Pengkhotbah

Perikop
Lukas 23:40-43

Ringkasan Khotbah

Yesus sendiri memproklamirkan dari keselamatan penjahat yang di sebelah kanan Dia. Hal ini menunjukkan di dalam Kristus ada kepastian. Keselamatan itu pasti. Tuhan tidak menimbang-nimbang lagi ketika memberikan pengampunan. Allah tidak pernah melihat jasa untuk menyelamatkan namun hanya dari anugrah dari Allah manusia boleh menerima keselamatan.

Yesus membawa iman ditengah kemustahilan. Hal ini dapat dilihat dari kondisi-kondisi berikut

  1.  Penjahat di kanan beriman di tengah-tengah lingkungan yang mayoritas mencela Tuhan (ayat 35-39). Allah selalu menjadi mayoritas, iman yang muncul akan selalu mengalahkan mayoritsas dari lingkungan. Penjahat di sebelah kanan sadar diri bahwa ia sadar diri bahwa ia orang berdosa. Ia tahu bahwa hanya Kristus yang bisa menyelamatkan. 
  2. Iman penjahat di sebelah kanan mampu beriman dalam kondisi Yesus yang sedang disalib. Salib adalah tempat orang yang tidak berdaya dan ujungnya adalah kematian. Namun penjahat di kanan bisa melihat menembus makna daripada salib dan sanggup melihat Yesus sebagai pribadi Allah yang dapat menyelamatkan. 
  3. Penjahat ini mampu melihat ada kehidupan di balik salib. Di balik penderitaan ada rencana yang indah yang Tuhan rencanakan. 

Dengan imaan kita dapat melihat dibalik semua kesakitan ada rencana yang indah. Iman tidak akan dikalahkan oleh apapun juga. Iman bukan diukur dari uumlah tetapi ditentukan dengan siapa kita berjalan. Tuhan berjalan dengan kita maka kita dapat melakukan semuanya dengan tetap beriman dengan melihat karya di dalam tangan Tuhan.