Ringkasan Khotbah

Multiplikasi adalah penggandaan. Multiplikasi misi Allah artinya penggandaan misi penyelamatan Allah kepada orang percaya untuk menyelamatkan dunia. Multiplikasi adalah salah satu cara Allah untuk melakukan pekerjaanya sehingga misiNya dapat tercapai. Misi utama Allah ialah menyelamatkan manusia yang telah berdosa. Karena yang Ku kehendaki ialah semua orang di selamatkan.

Apa yang dimultiplikasi oleh Allah dalam teks ini? Yaitu Injil kasih kasih karunia, atau pengenalan Akan Allah yang benar yaitu Allah yang telah mencipta alam semesta. Bagaimana cara Allah memperkenalkan diriNya kepada Manusia sehingga pengenalan yang benar itu dapat di multiplikasi?

  1. Melalui para Nabi di berikan kepada nenek moyang Israel. (Ibrani 1:1)

    Multiplikasi adalah cara Tuhan untuk mempertahankan pengenalan akan DIA turun temurun dalam generasi manusia. Ibrani 1:1, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

    Allah berbicara kepada nenek moyang bangsa Israel dalam pelbagai cara supaya DIA dikenal. Tujuanya supaya Israel menjadi pilot project untuk seluruh bangsa di dunia. Namun Israel gagal. Mereka tidak menjadi berkat tetapi menjadi bencana bagi bangsa-bangsa. Namun rencana Allah untuk memberkati bangsa-bangsa melalui Israel tidak pernah Gagal. Karena rencana Allah tidak dapat digagalkan oleh siapapun.

    Berkat yang di janjikan Allah kepada Abraham melalui Israel keturunannya tergenapi di dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus itu menyebabkan semua manusia yang menerima-Nya diberi Kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.

  2. Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

    Kemudian Tuhan memperkenalkan diriNya sendiri dengan mengutus Anak TunggalNya (Yesus Kristus). Tuhan berbicara kepada manusia melalui perantaraan AnakNya sendiri. Maka Tuhan Yesus berkata: “siapa melihat Aku, dia melihat Bapa; siapa percaya kepadaKU, dia bukan percaya kepadaku tetapi kepada DIa yang telah mengutus Aku.(Yoh 12:44; 14:9).

    Tuhan Yesus mengatakan segala firman yang bersumber dari Bapa. Firman itu disebut Injil kabar baik. Bagi yang percaya akan di selamatkan, namun bagi yang menolak akan dihukum. (Yohanes 12:47-48).
    Setelah anak-Nya, Yesus Kristus menjadi menjalankan misi penyelamatan Allah. Dia telah mempersiapkan 12 murid untuk melaksanakan proyek Allah ini. Maka Tuhan Yesus mewarisi berita keselamatan kepada para murid-Nya. Tetapi tinggal 11, karena satu orang telah memilih jalannya sendiri (Yudas Iskariot).

    Sampai pada teks ini Tuhan Yesus berkata: “kepada-Ku telah diberikan kuasa di Sorga dan di Bumi.” Tuhan Yesus di dalam kekekalan bersama dengan Bapa memiliki kuasa dan memerintah bersama-sama dengan Bapa. Kemudian saat dia menjadi manusia segala kuasa itu di ambil alih oleh Sang Bapa, karena Sang Anak harus mengosongkan diri, semua atribut ke ilahianNya di tanggalkanNya, dia mengenakan rupa seorang hamba. Bahkan mati di kayu salip.

    Namun setelah kebangkitan-Nya, Sang Bapa mengembalikan Kuasa itu kepada Tuhan Yesus yang disebut Anak Allah yang telah bangkit menjadi pemenang. Itulah kuasa kekekalan Yesus Kristus sebelum Dia menjadi Manusia.

    Tetapi ada kuasa yang direbut oleh Tuhan Yesus dari seorang penguasa Dunia. Iblis pernh berkata kepada Tuhan Yesus bahwa: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.” (Lukas 4:6). Tuhan Yesus dalam kematianNya mengalahkan Iblis, Maut dan Dosa. Dalam KemenganNya merampas kuasa itu dari tangan Iblis. Dan sekarang yang menjadi penguasa atas bumi ini adalah Tuhan Yesus. Iblis telah dikalahkan.

    Iblis menjadi penguasa di bumi karena merebut kuasa dari manusia pertama, dengan bujukan bahwa akan menjadi seperti Allah jika makan buah yang di larang Tuhan. Sebenarnya kuasa itu diserahkan oleh Tuhan kepada manusia untuk mengelola bumi. Namun karena manusia terbujuk rayuan Iblis, manusia menjadi budak Iblis.

    Yesus Kristus telah merebut kuasa itu dari Iblis dan memberikan kepada mereka yang mau percaya kepada Tuhan Yesus. Maka Tuhan Yesus memberikan perintah untuk memberitakan Injil kepada semua Manusia. Hanya melalui Injil manusia bisa mengenal Allah yang benar. Selain Injil tidak. Maka pelayanan ini dilakukan. Pemberitaan Injil bukan maunya para teolog, atau bukan keinginan gereja. Pemberitaan injin bukan Kristenisasi. Tetapi pemberitaan Injil adalah “kabar baik bahwa Allah mau mendamaikan DiriNya dengan manusia berdosa melalui Yesus Kristus Anak Allah.”

  3. Tugas kepada Para murid dan orang percaya pada masa itu dan kita pada masa kini. (19-20)

    Karena hal inilah maka Yesus Kristus semultiplikasi berita penyelamatan ini kepada para Murid dan orang percaya zaman itu.

    1. Menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus. Golnya jelas multiplikasi bertujuan untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus Kristus. Menjadikan murid Yesus tidak sama dengan Kristenisasi. Maka menjadikan semua bangsa murid Yesus, tidak bisa diwakili dengan hanya melakukan ritual atau hukum. Karena penginjilan belum dapat dikatan selesai jika orang yang kita injili belum menjadi penginjil.

      Maka untuk sampai pada tahap ini perlu adanya pemuridan. Maka penting orang belajar firman Tuhan, karena multiplikasi ini harus jalan, jangan berhenti sampai pada tahap yang penting saya sudah di selamatkan, aman. Tidak. Kita harus menjadi Master Foto copy yang memadai menurut firman Tuhan. Jika tidak, hasil foto copy selanjutnya akan menjadi buram.
      Bagi orang yang tidak serius belajar firman Tuhan dia tidak bisa menjadi master foto copy yang dapat di multiplikasi. Sekalipun bisa, itu akan sulit di baca oleh orang yang selanjutnya. Ini masalah serius karena yang memberikan perintah adalah penguasa alam semesta.

    2. Membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan adalah proklamasi atau sumpah sebagai pengikut Yesus Kristus. Baptisan, esensinya melebihi sumpah sapta marga (prajurit), kalau dokter itu Hippokrates. Baptisan, ikatan sumpah yang dimeteraikan oleh darah Kristus dan Roh Kudus , ikatannya kekal.

    3. Mengajar semua yang diperintahkan Tuhan Yesus. Bagaimana bisa mengajar kalau tidak belajar. Maka setiap orang perlu belajar firman supaya bisa mengajar anaknya sendiri tentang dasar-dasar iman Kristen.

    4. Jaminan penyertaan. Jaminan ini hanya terjadi kepada mereka yang menjadikan murid, membaptis dan mengajar. Jaminan ini sulit terjadi kepada orang yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk dengan usahanya sendiri, sibuk dengan gayanya sendiri. Jaminan penyertaan ini tidak akan terjadi kepada mereka yang hanya berurusan dengan Tuhan kalau lagi susah. Ketika senang selamat tinggal Tuhan.

    Apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya?

    • Temukan di dalam diri kita potensi Ilahi, yang bisa digunakan untuk melayani Tuhan, jangan berdiam diri. Karena kepada masing-masing kita ada 10 ribu talenta. Itu nilai yang sangat besar.
    • Temukan tempat bagi kita. Di mana saudara dapat mengabdikan diri untuk melayani Tuhan. Temukan tempat di mana kita bisa semultiplikasi potensi ilahi itu kepada orang lain.
    • Mintalah petunjuk kepada Tuhan Yesus, untuk melatih potensi itu dan menggunakan untuk pekerjaan-Nya.

Jangan takut, Tuhan yang kita percaya menggenggam nyawa semua makhluk di alam semesta. Kita sedang berada di dalam proyek multiplikasi Yesus Kristus. Kita semua menjadi alat menyampaikan kabar keselamatan kepada semua orang. Kita adalah surat Kristus yang hidup, yang bisa dibaca dan di pahami semua orang. Ini adalah tugas dari yang Mulia Tuhan Semesta Alam. Amin.