Ringkasan Khotbah

Seringkali kisah Naaman disembuhkan disalahpahami ketika pertanyaan ini muncul: “siapakah aktor utama di dalam kisah ini?” Ada begitu banyak jawaban: Naaman, Nabi Elia, anak perempuan dari Israel, bahkan Gahasi juga disebutkan.

Sesungguhnya, aktor utama ini bukan lain daripada Allah itu sendiri!
Mengapa Allah adalah aktor utama dari kisah ini? Jika kita melihat seluruh rangkaian, Allah bekerja dengan cara-Nya yang melampui apa yang bisa kita pikirkan. Cara kerja Allah:

1. Ketika bangsa Israel tidak taat, Allah memberikan bangsa Aram kemenangan mengalahkan bangsa Israel.
Allah berpihak kepada bangsa Aram karena Allah tidak berkenan dengan bangsa Israel yang berdosa, sehingga dihajar oleh Tuhan melalui cara Tuhan sendiri, yaitu Israel dikalahkan bangsa Aram. Kekalahan ini mengizinkan Naaman, panglima raja Aram boleh menawan anak kecil Israel.

2. Allah berkarya melalui anak kecil yang menjadi tawanan dan raja Israel yang kalah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Sekalipun Naaman, panglima  yang disayangi dan dipakai oleh raja mengalahkan Bangsa Israel, Naaman mengalami sakit kusta. Dalam kondisi ini , Tuhan memakai anak perempuan Israel yang ditawan menawarkan Allah bangsa Israel sebagai jalan keluar kepada Naaman sehingga Allah boleh diperkenalkan kepada Naaman. Alkitab berkata, Naaman percaya dan dan pergi ke Israel atas izin raja (Allah bekerja dalam hati raja bangsa Aram). Allah juga mengintervensi hati raja orang Israel sehingga memproklamirkan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berdaulat menghidupkan dan mematikan (2 Raj. 5:7).

3. Allah berkarya dalam hidup Naaman. Orang yang mengalami penyakit kusta semestinya dikucilkan dan penyakit ini tidak bisa diobati. Namun, melalui sakit kustanya, Tuhan mengajar Naaman dan memulihkan Naaman dengan cara-Nya. Di dalam cara-Nya, Tuhan merobohkan keangkuhan Naaman yang tidak mau mandi di sungai Yordan, Tuhan juga merobohkan cara pandang Naaman yang merasa sesuatu harus berjalan sesuai dengan caranya bukan CARA TUHAN. Di dalam cara-Nya, Tuhan pakai Elisa, pegawai-pegawai Naaman yang tetap menasehati Naaman sekalipun Naaman enggan mandi di sungai Yordan, dan juga Nabi Elia yang menolak pemberian Naaman untuk menunjukkan bahwa Allah bukanlah allah yang bisa disogok dengan pemberian. Allah menyembuhkan Naaman dari penyakit kusta dan terlebih lagi Naaman datang menyembah Tuhan.

Dari kisah ini kita boleh melihat bahwa Allah  berdaulat atas segala sesuatu dan Allah bekerja dengan cara-Nya. Manusia tidak boleh sombong karena hidup kita adalah kasih karunia Allah. Ketika kita mendahulukan Allah bagi Tuhan tidak ada yg mustahil karena Allah selalu bekerja dengan cara-Nya.

Kekalahan Israel atas bangsa Aram adalah berkat dari Tuhan, untuk mengajar bangsa Israel untuk selalu taat kepada Tuhan. Panglima Naaman sakit kusta juga adalah berkat dari Tuhan, karena dia boleh melihat Tuhan memulihkan sakitnya. Bahkan bukan hanya sembuh secara fisik tetapi sembuh secara rohani (2Raj. 5:17-19) .
Anak kecil jadi tawanan juga merupakan berkat Tuhan bagi bangsanya.

Kita juga boleh belajar dari Nabi Elia yang tetap menjaga hatinya untuk tidak merebut kemuliaan Tuhan.

Ketika dalam kekacauan hidup (tantangan, penderitaan) harusnya manusia semakin taat dan datang kepada Tuhan dan minta pertolongan Tuhan memulihkan dan mengintervensi hidup kita.

Ditulis oleh Sdri. Serioca