Ringkasan Khotbah

Konteks teks ini berbicara tentang, ”Karunia yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada Umat-Nya hanya bersifat sementara sebab akan berakhir ketika Yesus datang kedua kali atau manusia itu mati.” Namun kasih melebihi karunia-karunia tersebut sebab kasih tidak berakhir. Mengapa kasih tidak berakhir?

1. Kasih tidak pernah berkesudahan. Mengapa demikian? Karena Allah adalah Kasih. 1 Yohanes 4:8, 16 “Allah adalah kasih”. Jika kita melihat 1 Korintus 13: 13 disana dikatakan bahwa: “..tinggal ketiga hal ini, yaitu Iman, pengharapan dan kasih, namun yang terbesar adalah kasih.” Pertanyaannya adalah apakah iman dan pengharapan juga akan berhenti ketika kita meninggalkan dunia ini sebagaimana karunia -karunia Roh ketika kita berpindah kesurga? Jawabannya adalah tidak! Sebab ketika kita berjumpa dengan Tuhan, maka kita tetap menaruh harap kita terus kepada Tuhan dan terus beriman kepada Tuhan, sebab tanpa iman dan pengharapan kepada Tuhan kita tidak dapat mengasihi Tuhan. Kalau demikian mengapa dikatakan kasih lebih besar? D A Carson theolog Perjanjian Baru mengatakan bahwa Kasih dikatakan lebih besar oleh karena dalam 1 Yohanes 4:8 dikatakan bahwa: “Allah adalah kasih” maka kasih dikaitkan dengan Allah karena kasih adalah atribut Allah. Sedangkan iman, pengharapan tidak dapat dikaitkan langsung dengan Allah karena bukan atribut Allah. Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa Allah adalah pengharapan atau Allah adalah Iman. Melainkan kita katakan bahwa Allah adalah Kasih. Dengan demikian maka kasih sudah berada dalam kekekalan bersama dengan Allah karena kasih adalah atribut Allah. Dan juga Kasih itu dinyatakan di dalam dunia termasuk manusia namun selanjutnya kasih itu yang membawa kita untuk melewati kesementaraan dan menyertai kita sampai kekekalan (Roma 8: 35,39) tidak ada satupun yang memishkan kita dari kasih Allah. Jadi kasih itu tidak berkesudahan atau gagal atau berakhir karena merupakan Atribut Allah yang kekal.


2. Kasih Tidak pernah gagal. Mengapa demikian? Karena di buktikan didalam Firman dan karya Yesus Kristus. ( 1 Yohanes 4:9; Yohanes 3:16). Ketika Adam dan Hawa Jatuh kedalam dosa sepertinya Allah sudah gagal dalam kasih-Nya untuk memelihara Adam dan Hawa dari yang jahat, namun Allah membuktikan bahwa kasih-Nya tidak gagal dengan datang kepada Adam memanggil Adam dan menyembelih domba untuk menutupi ketejangan manusia serta memberikan janji pemulihan dalam Kejadian 3:15. Kasihnya di buktikan dengan memilih Yakub dan dari Yakub muncul Umat Israel. Namun ketika Israel memberontak kepada Allah dan dibuang ke Babel selama 70 tahun sepertinya kasih Allah telah gagal untuk memelihara umat-Nya, namun Allah berkarya diluar daripada cara berpikir manusia, dimana Ia memakai Raja Kores pemimpin bangsa Kafir yang tidak memgenal Allah untuk mengembalikan bangsa Israel ke Yerusalem. Melalui Israel hadirlah Yesus Kristus. Kristus lahir dengan cara yang ajaib yaitu dikandung dari Roh Kudus, Seorang Raja yang lahir di kandang, dan berselimutkan lampin. Tempat yang dipergunakan untuk lahir adalah tempat pinjaman, ketika melayanipun Ia di tolak bahkan menderita dan mati, ketika Yesus mati bagi kelompok orang farisi dan ahli taurat yang adalah musuh Kristus berpikir bahwa Yesus yang adalah kasih telah gagal karena tidak berdaya apa-apa dan pasti kasih itu akan sirna. Ternyata kehinaan (kandang, palungan dan kain lampin), penderitaan: (Penolakan, cambuk, penganiayaan, paku, mahkota duri, dan tombak) serta kematian (salib) yang dianggap kekalahan ditangan Allah diubah menjadi jalan kemenangan untuk pembuktian kasih yang tidak pernah gagal. Maka Paulus berkata dalam Roma 8:34-37. Kematian Kristus memberikan 2 jaminan bagi kita yaitu : 1). Tidak ada satupun yang memisahkan kita dari kasih Allah. 2). Kita lebih daripada pemenang. Sehingga melalui bukti dari kasih Kristus ini maka hidup kita hidup percaya kepada Yesus tidak akan berakhir dalam kefanaan tetapi menembus kekekalan Surga yang disediakan Allah bagi kita. Jadi kita berawal namun kasih Allah membawa hidup kita tidak berakhir yaitu tinggal bersama Dia disurga. Inilah bukti dari Love Never Fails.