Ringkasan Khotbah

Perjalanan supranatural seseorang mengikut Tuhan, tidak menjamin orang percaya semakin rohani dalam hidupnya, diantaranya; Umat Allah bangsa Israel, Gehasi bujang Elisa menyaksikan kuasa Tuhan; anak perempuan Sunem sembuh, tindakan terhadap gerombolan Aram, kesembuhan Naaman (2Raj. 4:8- 6:23), Saul mengalami kuasa Roh Allah (1Sam. 11:6) kisah Yunus, murid-murid Yesus yang menyaksikan kuasa Allah dalam Yesus Kristus.

Dalam Perjanjian Lama, Paskah dalam bahasa Ibrani pehsakh yang artinya melampaui/melewati, jika dipahami dalam Kel. 12, Allah merencanakan tulah ke-10 akan melenyapkan setiap anak sulung di Mesir, maka orang Israel harus mempersiapkan korban persembahan dari anak domba atau kambing, darahnya dioleskan diambang pintu (Kel.12:5,7), sebagai tanda Allah akan melewati jika ada olesan darah maka anak sulung mereka selamat (Kel. 12:12,13). Ini perintah Allah kepada umat-Nya menjadi peringatan untuk merayakan hari tersebut sebagai hari raya bagi Tuhan, sampai turun-temurun dan ketetapan selama-lamanya (Kel 12:14). Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya Tuhan membawa kita keluar dari Mesir (Kel. 13:16). Jadi Paskah dipahami orang Yahudi sebagai hari perayaan, dimana Allah menyelamatkan anak-anak sulung orang Israel dari tulah kematian anak sulung, darah korban persembahan yang dioleskan sebagai tanda penebusan, dan dirayakan sebagai peringatan akan karya Allah dalam pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir.

Paskah dalam PL telah digenapi didalam Kristus sebagai penggenapan pembebasan umat manusia dari dosa, sehingga Kekristenan memaknai Paskah atau merayakan paskah yaitu Perjamuan Kudus, yaitu memperingati akan penderitaan dan kematian Kristus diatas kayu salib, kematian-Nya menyatakan pembebasan manusia dari maut/dosa yang oleh darah-Nya orang percaya dimenangkan/Diperdamaikan. Paulus mengatakan: Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. (Roma 5:8-11).

Maka Paskah memiliki arti yang sangat penting dan central bagi orang Kristen yang percaya, sebagai hari perayaan, memperingati akan karya penyelamatan Allah di dalam Yesus Kristus yaitu kematian-Nya yang telah mengalahkan maut dan kebangkitan-Nya memberikan pengharapan, menunjukkan Yesus bukanlah Tuhan yang mati tapi hidup dan menjadi Tuhan bagi setiap orang yang percaya dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

Dalam mengerti Paskah, orang percaya bukan hanya mengerti secara teori, mengerti karena keturunan orang percaya, karena sering beribadah, sering baca Alkitab, tetapi pentingnya mengalami Paskah itu sendiri. Menjadi pertanyaan, bagaimanakah, seperti apakah orang mengalami Paskah? Ada 3 hal dalam teks ini menunjukkan bagaimana orang yang mengalami Paskah:

1. Kerinduan bertemu dengan Tuhan Yesus

Datang dengan waktu dan situasi yang baik. Pagi-pagi benar mereka pergi ke kubur Yesus, menjelang fajar menyingsing (Mat. 28:1), pagi-pagi benar setelah matahari terbit (Mark. 16:2). Pagi-pagi benar hari masih gelap (Yoh. 20:1). Para perempuan pergi ke kubur suasana masih sunyi, belum banyak orang, sebelum melakukan aktivitas lainnya, mereka ingin bertemu Yesus atau melihat Yesus.

Datang dengan persembahan yang terbaik. Mempersiapkan, membawa rempah-rempah dan minyak untuk merempah-rempahi dan meminyaki tubuh Yesus. Rempah-rempah dan minyak bermanfaat untuk melenyapkan bau busuk, sehingga rempah-rempah dan minyak yang disediakan adalah yang terbaik, dan tentunya harga yang mahal. Dalam persoalan apapun, masalah yang berat sekalipun, ketika engkau datang kepada Tuhan, datang dengan mempersembahan hidupmu yang terbaik bagi Tuhan, Tuhan tahu apa yang engkau alami, dan Dia punya jawaban dari setiap persoalan, duka yang kita alami, untuk itu berikanlah yang terbaik dari hidupmu untuk Tuhan.

Datang dengan Iman. Mereka para perempuan datang tanpa memikirkan bagaimana batu penutup kubur bisa digulingkan. Dalam Injil Markus, dikatakan mereka memikirkan batu tersebut, tetapi setelah berada di lokasi dekat kubur Yesus. Dan masalah berikutnya apakah para penjaga orang Romawi mengijinkan mereka menemui mayat Yesus. Tetapi karena Iman Tuhan menjawab persoalan mereka. Kata malaikat, mengapa kamu mencari Dia yang hidup diantara orang mati?… Ia telah bangkit… (Luk. 24:5,6).

Dengan keyakinan iman, segala penghalang yang ada didepanmu besar kecilnya, tidak membuat anda mundur, patah semangat, tetapi terus maju dan melangkah mencapai tujuan.

2. Mengalami jawaban Firman Tuhan

Tuhan menjawab kebingungan mereka melalui para utusan Tuhan yaitu malaikat. (Luk. 9:22, 18:31-33) Melalui firman-Nya mengingatkan kembali kepada mereka bahwa Yesus yang akan mereka temui di kubur telah bangkit. Bangkit menunjukkan Yesus hidup, berkuasa atas kematian, ingat: Yesus berkata Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh.11:25), memberi harapan agar setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak perlu takut dengan kematian. Para perempuan menyadari bahwa Yesus pernah berkata kepada mereka tentang kebangkitan-Nya. Dengan cara Tuhan memakai malaikat sebagai alat untuk mengingatkan mereka pada Firman Tuhan.

Mendapatkan jawaban firman Tuhan perlunya mengalami firman Tuhan dulu, artinya meyakini bahwa firman Tuhan sebagai pedoman atau pegangan hidup. Dan tentunya orang mengingat Firman Tuhan dan betindak tidak lepas dari peran Roh Kudus kepada orang percaya. Paulus dalam suratnya, bahwa Dia tidak perlu merasa susah dan percuma dalam berlomba-lomba mengerjakan keselamatan, firman kehidupan yang menjadi pegangan yang memberi pengharapan pada hari Kristus. Hari Kristus adalah hari kedatangan-Nya, maka itulah menjadi kebanggaan dalam kata lain bermegah pada hari Kristus (band. Flp. 2:16). Masih dalam suratnya di Filipi, orang yang berpadanan dengan Injil Kristus sekalipun ada dan tanpa Paulus, dia meyakini mereka akan teguh berdiri dalam satu roh, sehati sejiwa yang berjuang untuk iman, yaitu iman karena berita Injil (band. Flp. 1:27)

3. Menceritakan/Memberitakan

Menceritrakan peristiwa, kejadian yang sesungguhnya, tanpa rekayasa. Mereka semua para perempuan menyaksikan itu, bersama-sama menyampaikan. Menunjukkan bukti yang mereka dapat bukanlah suatu cerita yang mengada-ada. Hal ini mereka beritahukan kepada ke-11 murid; Murid-murid Yesus, yang pada saat itu merasa sedih, ketakutan, dan kehilangan harapan karena Yesus telah mati. Hal itu juga diceritakan kepada saudara atau kerabat mereka, yang dekat dengan mereka dan yang pernah bersama-sama dengan Yesus.

Yang berikut berita itu disampaikan kepada rasul-rasul, yaitu mereka yang disebut pengikut Yesus yang setia, dan kemungkinan diantara 70 murid, dan mereka juga yang mengambil bagian dalam pemberitaan Injil sesudah Yesus terangkat ke Sorga.

Tetapi justru apa yang dikatakan perempuan-perempuan itu, seolah-olah berita omong kosong, dapat dikatakan sesuatu yang mengada-ada, sekalipun bukti yang benar. menunjukkan mereka masih dipengaruhi kesedihan, kekecewaan, sehingga perkataan Tuhan Yesus kepada mereka mengenai Anak Manusia, mereka lupa dan mereka tidak memahami benar Firman itu, sehingga mereka melupakannya.

Dalam hal ini berita kebangkitan harus diberitakan secara jelas sesuai kebenaran firman, tidak ada yang dilewati. Berita itu perlu disampaikan kepada mereka yang telah menyaksikan perbuatan Tuhan dalam hidup mereka. Walaupun berita ini sangat sulit diterima, dan mungkin ada penolakan, tetap terus diberitakan, karena ini adalah berita/kabar baik untuk semua orang, dengan tidak melihat percaya atau tidak percaya.

Kesimpulan

Paskah orang Yahudi dalam Perjanjian Lama telah digenapi dalam Yesus kristus, sehingga ibadah/ritual Paskah Yahudi hanya diperingati sebagai karya pembebasan Allah kepada umat-Nya Israel dari tanah perbudakan Mesir, tetapi Paskah yang sesungguhnya adalah kematian Yesus, Ia yang tidak berdosa, telah menderita dan mati di kayu salib, darah-Nya sebagai korban penghapus dosa, menebus kita dari jurang maut yaitu kematian kekal. Sehingga Paskah Kristus tidak hanya diingat dan dirayakan setahun sekali tetapi tiap-tiap waktu dalam kehidupan kita. Maka Perjamuan Kuduslah sebagai sakramen kudus yang terus mengingatkan kita akan karya Penebusan Yesus Kristus.

Orang yang mengalami Paskah, hidupnya akan terus merindukan bertemu dengan Kristus, dengan menyediakan waktu yang terbaik. Bertemu dengan Yesus memberikan apa yang terbaik dalam hidupnya, sehingga itu berbau harum dimata Tuhan. Persembahan hidup itulah yang terutama dan yang terbaik. Kerinduan bertemu dengan Yesus didasari dengan iman yang timbul dari pengenalan akan Tuhan Yesus didalam Firman-Nya. Untuk itu Firman Tuhan harus menjadi dasar hidup orang percaya, karena didalam Firman-Nya Allah didalam Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita. Roh Kuduslah yang memiliki peran penting mengingatkan kita, menguatkan, dan Dia sebagai penolong orang percaya.

Memberitakan Injil menjadi gaya hidup orang percaya. Apa yang dialami di dalam Kristus sesuai dengan firmanNya, itulah yang diberitakan. Sikap hidup yang benar, dan hidup jujur, serta prilaku/moralitas yang baik, bagian yang praktis dalam menyampaikan Injil, dan tentu menjadi contoh bagi orang lain.