Ringkasan Khotbah

Pribadi Ananias

  • Ananias nama dari bahasa Ibrani Hanaya “Allah telah mengampuni”
  • Ananias bukan rasul, bukan nabi, bukan imam, dia adalah orang Yahudi biasa
  • Ananias orang yang taat dan saleh, dan dia orang yang dikenal baik dilingkungannya (Kis. 22:12).

Bagian ini sangat menarik disebutkan dalam goresan Lukas dalam Kisah Para Rasul yang yaitu mengenai umat Tuhan. Dalam Kisah Para Rasul umat Tuhan disebutkan:

  • Murid (Kis. 9:1,10,19,25,26,38)
  • Mengikut jalan Tuhan (Kis. 9:2)
  • Orang-orang kudus (Kis. 9:13,32,41)
  • Orang-orang yang memanggil nama Allah (Kis. 9:14,21)
  • Saudara (Kis. 9:17,30)

Maka penyebutan Ananias sebagai murid Tuhan yaitu; Orang Yahudi yang taat, setia mengikut jalan Tuhan (Taurat), dan telah mengikut Yesus.

Ananias mendapat karunia penglihatan dari Tuhan, dan ini bukan karena kesalehan Ananias tapi Tuhan memilih Ananias sebagai sarana menyatakan kehendak Allah. Ananias kesalehannya menunjukkan ia selalu mendekatkan diri kepada Tuhan; melakukan, menjalankan hukum Taurat dengan taat dan setia, artinya dia tidak menyimpang dari hukum Taurat tersebut dan aplikasi praktis dari kesalehannya, Paulus mengatakan ia terkenal orang yang baik di lingkungannya .

Tanggapan Ananias tentang Saulus

  • Ananias menanggapi Firman Tuhan dalam penglihatannya dengan membandingkan situasi/keadaan yang dia dengar dari banyak orang mengenai Saulus.
  • Ananias menilai Saulus adalah orang yang melakukan kejahatan terhadap orang-orang kudus di Yerusalem, dan ia tahu bahwa Saulus mendapat kuasa penuh dari para imam kepala datang ke Damsyik untuk menangkap orang-orang yang memanggil nama Yesus.

Hal ini menunjukkan Ananias adalah bagian dari orang-orang yang dicari oleh Saulus. Maka respon Ananias kepada Tuhan menunjukan ada keraguan, kemungkinan Saulus juga akan menangkapnya. Walaupun Tuhan sendiri yang berfirman kepada Ananias tapi situasi sangat mempengaruhinya sehingga menyebabkan keraguan terhadap Saulus.

Respon Ananias setelah Allah menyatakan kedaulatanNya

Walaupun masalah, ancaman penderitaan, mungkin akan berhadapan dengan ancaman maut, Ananias tidak menunjukkan keraguan dalam tindakannya, tapi ia melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan kepadanya, mengapa? karena janji Allah menjawab keraguan, ketakutan Ananias. Janji itu ialah Kis. 9:15:

  • Saulus/Paulus akan menjadi alat pilihan bagi Allah memberitakan nama Allah didalam Nama Yesus.
  • Melaksanakan pelayanan khusus kepada bangsa-bangsa (band. Kis. 13:46-47, 18:6, 22:21), serta kepada raja-raja, dan orang-orang Israel.

Hal ini merupakan perkataan mengejutkan bagi Ananias sebagai orang percaya sebagai seorang Yahudi yang setia Ananias (Kis. 22:12-13). Kenyataan, situasi sulit tidak menghambat Ananias untuk melakukan perintah Tuhan, kenapa karena Tuhan memberikan perintah dengan maksud dan tujuan yang jelas yaitu misi kerajaanNya. Tuhan tidak menjaminkan keselamatan bagi Ananias ketika nanti bertemu dengan Saulus, tapi Tuhan menjamin bahwa orang yang akan ia temui adalah orang yang dipilih Tuhan untuk memberitakan Yesus, dan yang akan mengalami penderitaan karena namaNya. Seharusnya Ananias adalah orang yang taat kepada Tuhan yang menjadi alat Tuhan melaksanakan tugas panggilan itu, bukanlah seorang penindas yang telah banyak menyiksa dan memenjarakan pengikut Tuhan. Tapi bagian ini kedaulatan Tuhan membuat Ananias bertindak sesuai perintahNya, tidak banyak menuntut ini dan itu, tidak khwatir atau ragu. Dalam kedaulatanNya, Ananias yang hanya orang biasa, bukan nabi bukan rasul, tapi dia adalah bagian dari murid Tuhan, orang kudus, diberikan tanggungjawab oleh Tuhan mengurapi seorang yang akan menjadi penginjil ternama, bukan hanya menumpangkan tangan kepada Saulus tetapi dengan kuasa Tuhan ia mengurapi Saulus dengan Roh Kudus.

Melalui Ananias Paulus menjadi orang besar

Setelah itu , Paulus berkhotbah, mengajar didaerah Ananias tinggal, Ananias tidak merasa tersaingi karena Paulus bisa mengajar maupun berkhotbah memberitakan tentang Yesus adalah Anak Allah. Bisa saja Ananias merasa bangga dan menyombongkan diri karena telah mengubahkan Saulus yang jahat menjadi baik, dia tidak melakukan itu. Setelah Ananias mengurapi Saulus, dia tidak muncul lagi tapi dalam kesaksian pertobatan Paulus, Paulus menyebutkan nama Ananias.

Aplikasi

  • Kehidupan Ananias memberkati/mengingatkan kita untuk hidup saleh, tekun dan setia didalam Tuhan
  • Belajar untuk tidak harus menilai negatif seseorang karena mendengar banyak orang
  • Khwatir, ancaman sekalipun bukanlah hambatan untuk menjalankan perintah Tuhan
  • Sekalipun kita tidak menjadi ternama atau populer, tapi melalui kita Tuhan bisa pakai ada orang-orang yang menjadi orang besar karena mulut dan sikap kita (hidup menjadi berkat)