Pengkhotbah

Perikop
Matius 26:47-50

Ringkasan Khotbah

Matius 26:47-50 mencatat kisah bagaimana Tuhan Yesus ditangkap di taman Getsemani, yaitu melalui salah seorang muridNya yang menyerahkanNya kepada imam-imam kepala.  Di balik semua ini, hal yang menarik adalah Tuhan Yesus menyebut Yudas sebagai teman bukan seorang musuh (Mat. 26:50), dan tentu saja ia  juga bukan lagi seorang murid yang sejati.  Murid yang sejati tentu akan mengikuti segala didikan, ajaran dan juga pola hidup gurunya, di mana totalitas hidup tertuju kepada gurunya sendiri.  Hal lain yang dapat kita renungkan adalah mengenai tanda “cium”, tanda ini biasanya digunakan sebagai tanda untuk menerima seseorang sebagai bagian dari keluarga atau persahabatan.  Akan tetapi, Yudas menggunakan “cium” yang sebetulnya adalah tanda yang baik ini sebagai tanda untuk menyerahkan Tuhan Yesus.  Tanda “cium” seperti ini sudah jauh berbeda dari arti sesungguhnya, di mana tanda yang baik dipergunakan dengan suatu maksud terselubung di belakangnya.