Ringkasan Khotbah

Rangkuman khotbah 4 agustus 2019

Menjadi umat pemenang

Kis 24:25

Sekarang ini iblis bekerja dengan cara yang tidak menakutkan kita , tetapi mengkaitkat segala sesuatu yg berhubungan dengan diri kita, yang menyenangkan Kita , yang memberikan kenikmatan bagi Kita. Itulah sebabnya Kita harus memiliki penguasaan diri.

Pikiran yang bisa menguasai emosi adalah pikiran yg dikuasai oleh kebenaran.

Penguasaan diri menurut Paulus

1.mengkaitkan penguasaan diri dengan kebenaran , sehingga kebenaran itu menguasai kebebasan

2.Hanya kuasa Roh Kuduslah yang memampukan Kita untuk memiliki penguasaan diri

3.Akhir dari ketidakmampuan kita untuk melakukan penguasaan diri dihadapan Allah , maka Kita akan menghadapi penghakiman Allah.

Mari kita sungguh lagi takut akan Tuhan, menguasai diri dengan kebenaran Tuhan,

maka Kita akan tampil Sebagai pemenang.

 

dirangkum oleh,

sdri. Evelda Citra Saragi

 

Salah satu hal yg dipakai iblis untuk mengagalkan kita jadi umat pemenang adalah iblis memakai hak-hak yg melekat pada diri kita dan yang menyenangkan kita tapi tidak lagi diukur dengan norma atau hukum Tuhan melainkan berdasarkan kebebasan.

Menurut Filsafat stoa dan konsep plato yaitu segala sesuatu berpusat pada diri manusia sehingga manusia dapat menguasai pikiran dan pikiran menguasai emosi dan emosi menguasai nafsu. Tentu saja hal ini berbeda dengan ajaran Kristen yaitu pikiran yang menguasai emosi adalah pikiran yang dikuasai oleh kebenaran bukan dikuasai oleh manusia itu sendiri.

Dari kebenaran inilah mengarahkan nafsu kita pada hal yang baik.
Rasul Paulus mengaitkan penguasaan diri dengan 2 hal penting yang membawa manusia menjadi umat pemenang ;
1. Kis 24:25. Penguasaan diri dan kebenaran.
Tanpa kebenaran manusia tidak dapat menguasai diri sendiri, (Kis. 13:10) Kebenaran adalah jalan lurus dari Allah. Jalan lurus atau Injil yang berkaitan dengan Salib. Bahkan Tuhan Yesus menjadi contoh penguasaan diri untuk mewujudkan kehendak Bapak disorga saat Ia disalibkan untuk menyelamatkan manusia.

2. Injil adalah sebuah pembaharuan yang terjadi dalam karya Roh Kudus dalam hidup mc. Dalam buah Roh penguasaan diri adalah fondasi utama bagi buah Roh yang lain. Pekerjaan Allah membebaskan kita dan menaruh Roh kudus dalam hidup kita agar Kita mampu menguasai diri kita. Tapi saat kita tidak mampu menguasai diri, maka kita jatuh dalam dosa dan mendapatkan penghukuman dari Allah.
Allah memang Maha pengasih dan pengampun tapi konsekuensi dosa tetap berlaku karena setiap dosa tidak akan pernah lolos dari penghukuman Allah.

Untuk itu walaupun kita tidak dapat mengubah lingkungan disekitar kita tapi kita dapat menguasai hati kita dengan landasan Kebenaran yang membawa Kita menjdi umat pemenang.

 

dirangkum oleh,

sdri. Alentina Laubase