Ringkasan Khotbah

Semua manusia pasti memiliki salam, bahkan tidak menutup kemungkinan agama manapun pasti memiliki salam. Mengapa semua agama mempunyai salam? Karena di setiap salam ada makna dan isinya. Didalam kekristenan sendiri, salam yang diucapkan adalah Shalom Alehim Yosua Hamasia yang artinya Yesus Hamasia memberkati dan menyertai kami. Lebih lagi, ada perbedaan dalam cara menyampaikan salam baik secara langsung maupun tulisan.

Di dalam perjanjian lama, salam yang disampaikan secara langsung dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. memeluk leher dan mencium sambil mengucapkan Shalom Alehim,
  2. memegang janggut, mencium dan mengucapkan Shalom Alehim (2 Samuel 20 : 9),
  3. memeluk dan mencium kaki kemudian mengucapkan Shalom Alehim (berlaku untuk Nabi dan Raja) sebagai tanda penghormatan,
  4. bagi Nabi besar, hanya boleh mengucapi Shalom Alehim, tidak boleh mendekati dan hanya menjamah jubahnya,
  5. tunduk sampai menjilat tanah dan mengucapkan Shalom Alehim. Salam ini dilakukan jika terjadi ekspansi kekuasaan untuk menyatakan kerendahan mereka terhadap Raja yang menang.

Selain itu, ada salam juga yang disampaikan secara tertulis, yaitu melalui surat (aspomofosi). Adapun pola dalam menyampaikan salam pada masa itu adalah dimulai dengan nama pengirim salam, jabatan, nama teman pengirimnya, sapaan dan harapan kepada penerima salam.

Jika memperhatikan teks bacaan 1 Korintus 1 : 1-3 yang berisikan tentang salam yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, maka Paulus menyampaikan salamnya bukan dengan cara modern melainkan dengan cara pada masa itu. ”Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes , saudara kita,..” Paulus (nama), rasul Kristus Yesus / apostolos (bahasa Yunani) / duta Allah (jabatan), Sostenes (rekan Paulus) kemudia isi.

Mengapa salam harus dimulai dengan nama dan diikuti jabatan? Karena nama dan jabatan menjelaskan identitas dirinya sendiri. Identitas sangat penting karena apabila seseorang kehilangan identitas, maka orang tersebut akan kehilangan arah hidup, tujuan dan cara pandang yang benar.

Dengan demikian apakah makna salam?

1. salam menunjukan identitas (ayat1),

2. salam menunjukan bagaimana kita menempatkan atau menilai orang lain (ayat2), sebagaimana Paulus memanggil jemaat Korintus sebagai orang-orang yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan orang-orang kudus di segala tempat. Padahal jika memperhatikan pada pasal berikutnya, jemaat Korintus tidak hidup secara kudus. Namun Paulus tetap melihat orang Korintus sebagai orang Kudus, karena Paulus melihat secara positif dan nilai kebaikan Allah yang di tanamkan dalam diri orang tersebut,

3. salam menunjukan harapan berkat bagi orang lain (ayat3).  Didalam salam, kita diajarkan untuk memberkati orang lain. Damai (berbicara tentang batin) tetapi sejahtera (berbicara tentang apa yang terlihat dari luar). Amin.