Ringkasan Khotbah

Matius 28:16-20
Mengerjakan Tugas Mustahil bagi Penuntasan Amanat Agung

Tema besar dari kitab Kisah Para Rasul dihubungkan dengan Matius 28:20 adalah pesan untuk menyebarkan pekerjaan misi, pesan untuk mengajak kita lebih rindu akan Firman Tuhan sehingga membuat kita ingin mengembangkan gereja Tuhan dan melayani bangsa yang belum terjamah oleh injil.
Yesus telah mengutus kita sebelum Dia naik ke Surga. Dan bagi yang masih belum percaya, Yesus menegaskan bahwa Dia berkuasa di surga dan bumi. Itu menjadi penguatan bagi murid murid yang kurang percaya dan takut untuk mempercayai Yesus. Mat 28:16-17
Kabar mengenai Tuhan Yesus ini harus diberikan kepada orang yang belum percaya agar mereka juga diselamatkan dan tidak binasa selamanya (2 tes 1:7-9). Kebenaran ini harus diterima semua orang tidak terbatas dari identitas pribadi tersebut (Mat 28:19), apapun asal bangsanya, itu tidak penting karna semua sudah diselamatkan (Wahyu 5:9)
Tuhan berjanji ketika kita memberitakan injil, segala kuasa di bumi dan di surga akan diberikan kepada kita, dan Ia akan menyertai kita selamanya sampai akhir zaman. Ini jaminan Tuhan untuk kita agar kita mampu untuk menjalankan Misi Allah.
Paulus menyaksikan bahwa Tuhan mendampingi misinya memberitakan injil kepada orang yang belum mengenal Yesus (2 Tim 4:17). Paulus tidak pernah menyesal dalam tugasnya, dia didera penderitaan yang luar biasa dalam seluruh perjalanannya, namun dia tidak menyesal karna selama itu dia bisa memelihara imannya kepada Tuhan (2 Tim 4:7). Rasul rasul dalam Kis 5:25 berkali kali dipenjarakan karna pemberitaan injil, namun Tuhan terus melindungi mereka untuk melanjutkan misi pemberitaan injil. Mereka melakukan itu di mana pun ada kesempatan, tidak terbatas hanya di rumah ibadah.
Efesus 4:11,14 berpesan kepada kita untuk menjadi orang kristen yang mengajar sama seperti Yesus yang menjadi guru bagi semua bangsa sesuai yang dikatakan dalam Mat 28:20. Implikasinya adalah, kita diperintahkan untuk mengajar, memuridkan dan dari murid murid tersebut, kita menghasilkan guru. Kita mengajar mereka untuk menemukan makna keselamatan dan menimbulkan kerinduan untuk merenungkan Firman.
Tuhan sudah mempersiapkan dan mengerjakan segala sesuatu untuk kita bisa menjalankan misi Tuhan. Kita sudah digerakan dari comfort zone kita dan ditempatkan di tempat kita sekarang ini berada untuk menjalankan misiNya di tempat ini. Kita sudah dibekali oleh firman Tuhan maka kita sebenarnya sudah siap memberitakan injil dan mengajar. Untuk itu kita juga harus memiliki semangat untuk mencari Firman Tuhan.

 

dirangkum oleh,

bpk. Alvin Giovanni Bhuana