Ringkasan Khotbah

Allah yang kita percaya dalam Yesus Kristus adalah Allah yang tertib dan memiliki aturan main. Sehingga Allah itu dikenal dengan Allah Perjanjian. Israel mengenal Yahweh adalah Allah yang berjanji. Allah yang perjanjianya kekal dan tidak dapat dibatalkan begitu saja. Karena perjanjian kesetiaan Allah bukan terletak pada kekuatan dan kemampuan manusia yang rapuh; tetapi terletak pada kasih setia Allah yang kekal.

Maka dalam perjanjian Allah denga umatnya Israel ada semacam pengumuman tentang suatu masa yang akan terjadi diatas bumi dan israel yang mengikat sumpah janji setia itu harus mengikuti alur penggenapan janji itu.

Sejak para nabi sebelum Tuhan Yesus mengumumkan masa depan tentang program penyelamatan yang harus terjadi. Dalam teks ini masa itu sedang di genapi. Menjadi peristiwa yang sangat mengganggu jiwa apabila kronologis kematian seseorang telah diberitahukan secara jelas.

Apa makna pemberitahuan tentang kematian Yesus Kristus?

1. Pemberitahuan ini menyingkirkan keraguan akan kemesiasan Yesus

Yesus yang adalah Allah sangat tahu akan masa depan dan kenyataan yang akan dia alami terlebi apa yang tertulis dalam kitab suci tentang Dia harus di genapi.

Tuhan Yesus perlu menegaskan sampai tiga kali tentang penderitaanNya karena pada waktu itu banyak orang meragukan ke-Mesiasan Yesus.

  • Yesus disebut orang Nasaret. (Yohanes 1:45-52). Karena Mesias harus orang Betlehem Efrata kampung Daud (Mika 5:1), apakah Yesus bukan Mesias? Yesus Mesias karena lahir di Betlehem Efrata dari keturunan Daud.
  • Yohanes Pembaptis meragukan Yesus sebagai Mesias. (Matius 11:2-6; Yesaya 35:4-6;29:18-19).
  • Para murid meragukan Yohanes sebagai Elia yang akan datang mendahului mesias. (Markus 9:11-13; Matius 17:10-13).
  • Setelah Yesus bangkit masi ada yang ragu. Tomas. (Yohanes 20:24-29).

Bagaimana dengan kita? Apakah masih ragu dengan kemesiasan Yesus Kristus? Percayalah bahwa Yesus Kristus yang datang dan disalibkan 2000 tahun yang lalu di Yerusalem adalah Mesias.

2. Pemberitahuan ini menegaskan kebenaran nubuatan para Nabi dan perkataan Yesus

Nabi-nabi yang telah melaporkan rentetan janji tentang datangnya juruselamat yang terdapat dalam Alkitab adalah program yang di perkenalkan oleh Allah pencipta semesta. Ini bukan cerita isapan jempol, ini tidak sekedar ide dari para teolog, ibu bukan sekedar rumusan empiris dan epistemologi, dan ini bukan bujuk rayu supaya gereja ada jemaatnya dan dananya. Tetapi sesungguhnya ini adalah kebenaran Allah.

Allah Yahweh telah meneguhkan perkataan para nabi Yahudi karena mereka adalah perwakilan untuk menyatakan diriNya dan rencananya bagi manusia. Allah itu juga telah menjadi manusia dalam Yesus Kristus yang adalah penyataan kebenaran Allah yang tidak dapat dilenyapkan dengan kekuatan pemusnah, pedang, kemiskinan, penindasan, intimidasi, kesusahan bahkan kematian. Tidak dapat membunuh dan menghentikan kebenaran Allah.

Justru oleh kematian Yesus inilah menjadi titik awal perjanjian yang baru dengan umat yang baru di sahkan dengan darah perjanjianya yang kudus.

3. Pemberitahuan ini sekaligus proklamasi kepada dunia bahwa perjanjian yang baru telah dimulai (Yeremia 31:31-34)

Allah pernah bernubuat melalui nabi Yeremia, karena israel telah melanggar perjanjian yang diadakan dengan Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud. Maka Allah telah membuang Israel dan Yehuda dari tanah perjanjian itu sebagai bukti bahwa perjanjian itu telah usang. Sehingga Allah perlua mengkonfirmasi lagi perjanjianNya dengan umat manusia tentang keselamatan dan pembaharuan.

Allah tidak menggunakan lagi nabi, imam dan raja untuk mengikat kembali perjanjianNya denga Israel. Karena darah domba jantan yang sempurna tidak dapat menyucikan dari dosa. Karena terbukti bahwa setiap tahun mereka diingatkan akan dosa dengan adanya korban penghapus dosa dari dara lembu jantan atau domba jantan. Semuanya hanyalan simbol sampai datangnya sebuah persembahan yang lebih sempurna, yaitu Kristus.

Perjanjian lama yang ditulis pada loh-loh batu dimateraikan dengan darah Domba melalui perantaraan nabi dan imam dan raja. Sedangkan perjanjian yang baru dimeteraikan oleh darah Kristus yang adalah Allah yang menjadi manusia dan dituliskan dalam loh-loh hati manusia.

Maka kita yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat kita secara pribadi, beroleh pengampunan dosa dan menerima meterai baptisan Roh Kudus untuk hidup seperti Kristus hidup. Akibatnya akan dimuliakan bersama dengan Kristus.

Kolose 3:3-4, Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.