Pengkhotbah

Perikop
Matius 5:48

Ringkasan Khotbah

Semua manusia ingin dirinya sempurna. Pada injil ini, dikatakan bahwa Yesus menuntut manusia untuk menjadi sempurna, seperti Bapa di Surga. Yang dimaksud sempurna dalam teks ini adalah ‘teleos’, yang berarti dewasa dan matang. Kesempurnaan seperti apakah yang Yesus tuntut dari umatnya?

  1. ‘melampaui pemungut cukai’ (Matius 5:46-47)

    Tuntutan kesalehan orang Kristen harus melampaui pemungut cukai dan orang yang tidak percaya. Jika seseorang bersikap baik kepada orang yang berbuat baik, semua orang dapat melakukannya, bahkan pemungut cukai sekalipun. Tuntutan Allah adalah kita melakukan kebaikan bukan dalam landasan keadilan, tetapi kita harus melakukan kebaikan dan melampaui keadilan. Yakni berbuat kebaikan meski diperlakukan jahat.

  2. ‘melampaui ahli taurat’ (Matius 5:20)

    Tuhan menuntut kehidupan keagamaan umatnya untuk melampaui kehidupan keagamaan orang farisi. Kehidupan orang farisi tercermin pada Matius 23:14-15, 23.
    Namun kesalehan juga harus diikuti dengan kebenaran dan motivasi yang benar (Matius 23:3).

Bagaimana kita memiliki kesalehan yang sempurna dalam standar Yesus?

  1. Jangan melihat kesalahan dari aturan, tapi mari melihat esensi dari aturan itu sendiri (Matius 5:21-22). Tuhan menuntut kehidupan umatNya yang menjaga hatinya (Matius 5:27-28,36-37).

  2. Tuhan tidak menuntut hasil, tapi lebih kepada prosesnya (Filipi 3:13-14).

  3. Manusia tidak bisa mencapai kesempurnaan itu, namun manusia dapat memperoleh kesempurnaan yang diberikan oleh Yesus (Matius 5:17). Kita punya pengharapan di dalam Kristus, yang telah mengenenapi hukum taurat, supaya kita menjadi sempurna di dalam Kristus.