagi kita untuk tidak mengabaikan bagian tertentu dari Kitab Suci. Karena itu jangan memilih-milih topik kalau datang dalam Pemahaman Alkitab. Berusahalah untuk belajar seluruh isi Kitab Suci, baik itu diberikan dalam bentuk topikal, doktrinal, exposisi Perjanjian Lama, ataupun exposisi Perjanjian Baru!

Apa yang Yesus ajarkan dalam ay 21 itu kontras sekali dengan konsep / kepercayaan murid-murid tentang Mesias.
Penerapan: Kita harus berani untuk memberitakan sesuatu yang bertentangan dengan konsep / kepercayaan dari pendengar kita. Kalau saudara bertemu dengan seseorang yang berpendapat bahwa ada banyak jalan ke surga, atau bahwa semua agama itu sama, dsb, beranikah saudara menentangnya dengan mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga (Yoh 14:6 Kis 4:12 1Yoh 5:11-12)? Kalau saudara bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa orang kristen harus berbahasa roh, beranikah saudara membetulkan pandangannya dengan mengatakan bahwa bahasa Roh itu merupakan karunia yang hanya dikaruniakan kepada sebagian orang kristen (1Kor 12:8-10)? Memang kalau kita melakukan hal-hal ini, ada kemungkinan kita akan dibenci / dimusuhi, tetapi itu merupakan salib yang harus rela kita pikul.

Murid-murid perlu tahu bahwa bagi Yesus, jalan menuju kemenangan / kemuliaan adalah melalui salib. Ini juga berlaku untuk mereka sebagai pengikut Kristus. Hal itu diberitakan supaya pada waktu penderitaan itu tiba, mereka siap menghadapinya!
Renungkan: apakah ajaran Yesus ini cocok dengan Theologia Kemakmuran?

Dalam ay 21 sebetulnya juga ada penghiburan yaitu bahwa setelah mati, Yesus akan bangkit! Ini berlaku juga untuk pengikut Yesus; setelah salib dan penderitaan, akan ada kemenangan dan kemuliaan. Tetapi mungkin sekali murid-murid sudah ‘shock’ / kaget mendengar bagian depan dari ay 21 sehingga bagian belakangnya tidak mereka dengar. Karena itu keluar reaksi / tanggapan seperti dalam ay 22.
Pelajaran bagi kita: hati-hati dalam mendengar Firman Tuhan! Jangan mendengar sepotong-sepotong, karena itu bisa membahayakan dan menimbulkan arti yang sama sekali berbeda. Kita harus mendengar seluruhnya. Bdk. Yak 1:19.

TAKLUK PADA FIRMAN (Ay 22)

  1. Petrus tidak bisa menerima Firman Tuhan yang bertentangan dengan konsep yang ada dalam dirinya! Ini sesuatu yang sangat salah! Apa yang saudara percayai dari kecil belum tentu betul. Kalau saudara suatu waktu melihat bahwa konsep saudara itu bertentangan dengan Firman Tuhan, saudara harus mau membuangnya! Bukan Firman Tuhan yang harus disesuaikan dengan konsep saudara, tetapi konsep / kepercayaan saudaralah yang harus disesuaikan dengan Firman Tuhan!

  2. Petrus merasa lebih bijaksana dari pada Kristus! Tetapi apakah saudara tidak pernah bersikap seperti itu? Pada saat saudara menderita, gagal, dsb, apakah saudara pernah berpikir: “Bagaimana sih Tuhan ini, kok saya dibeginikan?”. Bukankah pemikiran seperti itu pada hakekatnya menunjukkan bahwa saudara merasa lebih bijaksana dari pada Tuhan? Tetapi ingatlah bahwa bagaimanapun kita tidak mungkin mungkin lebih bijaksana dari pada Tuhan (bdk. Yes 55:8-9).

  3. Petrus mempunyai semangat, tetapi karena pengertiannya salah, semua menjadi salah. Bdk. Amsal 19:2, Roma 10:2.
    Penerapan: Banyaklah belajar Firman Tuhan, supaya semangat saudara bisa diarahkan ke arah yang benar!

  4. Kata-kata bodoh ini berasal dari Petrus sendiri (bdk. ay 23).
    Dalam Mat 16:16 Petrus mengucapkan kata-kata yang hebat! Karena apa? Karena Tuhan menyatakannya kepada Petrus! Tetapi begitu Petrus mengucapkan sesuatu yang berasal dari dirinya sendiri, ia langsung mengucapkan hal-hal yang bodoh! Ini seharusnya mengajar kita untuk menjadi rendah hati! Kita bisa hebat / bijaksana, kalau Tuhan menolong kita. Tanpa Tuhan, kita bodoh!

  5. SETARA DENGAN PIKIRAN ALLAH (Ay 23)

    Ay 23: “Yesus berkata kepada Petrus“. “ENYAHLAH IBLIS”

    Saya bahkan berpendapat bahwa kita tidak bisa menengking setan yang menggoda kita untuk berbuat dosa. Memang dalam Mat 4:10 Yesus mengusir / menengking setan yang menggodaNya, tetapi itu mungkin sekali terjadi karena Mat 4:8-9 merupakan penghinaan bagi Dia (karena disuruh menyembah setan). Setan memang diberi hak untuk menggoda kita, sehingga dalam kasus seperti itu tidak bisa ditengking. Lain halnya kalau kita berjumpa dengan orang yang kerasukan setan. Penengkingan dalam kasus seperti ini memang jelas merupakan sesuatu yang Alkitabiah.

    Yak 4:7-8 dan 1Pet 5:8-9 menunjukkan cara menghadapi setan yang menggoda kita dan tidak ada yang menyuruh kita untuk menengking setan dalam kasus penggodaan seperti itu.

    Petrus disebut setan. Mengapa? Karena ia sedang dikuasai, ditipu, dan dipakai oleh setan. Atau karena ia sedang mempunyai pikiran dan melakukan tindakan yang salah. Iini berbeda dengan “dirasuk setan”. Kata-kata Petrus dalam ay 22 intinya sama dengan godaan setan dalam Mat 4:8-9 yaitu suatu godaan supaya Yesus mendapat mahkota tanpa melalui salib. Bisa saja kata-kata / tindakannya berasal bukan dari setan tetapi dari dirinya sendiri, tetapi karena intinya sama dengan godaan setan dalam Mat 4:8-9, maka ia disebut sebagai “setan”.

    Petrus disebut “batu sandungan”:

    • Ia disebut demikian karena ia menghalangi Yesus untuk melakukan misi-Nya!
    • Tadi, dalam Mat 16:18 ia disebut sebagai “batu karang” (menurut penafsiran ketiga), sekarang ia menjadi “batu sandungan”.

    Ini mengajar kita untuk tidak mempercayai diri kita sendiri, tetapi hanya mempercayai Tuhan saja.

    TANGGUNG JAWAB
    (Ay 24)

    1. Sekarang Yesus melanjutkan. Tadi dalam ay 21 Ia berkata bahwa Ia sendiri yang akan mengalami salib. Sekarang ia mengatakan bahwa setiap pengikutNya harus mengalami salib! Ini ciri khas orang kristen sejati! Kalau dalam hidup saudara tidak ada salib, mungkin sekali saudara bukan orang kristen yang sejati!

    2. “Menyangkal diri” berarti “tidak hidup untuk diri sendiri / demi kesenangan diri sendiri”.
      Ini tidak berarti bahwa kita lalu tidak mempedulikan kesehatan kita dan sebagainya. Ini berarti bahwa kita tidak lagi berusaha mencari hal-hal yang menyenangkan diri kita sendiri, atau yang mengenakkan diri kita sendiri, tetapi sebaliknya kita akan mencari hal-hal yang menyenangkan Tuhan!
      Penerapan: Pada waktu saudara diperhadapkan pada suatu pemilihan, apa yang menjadi dasar keputusan saudara? Kehendak / kesenangan Tuhan, atau kesenangan / kenikmatan saudara sendiri?

    3. “Memikul salib”. Luk 9:23 menambahkan kata-kata “setiap hari”.
      Memikul salib berarti menderita karena taat kepada Kristus / ikut Kristus.

    (Ay 25)

    1. Ini diucapkan Yesus untuk orang yang tidak mau menyangkal diri, tetapi sebaliknya, hidup untuk dirinya sendiri.

    2. Yang mau menyelamatkan nyawa, justru akan kehilangan nyawa.

      • Kata-kata ini lebih hidup / berarti untuk orang-orang kristen abad 1-3, yang menghadapi penganiayaan. Tetapi kata-kata ini tetap relevan untuk jaman sekarang.
      • “Menyelamatkan nyawa” berarti mencari aman, tidak mau menghadapi resiko demi Kristus, tidak mau berkorban bagi Kristus. Ini jelas merupakan orang yang tidak cinta kepada Tuhan. Tidak ada cinta tanpa pengorbanan!
      • “kehilangan”. Kata bahasa Yunaninya bisa diterjemahkan “destroy” / “kill” (= menghancurkan / membunuh), yang merupakan kebalikan dari “menyelamatkan”. Jadi, orang yang ingin menyelamatkan nyawanya, justru menghancurkan / membunuh nyawanya!
    3. Tuhan Yesus/ menghendaki orang mau kehilangan nyawa karena / demi Dia. Ini lagi-lagi menekankan bahwa Ia menghendaki orang yang menyangkal diri. Tetapi perhatikan bahwa Yesus senang dengan orang yang rela kehilangan nyawa “karena Aku”. Mark 8:35 menambahkan “karena Aku dan karena Injil”.
      Jangan rela / berani kehilangan nyawa untuk hal-hal duniawi yang konyol! Tetapi kalau saudara harus kehilangan nyawa demi Kristus / Injil, relalah mengalaminya! Dengan demikian, saudara justru akan menyelamatkan nyawa saudara (mendapat hidup kekal)!

    (Ay 26)

    Bagian ini ditujukan untuk orang-orang yang hidup untuk mendapatkan dunia bagi dirinya sendiri. Ini jelas merupakan orang-orang yang hidup tanpa penyangkalan diri. Mereka hidup demi uang, mereka tidak mau memberi waktu untuk Tuhan, mereka tidak menyediakan waktu untuk belajar Firman Tuhan, mereka terlalu sibuk untuk bisa melayani Tuhan, dan sebagainya.
    Ayat Kitab Suci yang cocok dengan ay 26 ini adalah: Luk 16:19-31 (cerita tentang Lazarus dan orang kaya) dan Luk 12:16-21 (perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh).

    MENERIMA KERAJAAN KEKAL (Ay 27 dan 28)

    1. Ayat ini jelas membicarakan tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya.
      Dalam menyangkal diri / memikul salib, penting bagi kita untuk memandang ke depan pada kedatangan Yesus yang keduakalinya!

    2. NIV: “he will reward” (= Ia akan memberi upah). Ini menunjuk kepada:

      • Pahala.
        Ini tergantung perbuatan kita (baca ay 27). Kita selamat atau tidak memang hanya tergantung iman. Tetapi pahala / tingkat di surga tergantung kehidupan, ketaatan dan pelayanan kita! Tetapi bagaimanapun harus kita ingat bahwa kalau kita bisa taat, melayani Tuhan dsb, itu semua karena kasih karunia Tuhan. Jadi sebetulnya kita tetap tidak layak untuk menerima pahala. Itu tetap merupakan anugerah dari Tuhan!

      • Hukuman.
        Ada yang menganggap bahwa ayat ini hanya menunjuk pada pahala saja, tetapi ada juga yang menganggap bahwa ayat ini menunjuk baik pada pahala maupun pada hukuman. Tuhan membalas menurut perbuatanya.

    Berbeda dengan ay 27, ay 28 pasti tidak menunjuk pada kedatangan Yesus yang keduakalinya! Mengapa? Karena kalau ayat ini diartikan menunjuk pada kedatangan yang keduakalinya, itu berarti bahwa kata-kata Yesus ternyata tidak tergenapi. Karena kedatangan Yesus yang keduakalinya “masih lama”. AMIN.