Pengkhotbah

Perikop
Matius 24:1-14

Ringkasan Khotbah

Dunia sekarang ini sedang menuju kepada kebinasaan. Dunia tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Hidup manusia di dalam dunia ini lambat laun semakin sulit. Jadi kalau ada pemberita firman yang mengatakan janji-janji sorga, maksudnya janji-janji menyenangkan telinga, dia menipu, dia bohong, itu pembodohan sekaligus penyesatan yang membinasakan.

Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa: “dunia akan mengalami goncangan-goncangan, berbagai kesulitan hidup akan muncul dalam dunia ini. Semuanya itu ‘harus terjadi’ menjelang zaman baru.” Teks ini memberikan informasi kepada kita bahwa, intensitas kejahatan semakin meningkat, di samping itu intensitas penyesatan terhadap orang percaya juga semakin menjadi-jadi. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa: Dunia bukan tempat yang aman, karena dunia dan keindahanya hanyalah panorama yang menipu. Semua yang kelihatan hanya sekedar fantasi, fenomenanya tidak kekal.

Bagaimana caranya supaya kita tidak terseret dalam tipuan dunia ini? Jalan satu-satunya adalah menjadi Kekasih Tuhan. Menjadi kekasih Tuhan merupakan irama kehidupan dari orang bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Pada ayat 13 dikatakan: “tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahanya akan selamat”. Orang yang bertahan dan selamat pasti mereka menjadikan Tuhan sebagai kekasih abadinya.

Ada dua pondasi yang harus dimiliki setiap orang yang menjadikan Tuhan sebagai kekasihnya. Mungkin saudara tidak siap mendengar dua pondasi ini, tetapi siap atau tidak siap saya harus sampaikan.

  1. Kerelaan kehilangan apapun dan siapapun, (ayt 2-12).

    Goncanagan-demi goncangan yang terjadi bertujuan untuk memulihkan gereja secara komunitas. Ini cara yang di pakai oleh Tuhan Yesus supaya manusia merindukan langit baru dan bumi baru. Goncanga-goncangan ini akan memurnikan manakah gereja Tuhan dan manakah gereja yang di bangun atas keangkuhan manusia. Tuhan katakana : “itu Harus terjadi”, maka cepat atau lambat dunia dan segala yang diam di atasnya sedang menuju kepada kebinasaan. Ini pasti terjadi.

    Ayat 2: tidak ada bagunan yang terlalu kokoh yang dibangun oleh manusia yang akan bertahan ketika Tuhan meremukkanya. Orang yang hatinya melakat pada rumahnya dan keindahanya, dia harus siap stress, depresi dan bahkan gila. Karena harus kehilangan miliknya.

    Ayat 4-5: terjadi penyesatan oleh orang yang menggunakan nama Yesus, bahkan mengaku diri sebagai Mesias. Jadi kesembuhan, mujizat yang menggunakan nama Yesus belum tentu itu dari Tuhan. ada oknum yang menggunakan nama Yesus untuk melakukan tanda yang dasyat (ayat 24). Tetapi dia adalah penyesat. Maka orang yang tidak memiliki cukup pengetahuan dan kecerdasan rohani, mereka akan bimbang dan bisa jadi mereka akan tersesat juga. Tanpa mereka sadari mereka telah kehilangan iman yang murni dan menggantinya dengan kepalsuan.

    Ayat 6 -7: perang dan deru perang dan kabar tentang perang, itu harus terjadi. Pada saat perang orang harus kehilangan segala yang dia miliki termasuk orang dia cintai. Intensitas perang semakin memanas sampai hari ini. Rusia mula melakukan sabotase terhadap wilayah Ukraina. Baru-baru ini terjadi ketegangan antara Jepang, Korea Selatan dan Cina. Jika kehidupan manusia mulai sulit, benih-benih perang mulai bermunculan.

    Suka atau tidak suka perang harus terjadi, mengapa demikian? Karena Tuhan yang melakukanya. Tuhan Yesus berkata: “Aku datang bukan membawa damai tetapi PEDANG”. Pedang lambang peperangan. Mungkin kita berkata: “kok Tuhan kejam?”. Tergantung kita berdiri dipihak siapa. Kalau kita berada di pihak iblis kita akan berkat: “kejam”. Tetapi jika kita berdiri di pihak Tuhan, kita akan berkata: “dunia ini bukan rumahku”.

    Ayat 9: kamu akan di siksa, di bunuh, benci oleh semua orang oleh karena Nama Yesus. Mungkin ada yang berkata: “saya menyesal jadi Kristen.” Saya mengharapkan yang baik, kenapa yang buruk di sampaikan?” bukan penghiburan tetapi ancaman.

    Ini sebenarnya penghiburan menurut versi Tuhan. Tuhan memberitahukan ini supaya kita jangan gentar dan gelisah ketika kita melihat semuanya itu terjadi. Tetapi jika kita bersandar pada pengharapan yang mengatakan: “percaya saja hidupmu, keluargamu, hartamu akan aman.” Dalam perjalanan hidup akhirnya orang harus kehilangan segala sesuatu yang menjadi miliknya, pasti dia akan kecewa dan menolak Tuhan.

    Mengapa orang tidak rela melepaskan apapun dan siapapun? (1) Sebab ia merasa berhak atas mereka, (2) Bagi mereka harta kekayaan dan orang-orang yang di cintai adalah kesukaan hidup, seakan diluar itu tidak ada lagi kesukaan yang lebih indah. (3) Belum menikmati indahnya persekutuan dengan Tuhan (Lukas 12:15, bagaimana pun kita ada saling ketergantungan satu dengan yang lainya. Anak tergantung pada orang tua, suami tergantung pada istri, istri pada suami dan sebagainya. Tetapi ketergantungan kita kepada istri, suami, anak, harta, kekayaan dll, Haruslah terbatas.

  2. Menjadikan Tuhan Yesus sebagai kesukaan hidup satu-satunya.

    Banyak orang tidak siap menghadapi kenyataan hidup. Saya memberitahukan ini supaya kita siap. Karena dunia ini dan segala fasilitasnya tidak memberikan jaminan kekekalan, semuanya hanyalah fantasi. Kita harus bersedia memindahkan hati kita dari percintaan dengan dunia kepada percintaan dengan Tuhan.

    Caranya adalah Di dalam hidup kita, harus menyediakan suatu direktori yang memadai untuk mengisi percintaan kita dengan Tuhan. kalau computer ada satu bagian perangkat keras di sebut hardis, tempat menyimpan file-file. Biasanya hardis di Partisi menjadi dua baigan atau lebih. Ada satu bagian yang di siapkan khusus untuk operator sistim (drive C). jika kapasitas tidak memadai maka sistim tidak bisa di Instal, atau mungkin bisa di install tetapi tidak dapat beroperasi secara maksimal.

    Demikian juga dalam hidup ini. Kita harus menyediakan sutu direktori yang di tempati oleh Roh Kudus, Tuhan Yesus dan FirmanNya (Injil). Direktori ini tidak bisa diwakili atau dicampur dengan yang lain, karena itu akan mengganggu sistim operasi Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Firman dalam hidup ini.

    Karena Tuhan Yesus mengajar: “jangan mengabdi kepada Tuhan.” karena kalau bukan Tuhan Iblis, kalau bukan kebenaran dusta, kalau bukan kesucian dosa.

    Banyak orang mau berurusan dengan Tuhan hanya untuk meraih sesuatu untuk kepentinganya. Mencari Tuhan karena takut masuk neraka dengan mencari Tuhan karena mau mengenalNya beda. Mencari Tuhan supaya aman tentram hidup dengan mencari Tuhan untuk mengerti kebenaran beda. Sangat berbeda. Mencari Tuhan karena takut di hukum dengan mencari Tuhan karena hati kita mau melekat kepadaNya beda. Yang lebih parah kalau mencari Tuhan karena di paksa pendeta. Pasti kau binasa.

    Apa motivasi kita mencari Tuhan?
    Carilah Tuhan karena motivasi: (1) Kerinduan mau mengenal-Nya, (2) Mengerti kebenaran-Nya, (3) Hati kita melekat kepada-Nya, (4) Mau menjadikan Tuhan sebagai kesukaan Hidup.

Di akhir khotbah ini ada satu kisah: seorang suami yang tercinta.
Di sebuah rumah sakit ada seorang bapak mengakhiri hidupnya di atas ranjang rumah sakit. Beliau adalah seorang pemilik perusahaan. Semua karyawan dan para stafnya sudah berkumpul di rumah sakit tempat bapak itu di rawat.

Di menit-menit bapak ini mengakhiri hidupnya, dia menatap istrinya dan anak-anaknya dengan penuh harap, seakan-akan mau berkata: “jangan tinggalkan aku, aku kesepian.” Kemudian dia menarik nafas panjang dan mengakhirinya. Maut telah menjemput.

Sudah terlambat, mengapa masih kuat tidak membangun percintaan dengan Tuhan, mengapa tidak menjadikan Tuhan kekasih abadinya.

Jangan sampai pengalaman bapak ini menjadi pengalaman kita. Bangunlah percintaan dengan Tuhan secara serius dan berkesinambungan.