Pengkhotbah

Perikop
amsal 20:5-6,9

Ringkasan Khotbah

Jika seseorang berhasil dalam hidupnya maka akan banyak orang datang menjadi teman,orang yang gagal dalam hidupnya akan tahu siapa teman yang sesungguhnya. dari ilustrasi yang disampaikan oleh Aristoteles ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kesetiaan teman yang sejati bukan di dalam kelimpahan saja, namun juga di dalam kekurangan.

Kata “setia” pada ayat ke 6 dituliskan dengan kata “Pistis” dalam bahasa Yunani yang bisa diartikan sebagai faith (iman) dan faithfullness (kesetiaan). maka dari itu iman identik dengan kesetiaan. Akar dari iman adalah kepercayaan dan kepercayaan itu diwujudkan dengan kesetiaan.

Kesetiaan itu sendiri melibatkan tanggung jawab yang menuntut ketaatan sampai akhir. Seperti perumpaan tentang talenta, sang tuan memuji para hamba dengan sebutan hamba yang baik dan setia, karena mereka mentaati apa yang diperintahkan oleh tuannya sampai akhir

Bentuk kesetiaan juga dapat berupa menepati janji. seperti Allah yang selalu menepati janjiNya pada Abraham dan umat Israel.

makna sesungguhnya dari ayat 6 yang mengatakan “banyak orang menyebut diri baik hati” adalah banyak orang yang menyatakan kebaikan hatinya dari perilaku dan perbuatan mereka masing-masing, namun bukan berarti orang baik itu menunjukkan bahwa mereka orang yang setia, karena ketidaksetiaan itu sendiri telah menjadi budaya ditengah manusia berdosa.

Tidak ada manusia yang hatinya benar-benar murni, karena manusia sudah mengalami kehancuran secara total. Hanya dengan kemurahan dan pekerjaan Tuhan semata manusia dapat diselamatkan tidak ada andil manusia yang memutuskan untuk diselamatkan, namun masalah sesungguhnya bukanlah pada budaya, namun ada pada hati dari manusia. Hati yang setia adalah hati yang sudah dikuduskan oleh Tuhan. sehingga dapat melawan arus budaya.

dalam bahasa Ibrani “Kheset” yang meiliki arti kasih setia, itu lebih berharga dari hanya sekedar kasih. Atas dasar cinta kasih akan membuat ikatan yang dilakukan dengan ikrar janji yag tidak tergoyahkan, maka dari itu kesetiaan (kasih setia) memiliki makna lebih dalam dari cinta kasih. Kesetiaan itu perlu dibuktikan dengan perbuatan bukanhanya dengan sekedar ikrar.

 

dirangkum oleh

Matius Ridwan Kusuma