Pengkhotbah

Perikop
Lukas 2 : 8-20

Ringkasan Khotbah

Sewaktu kecil, ketika natal tiba mungkin yang kita pikirkan adalah apa yang kita dapatkan dari orang tua kita. Namun sebenarnya spirit Natal bukan apa yang kita terima tetapi apa yang kita beri. Bapa memberikan Anak-Nya, Yesus Memberikan Nyawa-Nya, Maria memberikan Rahimnya, Yusuf rela menerima Maria yang sedang mengandung yang bukan dari hubungan cinta kasihnya dengan Maria dan Orang Majus datang dari tempat yang jauh untuk memberikan persembahan yang berharga dan berarti.

Dalam konteks teks ini, para Gembala juga memberikan beberapa hal yang perlu kita pelajari. Gembala dalam pandangan Orang Yahudi orthodoks mereka tidak dianggap karena 2 hal: Pertama, Dianggap orang berdosa. Sebab mereka tidak melakukan tuntutan hukum Taurat seperti, makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu karena seringkali mereka berada dipadang gurun yang sulit mendapatkan air. Tidak menguduskan hari sabat, sebab setiap minggu mereka harus menggembalakan domba di padang. Kedua, Status Sosial. Sebab mereka dianggap rendah karena tidak punya hak dan warisan apa-apa. Dianggap sampah masyarakat dan suara mereka tidak diperhitungkan. Namun dalam status seperti ini merekalah yang mendapatkan kabar kelahiran Tuhan Yesus dari Allah melalui para Malaikat.

Selanjutnya Bagaimana respon mereka sebagai bukti mereka memberi diwaktu natal ketika mendengar kabar kelahiran Yesus?

1. Mereka Datang ke Kandang tempat Yesus Lahir dan menyembah Yesus. Mereka datang tidak membawa materi apapun, tetapi membawa hati yang tulus dan hidup mereka apa adanya dan tersyukur di dalam kandang tempat Yesus berada. Di hari Natal ini Yesus mau kita memberi hati yang tulus dan hidup yang kudus sebagai pemberian kepada-Nya. Sebagaimana yang dilakukan para gembala.

2. Mereka pulang dan menyaksikan kepada orang-orang tentang apa yang mereka lihat yaitu tentang Yesus. Natal mengingatkan kita bahwa kita harus bersaksi tentang Kristus yang menjadi Juruselamat dunia.

3. Mereka memuji Allah. Dengan suara mereka apa adanya mereka memuji dan memuliakan Allah. Talenta yang Tuhan berikan bagi kita harus kita persembahkan untuk memuliakan Tuhan.

Amin.