Pengkhotbah

Perikop

Ringkasan Khotbah

Luk 19: 28-44

Dalam bahasa Yunani sering kali kita mengenal 2 konsep waktu, kronos dan kairos. Namun, ada 1 konsep waktu yang seringkali tidak disebutkan yaitu “horah”. Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, Ia berkata “supaya genap waktunya”. Kata waktu disana menggunakan kata “horah” yaitu waktu yang ditentukan Allah sendiri.

Yesus masuk ke Yerusalem diwaktu yang spesifik (Kel 12:3-7). Pada tanggal 14 bulan nisan akan ada pengorbanan domba paskah, dan pada tanggal 10 sudah ada pemilihan domba-domba. Yesus memasuki Yerusalem pada tanggal 10 bulan nisan dengan makna Yesus memilih diri-Nya untuk menjadi anak domba Allah. Tidak ada yang memilih Yesus untuk menjadi korban, tetapi Yesus sendiri yang memilih diri-Nya untuk masuk dalam penderitaan itu sendiri. Didalam horah-Nya sendiri Ia memilih diri-Nya. Yesus masuk dikatakan sebagai raja, tetapi juga sebagai Anak Domba Allah.
Tanpa Yesus menyerahkan diri-Nya, tidak ada yang bisa menggantikan kita untuk diselamatkan. Yesus masuk mengerjakan karya keselamatan itu sendiri dan menjadi dombah paskah untuk kami semua. Yesus yang memilih diri-Nya sendiri didalam ketetapan Allah Bapa untuk masuk didalam penderitaan itu sendiri.

Yesus sendiri yang memimpin umat-Nya dan mengalahkan musuh-Nya. Pertempuran antara Yesus dan Iblis mulai ketika Ia menginjak Bukit Zaitun, dan Bukit Zaitun adalah lambang dimana Yesus berdiri dan memproklamirkan kemenangan (Luk 19:23, Zak 14:3)
Kita yang sudah dimenangkan Tuhan tidak pernah memulai hidup ini daripada kekalahan, namun kita memulai hidup ini daripada kemenangan yang dikaruniakan Tuhan bagi kita. Maka orang percaya harus mengklaim seperti Rasul Paulus berkata: “oleh karena Kristus kita lebih daripada pemenang”. Waktu kemenangan sudah Tuhan sediakan bagi kita.

Luk 19:37 berbicara tentang Yesus mengendarai keledai. Mengapa Yesus harus menggunakan kedelai, sedangkan seringkali seorang raja mengendarai seekor kuda? Kuda melambangkan peperangan dan keledai melambangkan situasi yang damai. Yesus masuk dengan keledai sebagai Raja yang memberikan kedamaian bagi umat-Nya.
Maz 62:1 Raja Daud mengatakan “hanya dekat Allah saja aku tenang”. Raja Daud mempunyai popularitas, jabatan dan kekayaan. Namun Raja Daud hanya mendapatkan ketenangan di dalam Allah. Segala sesuatu yang ada pada dunia ini tidak dapat memberikan kedamaian tetapi hanya Allahlah yang dapat memberikan kami ketenangan dan kedamaian. Damai sejahtera itu datang hanya kepada mereka yang berkenan kepada-Nya.

 

dirangkum oleh,

sdri. Tati Mariana Winata