Pengkhotbah

Perikop
Lukas 5:1-11

Ringkasan Khotbah

Orang percaya di seluruh dunia harus menyadari bahwa setiap kegiatan aktifitasnya berkaitan dengan kehendak Tuhan. Penting untuk di renungkan bahwa pekerjaanku adalah pekerjaan Tuhan. Mengapa demikian? Karena banyak orang kristen telah terjebak oleh meterialisme yang di peragakan oleh dunia ini. Sehingga segala sesuatu dalan hidup ini, selalu di nilai dengan uang.

Seorang Kristen sejati harus memiliki penilaian yang berbeda dengan terhadap hidup, karena hidup berkaitan erat dengan pekerjaan. Mari kita belajar tentang pribadi Petrus dalam teks ini. Pekerjan seorang nelayan adalah pekerjaan yang mulia. Petrus adalah seorang nelayan. Bagaimana supaya statusnya sebagai seorang nelayan, pekerjaanya sebagai seorang nelayan menjadi pekerjaan yang mulia?

  1. Menerima Yesus hadir dalam pekerjaannya (Ayat 3)

    Mengundang Tuhan Yesus hadir dalam lingkungan pekerjaan kita bisa terjadi apabila seseorang telah menerima Dia sebagai Tuhanya secara pribadi. Ini adalah langkah paling utama, karena Tuhan Yesus berkata: “diluar Aku, kamu tidak bisa berbuat apa-apa”. Yohanes 15:5.

    Waktu Tuhan Yesus datang, Ia langsung naik ke perahu Simon. Simon bukan seorang pengangguran. Dia pekerja keras. Allah bisa memberkati kita kalau kita pekerja keras. Melalui pekerjaan itulah Allah menyalurkan berkatnya bagi umatnya.

    Simon menerima Tuhan Yesus naik dalam perahunya, dia membiarkan Tuhan Yesus menggunakan perahunya untuk digunakan sebagai mimbar memberitakan firman Allah. Ini adalah langkah awal seseorang bisa mengalami pemulihan dari Tuhan. Kalau Tuhan Yesus datang dalam hidupmu dan pekerjaanmu jangan menolak Dia.

    Menerima Tuhan Yesus dalam perahu kehidupan atau pekerjaan kita ditandai dengan, kesediaan hati kita membiarkan Tuhan Yesus menlalui firmanNya secara leluasa mengubah pola berpikir kita, menegur kita, dan menyatakan maksudnya kepada kita.

  2. Memberi Yesus kesempatan untuk menyatakan maksudnya (ayat 3-4)

    Setiap kita adalah perabot Rumah Allah di dunia ini. Setiap orang percaya adalah perabot rumah Allah. Ada yang di gunakan untuk tujuan yang mulia ada juga di gunakan untuk tujuan yang tidak mulia. Melalui FirmanNya yang di nyatakan kepada kita itulah yang akan memberikan titik terang kepada masing-masing kita bahwa, saya menjadi perabot Rumah Tuhan atau tidak, atau menjadi perabot rumah Tuhan untuk tujuan apa? Mulia atau tidak.

    Tuhan Yesus bisa hadir di tempat pekerjaan Simon, Dia juga bisa hadir di tempat pekerjaan kita. Tuhan Yesus bisa menyatakan firmanya di tengah kesibukan Simon, Dia juga bisa menyatakan Firmanya di tengah kesibukan kita.

    Hal ini telah diperagakan oleh Yusuf. Yusuf terus bekerja meskipun sering di fitnah dan di perlakukan tidak adil. Dia terus bekerja, tidak pernah mengeluh, dia tahu Tuhan yang di sembah oleh Yakub ayahnya juga hadir di Mesir menemani dia. Yahweh tidak hanya di Kanaan di rumah Yakub orang beriman itu, tetapi Dia juga ada di Mesir di tempat aku di buang. Oleh karena kesadaran inilah, Yusuf tetap menjaga sikap.

    Bagaimana dengan kita? Kadang orang Kristen lebih takut kepada pendetanya dari pada kepada Tuhan. Kalau ada pendeta atau di gereja manis sikapnya. Tetapi diluar gereja atau di tempat pekerjaan lupa kalau Tuhan yang di puji di gereja juga hadir di tempat pekerjaan.

  3. Menyadari keberhasilan adalah dari Tuhan (akibatnya sujud dan bersyukur kepada Tuhan) Ayat 8

    Jangan melupakan Tuhan. Bersyukur itu adalah persembahan yang mulia, kita harus menyadari bahwa keberhasilan yang kita raih itu pemberian Tuhan. Semuanya berasal dari Dia, kepada Dia dan untuk Dia.

    Simon tidak terpesona dengan berkat, tetapi dia menyadari bahwa Berkat yang diberikan Tuhan tidak pantas ia terima. Apakah ikan tiba-tiba dari air langsung lompat masuk perahu?? Simon harus menolak perahu lebih ke air yang dalam, harus menebarkan jala lagi, meskipun capek, dia tetap mau melakukanya.

    Capek itu normal, itu manusiawi. Tetapi meskipun capek kita tetap mau mengerjakan maunya Tuhan. Kalau saudara capek sedikit sudah malas datang ke greja, capek dikit malas baca Alkitab, malas berdoa. Jangan mimpi saudara, kalau anda teriak siang dan malam Tuhan cuek terhadap engkau. Mungkin Tuhan akan berkata: “maaf gua lagi capek, jadi tidak bisa memenuhi permohonanmu”. Bisa begitu? Bisa. Makanya harus tau diri.

  4. Jangan Takut menunaikan Tugas (ayat 10-11)

    Simon menjadi nelayanya Tuhan, untuk menjala manusia. Jangan takut! Dimanapun anda bekerja jangan takut bersaksi. Belajarlah memikirkan pekerjaan Tuhan. Jangan terus menerus memaksa Tuhan untuk memikirkan pekerjaan kita. Tetapi kita harus belajar dan memberikan waktu untuk memikirkan pekerjaan Tuhan. Kalau pekerjaanmu adalah pekerjaan Tuhan, tidak mungkin Tuhan membiarkan anda menderita sampai mati di tempat anda bekerja.

    Kalau studymu adalah pekerjaan Tuhan, anda pasti akan dibuat Tuhan cerdas dan pintar. Yang penting lakukan tugas kita, belajar. Tuhan akan melakukan tugasNya untuk mengaruniakan hikmat dan kepintaran.

    Pergunakan kesempatan studi dengan baik, ingat bahwa orang tuamu ditempat pekerjaan mungkin sampai lupa makan, mungkin kepanasan, kedinginan karena mencari nafkah untuk membiayai studi anda di sini. Kalau anda tidak bisa menjadi anak yang baik, anda pasti tidak bisa menjadi orang tua yang baik.

    Jangan Takut, dimanapun anda berada, disitu Tuhanmu juga. Tujuan Tuhan menempatkan anda di situ yaitu untuk menjadi kesaksian bagi mereka yang ada disekitarmu.

    Bersikaplah agung, ditengah dunia yang bengkok ini. Percayalah kehadiranmu akan menyebabkan dua hal:

    • orang melihat sikapmu baik, cara hidupmu baik, mereka akan merasa orang begini langka. Mereka yang tertarik dan percaya akan diselamatkan.

    • Tetapi orang yg terus berbuat jahat kepadamu, dipengadilan terakhir engkau akan menjadi saksi atas kejahatan mereka. Demikian sebaliknya, kalau sikap kita jelek, jahat, maka mereka akan menjadi saksi di pengadilan untuk menentang anda. Jangan takut bersikap agung.