Ringkasan Khotbah

Kebanyakan orang, ketika memasuki tahun yang baru, sudah memiliki beragam perencanaan hidup. Perencanaan hidup memang perlu karena orang yang tidak memiliki perencanaan hidup adalah orang yang merencanakan hidup untuk gagal. Perencanaan itu sendiri memiliki dua lambang yaitu lambang kebijakan dan lambang keterbatasan. Mengapa demikian? Karena setiap orang yang memiliki perencanaan dalam hidupnya adalah orang yang bijak dalam mengatur dan menata setiap hidupnya. Dengan perencanaan, kita mengevaluasi apa yang perlu kita lakukan dan tidak kita lakukan. Disisi lain perencanaan juga adalah lambang keterbatasan karena kita tidak tahu apa yang terjadi ke depannya.

Bagaimana pandangan Firman Tuhan tentang perencanaan? Alkitab dan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa jika kita mau membangun rumah, kita kita perlu merencanakannya baik-baik. Yakobus 4 : 13 (Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,) secara tidak langsung menuliskan tentang perencanaan hidup seseorang dalam konteks ini seorang pedagang. Tetapi, perlu dicatat bahwa perencanaan bukan satu-satunya jaminan keberhasilan dalam hidup seseorang.

Ayat selanjutnya, yaitu ayat 15 menuliskan ”…Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Ayat ini hendang mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh Kehendak Tuhan. Namun perlu diperhatikan, bukan berarti perencanaan ditambah Tuhan yang membuat kita berhasil, namun Tuhan menjadi fondasi utama dalam setiap perencanaan kita.

Mengapa Tuhan perlu dijadikan fondasi dalam perencanaan hidup kita?

  1. Karena kita tidak tahu akan hari esok sebagai mana tertulis dalam ayat 14 ”.. sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok..” dan hari esok bukanlah dalam kedaulatan kita melainkan hanya karena anugerah Tuhan. Sehingga kita tidak membuang kesempatan karena perencanaan tanpa melibatkan Tuhan.
  2. Karena hidup kita seperti uap sebagaimana tertulis dalam ayat 14 bagaian akhir ”..Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” Artinya hidup kita terbatas adanya dan hidup kita milik Tuhan. Sehingga kita menyadari bahwa hidup kita ada batasnya sehingga kita perlu bertanggung jawab dengan menyerahkan perencanaan hidup kita kepada Tuhan.
  3. Karena perencanaan tanpa melibatkan Tuhan adalah kesombongan sebagaimana tertulis dalam ayat 16 ”Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.” Sehingga apabila kita berhasil dalam perencanaan hidup, kita boleh mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan. Lebih jauh lagi, ditangan manusia mungkin perencanan kita gagal, tetapi di tangan Tuhan rencana-Nya tetap berjalan.

Amin.