Pengkhotbah

Perikop
Matius 6:32-33

Ringkasan Khotbah

Dalam Matius 6:33 ditekankan untuk mencari dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu, dan apakah artinya ini?  Mungkin lebih sering kita mendengar bahwa dengan mencari Kerajaan Allah maka kita akan mendapatkan tambahannya itu yaitu pemenuhan kebutuhan jasmani, sehingga bisa saja kita keliru bahwa mencari Kerajaan Allah akan mendatangkan berkat jasmani.  Mencari Kerajaan Allah untuk mendapatkan berkat jasmani, tetapi ini benar-benar duniawi.  Pemahaman yang salah ini menyebabkan orang tidak bisa menangkap makna orisinil dari maksud mulia Tuhan Yesus.  Untuk memahami makna dari Matius 6:33 ini, kita harus memahami konteks dari ayat-ayat sebelumnya dimana di sini Tuhan Yesus berbicara tentang kekuatiran.  Tuhan mengajar agar orang percaya tidak boleh memiliki kekuatiran negatif, karena usaha memenuhi kebutuhan jasmani akan melampaui panggilan untuk mengumpulkan harta di sorga dan memahami kebenaran serta mengabdi kepada Tuhan.  Orang percaya harus memiliki fokus untuk mencari Kerajaan Allah, yang dapat kita pahami dalam dua dimensi: 1) Pemerintahan Allah dalam hidup individu, 2) Kerajaan Allah secara fisik di langit baru dan bumi baru.

Apa artinya jika kita hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani?  Itu semua dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah(Mat. 6:32).  Tuhan Yesus pun berkata: “karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat. 6:21).  Sehingga jika harta kita di sorga, maka hati kita juga di sorga.  Dan kata “carilah dahulu” = zeteite berasal dari akar kata zeteo, yang berarti mencari, menyelidiki, memeriksa, mempertimbangkan, berjuang untuk sesuatu tujuan, menuntut.  Kalau Tuhan Yesus berkata “carilah” berarti ada suatu kerja keras atau usaha untuk memperoleh sesuatu.  Sesuatu itu adalah Kerajaan Allah dan kebenaranNya, yaitu pemerintahan Allah dan Kerajaan Allah secara fisik.  Kita tidak akan mendapatkan Kerajaan Allah secara fisik kalau kita tidak mengalami pemerintahan Allah dalam hidup kita pribadi.  Dan kebenaranNya = Dikaiosunen yaitu kelakuan yang sesuai dengan standar kesucian Tuhan, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.  Dalam Mat. 5:20 disebutkan juga: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Dalam Roma 14:17 Rasul Paulus berkata:”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”.  Pernyataan Rasul Paulus ini sungguh sinkron dengan perkataan mulia Tuhan Yesus.  Kerajaan Sorga tidak berpusat pada kehidupan di bumi.  Inilah cara hidup Tuhan Yesus dan Rasul Paulus, yaitu memiliki sukacita dan damai sejahtera yang tidak berpusat pada hal duniawi.  Ini berarti setiap orang yang benar-benar mendahulukan Kerajaan Allah, sudah bersedia mati bagi dunia.  Apa artinya mati bagi dunia?  Kolose 3:3:”Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”  Jika seseorang bersedia ikut Tuhan artinya dia bersedia mati bagi Tuhan, yaitu menerima baptisan.  Baptisan artinya kesediaan untuk mati dan dikuburkan bersama dengan Tuhan Yesus.  Baptisan adalah lambang kematian, maka ketika Tuhan Yesus berkata “carilah dahulu Kerajaan Allah”, itu juga berarti: “matikan kewarganegaraanmu di dunia ini barulah namamu terdaftar di sorga.”