Pengkhotbah

Perikop
Rut. 1:1-22

Ringkasan Khotbah

Pada awal kitab Rut diceritakan bahwa kelaparan melanda tanah Kanaan.  Bila kita ingat lagi janji Allah terhadap Abraham, Ishak dan Yakub bahwa Kanaan adalah tanah yang yang berlimpah susu dan madunya, lalu mengapakah hal ini dapat terjadi?  Ini adalah akibat dari dosa mereka meninggalkan Allah YHWH (referensi: kitab Hakim-Hakim).  Juga dalam kitab Rut ini terlihat rupanya Elimelekh mulai meragukan tuntunan Tuhan, mereka pergi meninggalkan kota Bethelem menuju ke tanah kafir Moab.  Singkat cerita, pada akhirnya Elimelek dan kedua putranya Mahlon dan Kilyon meninggal dunia di tanah Moab, sehingga tersisa tiga orang janda tanpa suami yaitu Naomi, Orpa dan Rut.

Ketika Naomi mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan kembali umatNya di Kanaan, Naomi bergegas hendak pulang.  Kedua menantunya, Orpa dan Rut, pun ikut beserta dengan dia.  Namun dapat kita lihat bahwa Orpa dan Rut memilih dua keputusan yang berbeda; Orpa memilih pulang ke tanahnya sendiri Moab, tetapi Rut memilih ikut dengan Naomi dan Allahnya.  Keputusan Naomi ini adalah awal dari rencana Tuhan (dapat kita lihat bahwa namanya tercantum dalam silsilah keturunan Tuhan Yesus dalam kitab Matius).

Dari sini, pelajaran yang dapat kita ambil adalah bila kita menjadikan Tuhan sebagai Raja kita, pastilah hidup kita akan indah.  Dalam segala sesuatunya kita harus melibatkan Allah, dan jangan bertindak bila Allah tidak memerintahkan.  Naomi tidak berkeras hati dan ingin cepat-cepat kembali ke Bethelem, begitu pula halnya janganlah kita berkeras hati dan cepat-cepat kembali ke Allah.  Berapa lama pun kita meninggalkan Allah, jangan tunda lagi waktu untuk kembali ke Tuhan.  Waktu Naomi kembali ke Bethelem, ia mengembalikan Allah sebagai Tuhan-nya.  Tuhan akan memperhitungkan segala komitmen yang kita ambil.  Rut mengambil komitmen untuk ikut kembali ke Bethelem, dan dapat kita lihat ia mendapat kasih dan belas kasihan dari Boaz.

Setiap orang yang menjadikan Tuhan sebagai Allah mereka baik itu perorangan ataupun suatu bangsa, pastilah Allah akan memberkati bangsa itu.  Wariskan iman ini kepada anak-anak kita.  Warisan yang paling berharga yang dapat kita wariskan adalah iman kepada Allah.  Seberapa banyak pun uang yang kita miliki untuk diwariskan, bumi dan langit akan lenyap, dan uang kita tidak bernilai kekal.  Persembahan terbesar yang dapat kita berikan kepada Allah adalah persembahan hidup kita (Roma 12:1-2)