Pengkhotbah

Perikop
Lukas 19:1-10

Ringkasan Khotbah

Dalam kamus bahasa Indonesia kata “melihat” adalah memperhatikan, menilik, mengamati, memandang, mengetahui, meramalkan, menengok. Kita akan mempelajari teks ini yang berkaitan denga kata melihat. Ada beberapa alasan mengapa orang harus berusaha untuk melihat atau menyaksikan sesuatu.

Orang banyak melihat (ayat 7)

Idontes = melihat untuk memberi penilaian, melihat dengan mata curiga. Kata ini akan sengat ditentukan oleh objek pelengkap yang mengikuti kata ini. Misanya objeknya baik maka penilaianya baik; demikian sebaliknya kalau objeknya buruk maka penilaianya juga buruk. KJV dan NASB menggunakan istilah “saw”.

Keputusan Yesus Kristus untuk menumpang dirumah Zakheus orang berdosa adalah hal yang buruk bagi orang Yahudi Farisi. Mereka terlalu cepat menilai dan mengklaim seseorang berdosa karena statusnya sebagai penagi pajak. Pekerjaan keji yang di anggap tidak halal bagi orang Yahudi adalah “penagih pajak”.

Tindakan ini didorong oleh rasa egois yang tinggi. Karena dalam kacamata orang Yahudi, dibawa kolong langit ini tidak ada satu bangsa pun yang sederajat dengan mereka. Mereka bangsa yang dipilih langsung oleh YHWH Sang Pencipta dan mendapatkan perjanjian kekal. Maka bangsa lain tidak pantas untuk diperhatikan oleh Allah.

Zakheus melihat (zeteo horao) (ayat 3)

Ezetei = verb indikatif imperfec active – berasal dari kata dasar Zeteo artinya telah melihat.
Horao = verb infinitive aorist active – keinginan melihat secara nyata terus-menerus. Ingin mengetahui, suatu hasrat untuk mengetahui dengan cara meneliti dengan saksama karena berita yang di dengar.

Keinginan ini melahirkan tindakan Zakheus yang begitu ekstrim dan tidak memperdulikan kehormatanya sebagai seorang pejabat negara. Dia tidak perduli lagi dengan kehormatan yang harus terhina karena tindakanya. Yang penting dia bisa berjumpa dengan Yesus. Melihat untuk menghayati siapakah pribadi Yesus yang dia dengar. Rasa ini didorong oleh pengetahuanya akan berita yang disampaikan para nabi PL tentang seorang Mesias yang akan datang.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita punya hasrat seperti Zakheus yang begitu besar mau berjumpa dengan Yesus?

Yesus melihat (ayat 5)

Yesus melihat (anablepos) kasus kata aorist aktif, melihat secara terus menerus. Memperhatikan sampai kedalam jiwa dan menemukan esensi kerinduan yang ter ekspresi dalam tindakan. Tuhan Yesus melihat Zakheus sampai kedalam jiwanya, dan Tuhan Yesus menemukan hasrat yang sangat kuat dalam hati Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus. Inilah yang menyebabkan Yesus berkeputusan untuk tinggal dalam rumahnya. Yesus katakan: “… Aku harus…”. Bukan aku akan, atau nanti, Tetapi harus.

Tuhan Yesus kebelet mau tinggal dalam rumah hidup kita. Dalam kitab Wahyu 3:20, Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Mau Yesus masuk, tinggal dan beracara dalam kehidupmu. Miliki hasrat seperti Zakheus, miliki kerinduan seperti kerinduan Zakheus. Mungin kita akan berkata: “saya sibuk, saya tidak punya waktu”. Apakah Zakheus sibuk? Ya. Apakah dia punya waktu? Zakheus punya alasan yang sama seperti saudara. Tetapi apakah dia menggunakan alasan itu? Tidak. Semua alasanya terkubur dalam dalam hasratnya yang begitu kuat untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Tuhan melihat hatimu, jiwamu, seberpa hasratmu untuk mencari Dia. Burulah Tuhan selama pintu kasih Allah masih terbuka. Karena akan datang waktunya, pintu kasih Allah akan tertutup.