Pengkhotbah

Perikop
Matius 2:16-18

Ringkasan Khotbah

Mengapa Natal disebut Misteri?  Kebanyakan orang zaman sekarang mengidentikan Natal dengan damai.  Akan tetapi dalam peristiwa Natal juga tersimpan hal-hal yang tidak dapat dijelaskan seperti suatu misteri.  Satu contohnya dalam Matius 2:16-18, kita semua tahu Allah itu Maha Kuasa dan Maha Kasih, tetapi mengapa Allah membiarkan Raja Herodes melakukan pembunuhan terhadap semua bayi di bawah usia 2 tahun?  Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari hal mengapa Allah membiarkan semua ini terjadi:

  1. Supaya kita tahu bahwa Allah sendirilah yang berdaulat dalam hidup kita.  Natal berbicara tentang Allah yang lahir dalam dunia ini.  Lalu mengapa Allah harus datang turun dalam dunia yang kacau dan penuh kejahatan ini?  Mengapa Allah membiarkan Herodes melakukan semua yang keji ini?  Tuhan Yesus datang karena dosa & kejahatan tetap berkuasa dalam dunia ini.  Untuk itu Tuhan Yesus datang dan telah mengalahkan tiga hal: a) kuasa dosa, b) kejahatan, c) kuasa maut.  Misteri Natal ini menawarkan kita keselamatan/kemenangan atas kuasa dosa/maut.
  2. Supaya kita tahu bahwa hidup ini bukan berpusat pada diri kita sendiri tapi berpusat pada Allah.  Bila kita tidak dapat mengasihi sesama, hal itu malah menghancurkan diri kita sendiri.  Tetapi bila hidup kita berpusat pada Kristus, pasti gampang bagi kita untuk bisa mengasihi sesama.  Lalu mengapa Herodes membunuh semua bayi di bawah 2 tahun itu?  Itu karena Herodes adalah orang yang berpusat pada dirinya sendiri (self-centered).  Contoh lain dalam Alkitab tentang pembunuhan dan kaitannya dengan orang yg self-cented adalah pembunuhan Abel oleh Kain (Kej. 4).  Misteri Natal mengajarkan kita untuk mengikut Yesus.  Tuhan Yesus meninggalkan semua kemuliaanNya di Surga dan turun dalam dunia ini, dan Ia tidak self-centered.
  3. Segala pengorbanan dan air mata yang tercurah untuk Kristus tidak sia-sia, Allah melihat semuanya.  Dalam Mat. 2:18 dikutip suatu nubuatan terambil dari Yer. 31:15, dan mengapa nama Rahel disebutkan di sini?  Rahel merupakan ibu bagi bangsa Israel.  Ratapan Rahel di sini tersirat suatu harapan supaya bangsa Israel (anak-anaknya) yang saat itu sedang dalam pembuangan di Assyria dapat kembali ke tanah Kanaan, dengan kedatangan Sang Juruselamat.  Tuhan melihat semuanya dan segala air mata yang tercurah karena Kristus tidak akan sia-sia.