Pengkhotbah

Perikop
Roma 5:1-11

Ringkasan Khotbah

Rangkuman khotbah 5 April 2020
Makna Salib Memberi Kepastian

Status kita sebagaimana dijelaskan dalam ayat 6 adalah orang durhaka. Status durhaka ini bisa diceritakan dalam kisah malin kundang yang melawan orang tuanya dan disebut durhaka. Begitu juga manusia yang melawan orang tua (Pencipta yaitu Allah) adalah disebut orang durhaka. Ayat tersebut juga menjelaskan bagaimana Allah menyelamatkan kita bukan karena status baik kita, tapi karena kasihNya.
Bukan karena usaha dan kebaikan kita maka Yesus datang. Ayat 6, 8, 10 menjelaskan bahwa Allah datang pada saat kita lemah, berdosa dan menjadi seteru Allah. Tuhan datang kepada kita karena sebagai manusia kita tidak punya kuasa untuk datang kembali kepada Allah dalam kondisi seperti itu.

Salib bagi kita memiliki beberapa makna sebagai berikut:

  1. Oleh salib kita dibenarkan, diperdamaikan dengan Allah dan diselamatkan. Dalam kondisi kita berdosa salib yang aktif menyelamatkan kita (Ayat 6-11).
  2. Setelah kita diselamatkan, Tuhan memberikan kedamaian dalam hidup kita. Bila Tuhan saja tidak dapat mencukupi hidup kita, maka tidak ada barang ciptaanNya yang akan dapat mencukupi hidup kita. Mazmur 73, Tidak ada yang kuingini di bumi di sorga hanya Kau Allah. Damai sejahtera atau Shalom berasal dari Tuhan dan bukan dari dunia.
  3. Ketika Allah memberikan damai sejahtera kepada kita, bukan berarti tidak ada kesengsaraan. Ayat 3-4 dan Filipi 1:29 mengatakan bahwa tanpa kesengsaraan, ketekunan kita tidak akan dapat diuji. Damai sejahtera bagi orang kristen seringkali digambarkan dengan burung yang bernyanyi di tengah lubang batu saat ombak dan badai. Kita harus terus mengucap syukur akan segala kesengsaraan yang ada seperti burung itu bernyanyi di tengah ombak. Salib mengerjakan ketekunan kita dalam segala tantangan.
  4. Salib mengerjakan pengharapan di tengah segala kesengsaraan.Ayat 5 dan Ibrani 6:19 melambangkan pengharapan itu sebagai sauh yang kuat. Ketika sauh digunakan, dia harus dijatuhkan ke dasar laut sehingga tidak terlihat. Walau tidak kelihatan tapi kekuatannya mampu menahan beban kapal yang besar. Demikian juga pengharapan yang diberikan kepada kita berupa janji keselamatan yang Tuhan berikan. Janji yang manusia buat hanya terbatas kepada manusia yang membuat janji tersebut. Manusia cenderung ingkar namun Allah pasti menepati janjinya karena Dia Allah.

dirangkum oleh,
Alvin Giovanni Bhuana