Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 1:12

Ringkasan Khotbah

Setiap ciptaan Allah, baik yang kelihatan mata ataupun tidak kelihatan harus dapat digarap oleh Allah.  Tujuan utama Allah menciptakan manusia di atas bumi adalah untuk memuliakan Allah.  Akan tetapi manusia yang diciptakan Allah menolak untuk digarap oleh Tuhan karena manusia ingin menjadi sama seperti Allah.  Alkitab mencatat, “semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).  Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, dari mulanya Allah terus-menerus menggarap manusia, dan ini dapat kita lihat dari Kej. 6:1-3 tentang dua kelompok anak-anak Allah dan anak-anak manusia.  Anak-anak Allah adalah kelompok manusia yang dapat digarap oleh Allah, sedangkan anak-anak manusia adalah kelompok yang tidak dapat digarap oleh Allah.  Potensi dalam diri manusia yang dapat digarap oleh Allah adalah roh dalam manusia (lihat Ayub 32:8, Amsal 20:27).  Potensi ini yang membuat Allah terus menerus bekerja untuk membawa manusia kembali kepada rancangan Allah yang semula.  Jadi, “penggarapan Tuhan” adalah usaha Tuhan untuk membuat seseorang yang percaya menjadi serupa dengan Allah, atau usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia kepada rancangan Allah yang semula.

Pertanyaannya adalah mengapa Allah begitu sibuk untuk menyelamatkan manusia?  Karena manusia adalah gambar Allah yang memiliki kualitas ilahi, yang berasal dari hembusan nafas Allah.  Roh yang ditempatkan Allah dalam diri manusia itu berpotensi untuk digarap oleh Allah dan itu diingin-Nya dengan cemburu (Yak. 4:5).  Lalu, siapakah manusia yang dapat digarap oleh Allah itu?

  1. Semua orang yang percaya dalam nama-Nya (Yoh.1:12b).  Percaya dalam teks ini menggunakan istilah “Pisteo” = mempercayakan diri kepada.  Artinya seseorang bisa diselamatkan apabila ia mempercayakan dirinya kepada nama-Nya (nama Allah yang menjadi manusia yaitu Yesus Kristus).  Sebagai referensi lihat juga Kis. 4:12.  Konsekuensi dari percaya adalah kesediaan orang percaya untuk masuk dalam tangan Allah dan dibentuk seperti bejana.
  2. Semua orang yang menerima-Nya (Yoh1:12a).  Langkah kedua untuk digarap adalah menerima sang penggarap itu yaitu Bapa di Sorga.  Selain percaya, kita harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan (Yoh 15:1).  Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus bukan lagi miliknya sendiri tetapi milik Kristus.  Menerima Tuhan Yesus berarti menjadikan dirinya milik Yesus, dan menjadi milik Tuhan artinya bersedia bahwa hidupnya digarap oleh Tuhan.
  3. Menerima kuasa.  Tuhan memberikan kuasa kepada mereka yang percaya dan menerima Yesus.  Kata kuasa ini juga mencakup Roh Kudus, Penebusan, Injil, dan karusnia-karunia.  Kebebasan terbaik yang diberikan Allah bagi orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah bahwa mereka telah dimenangkan oleh Tuhan Yesus dari kuasa dosa, maut dan Iblis.
  4. Menjadi anak-anak Allah.  Selain memberikan hal special kepada orang percaya, Tuhan juga menganggap setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai anak-Nya.  Menjadi anak artinya bersedia dibentuk, dibina, dididik, dan diajar oleh Allah.  Kekristenan bukan sebagian hidup kita, tetapi Kekristenan adalah sepenuh hidup kita.  Tuhan mau engkau bergaul karib dengan Dia, berapa banyak waktu yang engkau gunakan untuk bersekutu dengan Dia.