Ringkasan Khotbah

Realita yang terjadi di Indonesia, ketika hukum tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Nasib baik seorang Arsya (nama samaran), yang menabrak orang sampai meninggal, dan ia tidak dipenjara karena sekolah keluar negeri dan karena ia anak seorang menteri. Ingat kasus nenek yang diadili karena mengambil ranting di tempat orang dan berakhir di bui. begitu juga seorang gadis menjadi cacat di Aceh karena kena serempet kendaraan oknum polisi, dan oknum tersebut bebas dari hukuman, dan masih banyak lagi keadilan di Indonesia memandang sebelah mata. Uang, jabatan, kekuasaan, bisa lebih tinggi dari hukum itu sendiri. Sehingga begitu murahnya keadilan di Indonesia. Hukum menjadi mahal di negeri Indonesia, sehingga muncul keadilan bisa dijual, sehingga membuat takut bagi kalangan di bawah dan menjadi teman kalangan atas bagi yang berduit, punya jabatan dan kekuasaan.

Tapi sebelumnya terjadi dengan Yeremia, ia menyuarakan suara Allah kepada umat-Nya, tapi mereka tidak mendengar, mereka mengabaikan, bahkan dirinya pun disiksa. Tetapi Yeremia punya harapan karena ia telah menerima janji Allah tentang Sang Adil dari Tunas Daud, yang akan memerintah Israel bahkan seluruh dunia dengan seadil-adilnya, karena Dia adalah keadilan itu sendiri, yaitu dalam tema kita hari ini: Kelahiran-Nya Mendatangkan Keadilan

Raja-raja yang tidak adil

Kematian raja Yosia, dimana Yeremia sudah melayani sebagai nabi pada zamannya, orang meratapinya karena dia raja yang baik, takut akan Tuhan, sehingga Yeremia membuat syair ratapan dan itu menjadi tradisi orang Yahudi baik laki-laki dan wanita menyanyikan syair-syair ratapan mengenai Yosia dan itu semuanya itu tertulis dalam kitab Ratapan. (2Taw. 35:25). Sesudah raja Yosia muncullah raja-raja yang melakukan jahat dimata Tuhan yaitu raja Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia, maka kalau kita lihat pasal-pasal sebelumnya (21-22) Yeremia menubuatkan penghukuman bagi raja-raja tesebut, karena ketidaksetianya mereka kepada Allah. Pada ayat pertama dikatakan celakalah para gembala…, yang dimaksud disini ialah raja-raja yang memimpin bangsa Israel sebagai gembala, tidak menuntut umat gembalaannya dengan baik, malahan membawa kepada kesesatan. Mereka membiarkan (menghancurkan, mebinasakan, mencerai-beraikan, menghamburkan) umat Tuhan tidak memiliki arah yang benar dan akan mengalami kebinasaan dari Tuhan. Tindakan yang dicela oleh Yeremia tentang pemimpin-pemimpin itu yaitu tidak menjaganya dengan baik.

Tindakan Allah terhadap keadilan

Allah berjanji akan menghukum mereka, kata membalas bukan menunjukkan Allah seorang pendendam tapi Allah hadir untuk menghukum mereka yang tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya. Allah sangat tidak suka dan menganggap suatu kejahatan jika tugas yang diberikan tidak dijalankan dengan baik dan hal itu membuat Allah murka dan akan menjatuhkan hukuman yang sangat berat.

Tindakan Allah yang begitu mengasihi umat-Nya Ia sendiri yang akan bertindak untuk mengumpulkan umat-Nya yang sudah tercerai-berai dan yang sudah dibiarkan oleh pemimpinnya. Allah berjanji bukan hanya mengumpulkan mereka tetapi membawa mereka ketempat asal mereka, yaitu dimana mereka mendapatkan makanan, padang menunjukkan tempat kehidupan yang layak dan menikmati hidup sesungguhnya, dan disanalah mereka akan tinggal dan berkembang menjadi banyak. Allah juga berjanji akan mengangkat gembala-gembala yang akan memimpin mereka, mengembalakan mereka, sehingga mereka tidak ada lagi merasa ketakutan, tetapi mengalami kedamaian, dan tidak dibiarkan satupun yang hilang, dan ini merupakan janji Tuhan.

Janji tentang raja keadilan

Allah memberikan harapan yang pasti dan akan terjadi bahwa ada tunas Daud yang begitu adil, memerintah dengan bijaksana sebagai raja, dan akan bertindak dengan adil dinegeri itu. Sebelumnya pada pasal 21-22 Allah mengutuk dan akan menghukum raja-raja sesudah Yosia, bukankah mereka adalah keturunan Daud. Sekalipun Yoyakin masih diberi kesempatan hidup dipembuangan, tetapi keturunannya Allah berjanji tidak akan duduk diatas tahta Daud. (Yer. 22:30). Tapi jika kita lihat dalam ayat 5 …waktunya akan datang… , disini menjelaskan ada pada suatu masa, dan masa itu tidak ditentukannya, tapi jelas janji itu akan terjadi bahwa, akan ada seorang raja yang lahir dari keturunan Daud, dan jika ini dikaitkan dengan Yesaya 11:1 yang menunjukkan tunas yang keluar dari tunggul Isai (ayah Daud), dan tentunya mengarah pada Yesaya 9:5-6 yang menubuatkan sang Mesias. Hal ini dapat dipahami bahwa Yeremia bukan menubuatkan raja yang akan hadir dari orang Israel, selain Yesus tidak ada lagi raja yang memimpin bangsa Israel dan Yehuda, kecuali Herodes itupun raja boneka yang menentang Allah. Yeremia dipakai Allah untuk menubuatkan kedatangan sang raja adil. Sang raja adil akan memimpin dengan bijaksananya, dan menciptakan keadilan dinegeri. Melalui pimpinannya Yehuda dan Israel akan dibebaskan dari kesengsaraan, dalam Yesaya 9:1-3 …., akan hidup damai, sejahtera jauh dari kesengsaraan. Dan Allah berjanji akan mengembalikan ketempat asal yaitu ditanah sendiri.

Kesimpulan:

  • Allah akan menghukum para gembala yang tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang telah dipercayakan Allah kepada mereka, serta membiarkan domba-domba gembalaan Allah sendiri hilang dan terserak. Dan Tuhan akan membalaskan perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
  • Tuhan melihat dan mendengar setiap jeritan dari domba-domba yang terhilang dan akan mengumpulkannya kembali ketempat semula dan bergabung dengan kawanan domba yang lain. Dan ketika itu Tuhan akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang sungguh-sungguh akan bertanggung jawab menjaga melindungi, sehingga domba-domba tidak merasa takut, tidak hilang.
  • Raja yang adil disebut Gembala akan memperlakukan domba dengan adil, dan gembala ini adalah yang dangkat Tuhan sesuai dengan rencana da kedaulatan-Nya, sejak kekekalan yaitu gembala yang berasar dari keturunan raja, yaitu raja Daud, Dialah Yesus Kristus yang menjadi penyelamat bagi seluruh umat manusia, dan Dia disebut orang Raja Keadilan.

Aplikasi

  • Terhadap diri sendiri: Dalam memimpin diri sendiri, seharusnya ita adil dalam memenuhi hidup. Dalam memenuhi hidup keinginan harus seimbang dengan kebutuhan, kebutuhan jasmani harus seimbang dengan kebutuhan rohani.
  • Keadilan yang diwujudkan terhadap sesama: Tidak hanya ketika menjadi pemimpin tetapi marilah mewujudkan peran kita yang adil didalam keluarga. Peran dalam berorganisasi, dalam kelompok atau apa saja dan dimana saja setiap peran kita harus bertindak adil terhadap sesama.
  • Ketika kita mengalami ketidakadilan Allah telah mewujudkan keadilan itu bagi umat-Nya Israel, dan juga bagi setiap umat yang percaya melalui pengorbanan-Nya anakNya yang tunggal, kelahiran kematian dan kebangkitan Kristus wujud keadilan Allah dalam memberikan kasih-Nya kepada umat-Nya. Maka berpengharapanlah kepada Yesus yang memberikan keadilan bagi kita.