Ringkasan Khotbah

Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa menyebabkan suatu kehancuran pemahaman terhadap maksud Allah menciptakan manusia. Pada prinsipnya kebutaan dan kepicikan telah melanda semua umat manusia. Maka sepanjang sejarang manusia yang berdosa ingin menaklukkan dunia dan alam semesta dengan berbagai upayanya. Misalnya:

  • Hitler ingin menguasai Eropa dan mau menaklukkan dibawah kakinya tetapi nyawanya melayang.
  • Alexander Agung mau menguasai seluruh dunia, tetapi setelah menyerang Yerusalem, dalam perjalanan ke Mesir harus mati karena sakit kolera. Mati pada usia 32 tahun.
  • Suharto ingin menguasai Indonesia, tetapi gagal karena dikudeta oleh mahasiswa. Dan banyak contoh lain.

Manusia memiliki nafsu untuk menguasai alam smesta tetapi tidak bisa terwujud, ini berarti didalam diri manusia ada ide, ada hayalan, tetapi tidak dapat mewujudkanya. Manusia memiliki kesadaran akan ketidak terbatasan, tetapi manusia sendiri tidak berdaya karena dia terikat dalam keterbatasan daging yang fana. Semua manusia egois yang ingin menguasai dunia dengan kehebatanya telah gagal. Sehingga setiap manusia seharusnya sadar akan keberadaanya sebagai mahkluk yang telah berdosa.

Didalam kehidupan pelayanan Musa, Harun dan Miriam juga diwarnai oleh sebuah keegoisan manusia berdosa yang tidak disadari. Apa yang terjadi dengan ketiga tokoh iman dalam Aklitab ini?

1. Miryam

Siapakah Miryam? Dia adalah kakak kandung Musa. Dia adalah seorang Nabiah. Apakah dia setia dalam melayani Tuhan? Dia setia. Tetapi apakah dia setia dalam segenap Rumah Tuhan? Dia tidak setia. Mengapa demikian karena Miriam menentang Musa perihal perempuan Kush. Ini menjadi pembahasan menarik. Masalah yang terjadi ternyata di tanggapi oleh Allah dengan serius.

Tentulah harus demikian. Karena mereka adalah pemimpin bangsa. Mereka ditugaskan untuk memimpin bangsa yang tegar tengkuk. Perpecahan terjadi di kubuh para pemimpin bangsa. Ini adalah masalah serius dihadapan Allah. Seakan Miryam memberi kesan bahwa bukan hanya Musa Nabi, saya juga nabi, Tuhan juga berbicara kepada saya dan Harun, bukan hanya kepada Musa.

Perkataan yang muncul karena meresponi sikap Musa mengambil perempuan Kush. Karena musa telah memiliki seorang istri namanya Sipora. Maka bagi Miryam, Musa sebagai seorang Nabi tidak etis berbuat demikian. Kesalahan Miryam adalah dia tidak membicarakan hal ini langsung dengan Musa. Tentunya sebagai seorang pemimpin bangsa, juga sebagai saudara, didalam keluarga Miryam sebagai seorang kakak seharusnya menyelesaikan masalah ini dengan Musa secara langsung.

Ternyata tidak. Miryam bergosip, dan mengadukan masalah itu kepada Harun. Penulis narasi ini menempatkan Miryam dalam pembahasan utama dan hanya Miryam yang mendapat hukuman langsung dari Tuhan, dengan pengyakit kusta. Tetapi Harun tidak. Maka sumber kesalahan ada pada Miryam. Harun ikut-ikut terbawa oleh karena hasutan Miryam.

Hal ini terjadi karena keegoisan Dosa yang terus mengotori hidup Manusia. Maka rasa ingin menguasai dalam diri Miryam ini tidak perlu terjadi dalam kehidupan orang percaya. Karena pasti kita akan gagal. Nikmatilah apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita.

2. Harun

Harun adalah abangnya Musa. Keterlibatan Harun dalam Kasus ini karena terpengaruh oleh hasutan Miryam. Apakah Harun bersalah? Ya. Tetapi mengapa hukuman hanya berlaku bagi Miryam? Karena Miryam penyebab kesalahan Harun. Namun dalam hal ini juga Harun menyadari bahwa dia terlah bersalah dan tidak pantas mengata-ngatai Musa.

Apakah Harun setia melayani Tuhan? Setia. Apakah Harun setia dalam segenap rumah Tuhan? Tidak. Harun telah terseret oleh dosa Miryam. Kesalahan Harun adalah tidak menyelesaikan masalah langsung dengan Musa perihal masalah yang dia dengar dari Miryam. Tetapi mereka seakan melakukan protes kepada Musa. Perkataan mereka yang dilontarkan mereka kepada Musa secara tidak langsung itu, mengindikasikan bahwa. Bukan hanya Musa yang di pakai Tuhan. Kami juga di pakai Tuhan. Bukan hanya Musa mendengarkan Firman Tuhan, tetapi kami juga.

Perkataan ini tidak diucapkan langsung ke telinga Musa, tetapi melalui orang lain. Maka hal ini dipandang jahat oleh Tuhan. Maka jika ada sesuatu kesalaha lebih baik berbicara secara langsung dengan orangnya, jangan gosip.

3. Musa

Apakah Musa setia kepada Tuhan? Setia. Apakah setia dalam segenap rumah Tuhan? Setia. Miryam dan Harun setia dalam Rumah Tuhan, tetapi Musa setia dalam segenap Rumah Tuhan. Harun melayani sebagai Imam di kemah Suci. Miryam melayani sebagai pembina kerohanian bangsa itu. Musa melayani di kemah suci juga mengajar dan menghakimi umat. Rumah Tuhan yang dimaksud dalam teks ini adalah orang Israel, bukan rumah fisik. Karena pada zaman ini rumah Tuhan belum ada. Rumah Tuhan dibangun 300 tahun kemudian oleh Salomo.

Harun dan Miryam mendengar Firman Tuhan lewan perantara mimpi, dan penglihatan. Musa mendengarkan Firman Tuhan berbicara muka dengan muka dengan Tuhan. Maka Tuhan sangat marah ketika ada orang yang mencoba mengusik dan berlaku tidak baik kepada Musa. Termasuk Harun dan Miryam harus menjaga sikap. Agar mereka jangan terlalu cepat menghakimi Musa.

Tuhan telah memilih Musa, ini merupakan hak Istimewa bagi orang pilihan. Diantara orang pilihan ada orang yang di kususkan menjadi patner Tuhan. Musa adalah salah satu dari orang khusus pada zamanya. Perihal ini Tuhan tidak menghukum Musa. Justru Tuhan membela Musa. Bahkan Tuhan mengatakan: sebelum dan sesudah Musa tidak ada orang hatinya selembut Musa.

Meskipun demikian dimata Tuhan, Musa dipandang setia, disegenap Rumah Tuhan. Waktu Tuhan ingin membinasakan umat Israel karena dosa menyembah patung anak lembu Emas. Musa berani mempertaruhkan nyawanya dihadapan Tuhan: “kalau Tuhan tidak mau berjalan bersama bangsa ini, kami tidak akan berjalan. Bangsa-bangsa akan menghinan namaMu, jika Engkau membinasakan bangsa ini.” Tuhan katakan: “Aku akan membangkitkan keturunanmu”. Musa menjawab: “Kalau Tuhan mau membinasakan bangsa ini, hapuslah namaku dari kitab kehidupan”. Oleh kerena keberanian inilah maka Musa dipandang setia dalam segenap Rumah Tuhan.

Maka bagi orang Yahudi, Musa adalah Nabi terbesar dalam sepanjang sejarah dunia ini. Yesaya, Yeremia, Yeheskiel, Samuel, tidak bisa menyamai Musa.

Musa setia dalam segenap Rumah Tuhan. Musa sebagai pekerja di Rumah Tuhan. Yesus Kristus adalah perancang, pemilik dan pembagun Rumah Tuhan. Mana yang lebih besar? Pekerja dirumah Tuhan atau pemilik dan pembangun Rumah Tuhan? Tentunya pemilik. Yesus Kristus lebih besar dari Musa. Karena Dia perancang, pembangun dan pemilik Rumah Tuhan karena Kristus adalah Tuan atas Rumah Tuhan.

Siapapun kita, kita adalah pekerja di Rumah Tuhan. Kita sama dengan Musa, Miryam dan Harun. Sama-sama pekerja. Marilah kita setia kepada segenap Rumah Tuhan. Melihat yang lain sebagai tim kerja, bukan sebagai saingan, apalagi musuh. Setiap kekeliruan dan kesalahan, baiknya adalah dibicarakan langsung dengan yang bersangkutan. Jangan membuat gosip untuk mencela rekan sekerja kita.