Ringkasan Khotbah

Khotbah minggu ini terambil dari kitab 2 Raja-Raja 5:1-6, yang menceritakan tentang panglima tentara, Naaman, seorang terpandang dan sangat disayangi oleh Raja Aram.  Di tengah kelebihan dan kehebatannya, Naaman juga seorang yang sakit kusta (2 Raja-Raja 5:1).  Dan juga digambarkan bahwa Naaman punya dua pertemuan penting yang mengubah hidupnya, yaitu 1) Pertemuan dengan seorang perempuan dari negara Israel, 2) Pertemuannya dengan Nabi Elisa.  Hal ini berawal dari serangan orang Aram ke Israel sehingga perempuan Israel ini dibawa ke Aram sebagai tawanan.  Perempuan Israel ini akhirnya menjadi pelayan yang setia pada istri Naaman.  Nama perempuan tidak tercatat dalam Alkitab seakan bukan seorang yang penting, namun nama Tuhan dikenal lewat dia.  Ia memperkenalkan tentang Nabi Elisa yang mampu menyembuhkan sakit kusta tuannya itu.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan seorang perempuan kecil Israel ini:

  • Walaupun Naaman telah menyerang Israel dan membawa perempuan Israel ini sebagai tawanan, namun tidak ada firasat balas dendam dalam dirinya, bahkan ia sangat setia melayani keluarga Naaman.  Terlihat sekali bahwa keluarga Naaman sangat percaya padanya sampai-sampai tuannya Naaman pun menuruti perkataannya (2 Raja-Raja 3-4)
  • Terlihat juga bahwa gadis kecil ini dibesarkan dalam keluarga yang takut akan Tuhan, karena jelas sekali ia mempunyai pengetahuan yang cukup akan Tuhan Israel sampai ia merekomendasikan bahwa ada nabi di Samaria yang dapat menyembuhkan sakit tuannya Naaman.  Iman-nya kepada Allah Israel membuatnya terus melanjutkan hidup di negara asing Aram, yang adalah musuh Israel.  Sungguh suatu hal yang tidak umum.

Pertemuan kedua Naaman adalah dengan Nabi Elisa dari Israel, yang akhirnya membuat sakit kustanya sembuh.  Naaman sepertinya adalah seorang yang juga memiliki karakter yang temperamen (2 Raja-Raja 5:11-12), mungkin karena ia merasa ia adalah seorang terpandang sedangkan Nabi Israel bukanlah siapa-siapa dalam posisi kerajaan.  2 Raja-Raja 5:13 menyebutkan Naamam mengharapkan hal-hal yang sukar, sedangkan Nabi Elisa hanya menyuruhnya melakukan hal yang gampang sekali.  Beginilah kondisi manusia pada umumnya, dimana kita selalu mengharapkan hal-hal yang sukar dan juga sangat sulit untuk menerima hal yang mudah.  Marilah kita juga belajar dari Naaman, akhirnya ia patuh pada perintah Nabi Elisa dan dengan mudah ia dapat sembuh dari sakit kusta-nya.  Ia pun akhirnya diberkati juga dengan hal rohani dimana ia dapat merasakan sendiri karunia Tuhan Allah Israel yang hidup, sampai pada suatu titik Naaman mengakui bahwa tidak ada Allah lain di dunia ini selain Allah Israel (2 Raja-Raja 5:15).  Naaman sadar akan dirinya dan datang menyembah Tuhan dengan pemberiannya, tetapi Elisa menolak dan tidak menerima apa-apa darinya demi Tuhan yang hidup (2 Raja-Raja 5:15).  Dari hal ini Nabi Elisa menunjukkan bahwa dirinya adalah pelayan Allah dan Allah orang Israel tidak membutuhkan uang.