Pengkhotbah

Perikop
Lukas 7:1-10

Ringkasan Khotbah

Lukas 7:1-10

Jagalah pikiranmu, karena pikiranmu akan menjadi kata-kata, karena kata-kata akan memperngaruhi kelakuanmu, jagalah kelakuanmu karena kelakuanmu akan menjadi kebiasaan. Jagalah kebiasaanmu karena kebiasaanmu akan menjadi nilaimu. Ketika kita berbicara tentang iman Kristen penilaian kita tidak lepas daripada penilaian iman.

Pada ayat 9, Yesus heran kepada iman dari perwira ini. Yesus membandingkan perwira ini dengan orang Israel, umat pilihan Allah. Yesus menemukan iman perwira ini lebih besar dari orang Israel. Umat Tuhan di Kapernaum tidak meresponi kebaikan Tuhan yang mereka terima, mereka merasa hal tersebut adalah hal biasa, namun seorang perwira romawi dalam kemiliteran pangkat centurion atau perwira ini merupakan posisi penting dalam menggerakkan prajurit, ia dapat menabjukan hati Tuhan dengan hal-hal berikut:
• Perwira ini mempunyai alamat yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Perwira ini sangat dekat dengan tua-tua Yahudi, ia lari kepada Tuhan ketika menyelesaikan masalah. Padahal yang sakit hanya seorang budaknya. Namun perwira ini memiliki kasih yang begitu besar kepada budak tersebut.

• Ayat 4-6, menunjukkan bahwa perwira tersebut datang kepada Tuhan dalam kerendahan hati. Ia meminta tolong kepada tua-tua Yahudi untuk mendatangi Tuhan Yesus, ia merasa tidak layak untuk memohon secara langsung kepada Tuhan. Bahkan ia menyuruh sahabatnya untuk menyatakan ketidak-layakannya dihadapan Tuhan, walaupun ia sudah berbuat banyak untuk Tuhan dalam kehidupannya. Ketika datang kepada Tuhan ia meniadakan jasa-jasa yang sudah ia lakukan, hal ini membuat Tuhan kagum.

• Ayat 7, menunjukkan keyakinan akan kuasa firman Tuhan. Perwira ini mengaitkan otoritas Tuhan berada diatas segalanya. Bahkan atas situasi dan kondisi yang ada. Hanya melalui firman Tuhan dapat melampaui segala sesuatu, karena firman itu sendiri adalah tindakan Allah mengerjakan segala sesuatu

• Tindakan perwira ini mempermuliakan Tuhan Yesus dan menyenangkan hati Tuhan. Inilah tujuan akhir dari setiap masalah. Bukan hanya bebas dari masalah.
Apakah Tuhan dipermuliakan dalam setiap kita menyelesaikan masalah. Mari kita memiliki respon yang benar terhadap masalah, untuk mempermuliakan Tuhan, karena hal itu akan menakjubkan hati Tuhan.