Ringkasan Khotbah

Allah tidak membiarkan dosa merusak semua rencanaNya, Ia konsisten dengan janjiNya kepada manusia (Kej. 1:28; 9:1). Maka rencana Allah yang agung digenapi dengan panggilan Allah kepada Abraham, yang sering dihubungkan panggilan gereja dalam Perjanjian Baru (1 Ptr. 2:9-10) “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” Ada 3 hal yang menunjukkan Panggilan Ilahi dalam Firman Tuhan saat ini:

1. Berfirmanlah Tuhan

Ketika Allah berfirman, berbicara, hal ini tidak ada dorongan siapapun atau mempengaruhi Allah, Allah sendiri berinisiatif untuk memperkatan kehendakNya, dan perkataan Allah sifatnya tidak berubah, dan sesuatupun tidak punya andil mengubah perkataan Allah. dalam hal ini Allah konsisten dengan firman yang diucapkan.

Mengapa Abraham yang dipanggil dan dipilih untuk melaksanakan rencana Allah? pertama-tama kita harus melihat siapa Abraham (Kej. 11:27-32). Abraham adalah anak Terah dan mereka berasal dari Ur-kasdim. Kota Ur memiliki kebudayaan yang luar biasa, mereka telah mengenal tulisan sejak 3000 th SM. Juga terkenal dengan kuil-kuil megah untuk penyembahan kepada dewa nannar (dewa bulan), sehingga dindikasikan bahwa keluarga Abraham adalah penyembah berhala, tidak mengenal Allah pencipta (band. Yos. 24:2).

Dalam penemuan arkeolog di dalam kuburan raja-raja Ur terdapat barang seni terbuat dari emas, perak dan tembaga, serta batu-batu berharga. Menggambarkan kota Ur di zaman itu, perekonomiannya maju, dan sangat menjanjikan masa depan.
Maka dapat disimpulkan, Allah memilih/memanggil Abraham dengan tujuan: (1) Allah ingin memperkenalkan pribadi Allah kepada Abraham sebagai Pencipta, berkuasa, dan yang layak disembah, dan (2) Allah bertujuan menyelamatkan/membebaskan Abraham dari kepercayaan yang gelap kepada terang

2. Perintah Pergilah

Perintah “Pergilah” sebenarnya menjadi kontra bagi Abraham, mengapa? pergi meninggalkan negeri, sanak saudara dan rumah orang tua menjadi tantangan besar bagi Abraham, dan itu membawa persoalan dalam hidup Abraham. Diperkirakan Terah berasal dari keturunan orang Amori, Sangat mungkin para leluhur Terah bermigrasi ke sebelah Timur dan sampai ke daerah Ur karena memang daerah “lengkungan bulan sabit” (crescent) ini terkenal sebagai daerah yang sangat subur.

Pada masa itu kepala keluarga sama dengan kepala suku, karena dipengaruhi oleh budaya patriakal. Unit masyarakat adalah keluarga, maka ayah sebagai kepala keluarga punya hak dan wewenang menegakkan hukum dalam keluarga. Istri, anak-anak serta budak, hartanya dikuasai oleh kepala keluarga. Lebih kejam lagi jika isteri, anak-anak dan budak yang tidak taat/membangkang, akan dibawah pada hukum sampai pada kematian.

Maka tindakan Abraham meninggalkan negeri, sanak keluarganya dan tanah keluarga sebenarnya memiliki 3 implikas beresiko:

  • Abraham berani mengambil sikap yang bertentangan dengan pandangan leluhur dan kebanyakan orang saat itu tentang masa depan
  • Abraham “melawan” adat istiadat yang diterima secara umum dan diakui secara mutlak oleh budaya pada saat itu
  • Abraham “melawan” ayahnya sebagai pemilik keluarga yang tidak dapat dibantah dan harus ditaati mutlak, bahkan pada saat ayahnya tersebut masih hidup dalam jangka waktu yang sangat panjang

Tetapi ada hal menarik dalam perintah itu memberikan keyakinan bagi Abraham, sehingga Abraham mengambil keputusan yang beresiko dan akan membawa bencana baginya. Kata pergilah dari kata ‘halakh’ sering digunakan pada ilah-ilah dan juga dari Tuhan Allah, yang menunjukkan memiliki sifat kuasa; pentingnya disini dituntut ketaatan, dan dalam perintah itu ada proses yang nantinya memberi harapan. Maka hal ini hanya berlaku bagi Allah, karena perintah Allah punya kuasa, konsisten, dan didalamnya ada janji yang akan ditepati, tentunya sebelum kepada janji itu ada proses. Dan kata pergilah ini menggambarkan suatu perlawanan, contohnya; prinsip, budaya atau kebiasaan.

3. Janji

Pada bagian ini janji Allah kepada Abraham dibagi 2: Top Line dan Bottom Line.

Top line berkaitan dengan janji berkat terhadap Abraham; “…membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur…”, hal dapat kita pahami mengenai janji kesuksesan dari Allah untuk Abram, tentunya bagi kita ini yang kita harapkan dan tentu setiap orang mengharapkan sukses dalam hidupnya. Selain kesuksesan Allah menjanjikan pemeliharaan dan perlindungan, bahwa Allah akan: “…memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau,…”, Maka hal ini yang meyakinkan Abram untuk taat akan perintah Tuhan, selain kata pergilah sudah menggambarkan harapan, tapi bagian ini Allah memperjelas perintahNya yaitu ada janji yang diberikan, dan janji Allah tidak akan berubah.

Bagian bottom line adalah sering dilupakan orang, dan tidak sedikit mengabaikan hal ini, “…dan engkau akan menjadi berkat.” Setelah Allah berfirman janji berkat untuk pribadi Abraham ada penekanan “menjadi berkat”. Bentuk perintah sesungguhnya mengungkapkan sebuah konsekuensi, Abram mendapat perintah pergi ke tengah-tengah negeri asing, dan melalui dia dan keturunannya Allah akan memberkati seluruh bangsa dibumi. Selanjutnya bagian terakhir ayt. 3 “…dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Inilah nubuat kedua dalam Alkitab mengenai kedatangan Kristus (lih. Kej 3:15).

  1. Ini mengenai berkat rohani yang akan disalurkan melalui keturunan Abram. Paulus mengungkapkan (Gal. 3:8,16), bahwa berkat ini menunjuk kepada Injil Kristus yang akan diberikan kepada semua bangsa.
  2. Janji Allah kepada Abram menyatakan bahwa sejak semula maksud Injil adalah untuk memberkati semua bangsa dengan keselamatan dan kemurahan. Kini Allah telah melaksanakan maksud itu melalui Yesus Kristus dan umatNya yang setia yang bersama-sama menanggung bebanNya dengan mengutus para pemberita Injil keada semua bangsa dibumi. Ayat ini menjadi landasan bagi tugas misi diseluruh dunia.

Panggilan Ilahi adalah panggilan Allah kepada Abram/Abraham, menjadi dasar historis panggilan Israel menjadi umat Tuhan. Dalam panggilan ini Abram harus meninggalkan dunia kafir sekitarnya, yang berarti ia harus meninggalkan tanah miliknya, kaum kerabatnya, serta melepaskan ikatan kesukuannya.Dalam panggilan ini ada janji berkat: keturunan, dan tempat baru. Ia akan menjadi bapa dari bangsa yang baru, dan menjadi besar otomatis bangsa lain akan melihat dan memuji Allahnya Abraham. Konsekuensi berkat kepada Abraham dan keturunannya, bangsa lain harus mendapat berkat itu melalui Abraham dan keturunannya.

Gereja adalah umat Allah yang kita pahami Kekristenan/umat Kristen, merupakan bangsa/keturunan Abraham secara rohani, tadinya hidup dalam kegelapan, telah dipanggil keluar dari kegelapan, masuk pada terang Kristus diberkati, kemudian keluar untuk membagi berkat rohani (keselamatan) kepada bangsa lain, mereka yang belum mendapat berkat itu.

Maka setiap orang percaya, sudah menerima janji berkat Allah (keselamatan) harus membagi berkat itu kepada orang-orang yang belum menerima berkat itu. Praktisnya; kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.