Ringkasan Khotbah

Tema khotbah minggu ini adalah “menjadi saudara”.  Maksud dari menjadi saudara di sini adalah bukanlah menjadi saudara karena status kita adalah saudara, tetapi kita akan melihat lebih dalam tentang esensi menjadi saudara tersebut.  Secara status kita kebetulan ditetapkan sebagai saudara, tetapi apakah esensi menjadi saudara itu?  Marilah kita merenungkan dari kisah hidup Yusuf dan saudara-saudaranya (Kejadian 50:15:21)

1)  Penghukuman atas perbuatan jahat dan baik adalah milik Allah (Kej 50:19).  Sebagai seorang saudara, kita harus memaafkan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh saudara-saudara kita.  Kisah hidup Yusuf ini juga merupakan cermin dari kisah hidup Tuhan Yesus Kristus, walaupun Dia harus menderita sengsara di atas kayu salib untuk kesalahan-kesalahan kita, kasihNya yang “Agape” dapat memaafkan kita semua sehingga sekarang kita dapat dipersatukan kembali kepada Allah Bapa.  Kita sekarang sebagai saudara-saudara Tuhan Yesus dan Dia menjadi saudara sulung bagi kita.  Kasih yang “Agape” ini tidak terikat oleh kondisi apapun.  Ia sanggup melakukan hal ini karena Dia tahu hati Allah dan karena Ia dan Allah adalah satu. 

2) Yusuf tahu walaupun saudara-saudaranya telah mereka-rekakan yang jahat terhadapnya, tetapi Yusuf mengerti ada maksud Allah di balik semua itu.  (Kej 50:20)  Dan Yusuf juga sangat mengerti betul posisi dia sebagai penguasa di Mesir adalah semata-mata atas kasih karunia Allah.  Ini dapat kita lihat dari latar belakang kehidupan Yusuf, bagaimana Allah menyertai dia sampai akhirnya dia menjadi seorang penguasa di Mesir dengan satu tujuan yakni memelihara hidup bangsa Israel.

3) Tugas menjadi saudara adalah menjadi penghibur dan memberi kedamaian bagi saudara kita (Kej 50:21)