Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 21:15-19

Ringkasan Khotbah

Dalam konteks Alkitab terambil dari Yohanes 21:15-19, kita melihat bahwa Tuhan Yesus bertanya sampai ketiga kalinya kepada Petrus, “apakah engkau mengasihi-Ku?”.  Apa maksudnya ini?  Tuhan Yesus tidak mengharapkan jawaban intelektual dari Petrus, tetapi Tuhan mencari arti kasih yang konsisten lewat pertanyaan ini.

Dalam Matius 22:37-39 disebutkan bahwa hukum yang pertama: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu, dan hukum yang kedua: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Tidak ada seorang pun yang dengan kekuatannya sendiri dapat melakukan standard kasih Allah yang begitu tinggi ini.  Tetapi Allah menerima kita apa adanya dan dari kasih terbatas yang kita miliki ini, Allah membantu kita bertumbuh sesuai dengan standard kasihNya yang Agape.  Kita hanya harus beriman pada-Nya untuk memampukan kita bertumbuh lewat kasihNya.

Tuhan Yesus bertanya sampai 3 kali untuk membimbing Petrus akan standard kasihNya yang Agape.  Kemudian Tuhan Yesus berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku”.  Ada kaitan antara komitmen intelektual (kasih) dengan realita kehidupan.  Jika kita betul-betul mengasihi Allah, kita akan melakukan kehendakNya dan akan ada tugas yang diberikanNya.  Walaupun tugas mengembalakan domba-domba itu bukanlah tugas yang mudah dan seringkali kita gagal tapi Tuhan tidak akan meninggalkan kita.  Ada kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk berbalik mengasihi Allah.