Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 5:1-9

Ringkasan Khotbah

Bila kita baca dari Yohanes 5:1-9 kalau di Yerusalem ada sebuah kolam yang disebut Betesda, dan disekelilingnya penuh dengan sejumlah besar orang sakit.  Mengapa begitu?  Karena ada kepercayaan di masa itu bahwa malaikat Tuhan sewaktu-waktu turun ke kolam itu dan menggoncangkan air itu, dan barangsiapa yang terlebih dahulu masuk ke dalamnya menjadi sembuh, apa pun penyakitnya.  Di situ juga ada orang yang telah 38 tahun lamanya sakit.  Lalu Yesus melihatnya dan tahu bahwa ia telah lama sakit, berkatalah Yesus kepadanya, “Maukah engkau sembuh?“.  Orang sakit ini mungkin telah putus harapan atau kesal akan dirinya sendiri karena tidak berdaya, bahkan mungkin marah kepada dirinya sendiri atau orang tuanya atau Tuhan yang menciptakannya.   Kepada orang sakit yang tidak berdaya ini, mengapa Yesus bertanya, “Maukah engkau sembuh?”.  Bukankah sudah pasti kalau orang sakit itu ingin sekali disembuhkan, lalu mengapa harus bertanya kembali.   Orang sakit ini pasti membutuhkan kesembuhan secara fisik, tetapi kondisi 38 tahun lamanya sakit membuat dia putus harapan, rasa kesal & amarah masih tersimpan dalam dirinya.   Karena alasan itulah, Tuhan Yesus kembali bertanya,”Maukah engkau sembuh?”  Pada saat ini, Tuhan Yesus juga menanyakan hal yang sama kepada kita semua, “Maukah engkau sembuh?”  Secara umum, kita dapat melihat ada tiga respons yang berbeda:

  1. Kelompok orang yang tidak mengetahui kondisinya bahwa ia memang sakit.  Orang ini tidak memiliki indikator akan kondisinya sehingga tidak tahu bila ia sakit atau sehat.  “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).  Alkitab menuliskan bahwa semua orang telah berdosa, tetapi orang dalam kelompok ini tidak mengetahui bahwa dirinya adalah orang berdosa.
  2. Kelompok orang yang lekas marah atau menolak bila ia dianggap orang sakit.  Kelompok orang ini merasa tersinggung bila ia dianggap sama dengan orang berdosa, karena ia telah bekerja keras, mematuhi hukum, dan rajin membaca alkitab untuk melakukan segala sesuatunya hampir sempurna.  Tipe kelompok ini menjalani kehidupan kristen dengan berusaha semaksimal mungkin, dan lebih mudah marah terhadap saran dan kritik sesamanya karena merasa bahwa dirinya adalah benar.  Mungkin bisa dikatakan bahwa tipe kelompok ini memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan dan menganggap rendah kelompok orang yang berstatus sosial di bawah mereka (persis seperti orang Farisi dan ahli-ahli Taurat)
  3. Kelompok orang yang tahu bahwa ia memang sakit dan langsung meminta kesembuhan dari Tuhan.  Orang yang selalu jujur terhadap dirinya dan tahu persis posisinya ketika diperiksa dengan Firman Tuhan.  Kelompok ini tahu kelemahan dirinya dan tahu dirinya adalah orang berdosa sehingga di hadapan Tuhan dan sesamanya, ia selalu bersikap terbuka apa adanya tanpa menutupi kondisinya.  Tipe kelompok ini lebih mudah diajar dan dibentuk oleh Firman Tuhan.  Pertumbuhan rohani yang terus berlanjut tanpa dipengaruhi oleh faktor usia dan bahkan berbuah 40-100 kali lipat.  Tuhan pasti akan memberkati bila kita jujur di hadapan-Nya dan setia mengikuti-Nya.

Yang paling penting bagi orang sakit bukanlah bantuan kesembuhan fisik yang bersifat sementara, tetapi kesembuhan jiwa yang lebih mendalam.  Kesembuhan jiwa memberikan rasa damai dan tenang, sehingga orang itu dapat berterima kasih dan menaikkan puji-pujian kepada Allah.  (Mazmur 32:1-7)   Pada saat ini jugalah Tuhan Yesus bertanya kepada kita semua, “Maukah engkau sembuh?”