Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 4:1-13

Ringkasan Khotbah

Kitab Ibrani 4 berbicara tentang tempat perhentian kekal yang disediakan oleh Allah.  Dalam kitab ini juga kita temukan banyak konsep-konsep Perjanjian Lama (PL) dan kaitannya dengan Perjanjian Baru (PB).  Hidup manusia dalam dunia ini hanya sementara (baik sejak dari PL sampai saat ini) karena setiap orang akan mengalami kematian akibat upah dosa.  Bumi dan langit pun akan lenyap, tetapi Allah menyediakan suatu tempat perhentian yang kekal (Ibrani 4:1).  Oleh karena itu, penulis kitab Ibrani ini selalu mengingatkan untuk waspada supaya kita tidak ketinggalan untuk masuk dalam tempat perhentian yang disediakan Allah tersebut.

Bangsa Israel telah terlebih dahulu menerima kabar baik ini, tetapi bagi mereka menganggap Firman itu tidak berguna.  Kemudian datanglah Yesus Kristus dalam dunia ini dan memberitakan Injil kepada bangsa Israel terlebih dahulu karena ada ikatan janji antara Allah dan Abraham.  Tetapi karena ketidaktaatan mereka, mereka tidak dapat masuk dalam tempat perhentian itu, dan Alkitab mencatat juga bangsa Israel adalah bangsa yang bebal.  Lalu kenapa Allah memilih bangsa yang bebal?  Israel sejati adalah Israel yang mau taat kepada Allah, yang melakukan pekerjaan Abraham dan memiliki iman seperti Abraham.  Walaupun bangsa Israel adalah keturunan dari Abraham penerima janji Allah secara langsung, tetapi itu tidak menjamin mereka dapat masuk dalam tempat perhentian yang kekal itu.  Begitu halnya dengan gereja, Alkitab pun mencatat bahwa “bukan setiap orang yang berseru kepada Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 7:21).  Hal ini pun dapat kita simak dari alasan kenapa Allah memilih Yudas Iskariot, per tanda bahwa gereja itu tidak murni seperti halnya mengenai lalang dan gandum (Matius 13).   

Mengikut Tuhan membutuhkan kesungguhan bagaimana kita harus hidup.  Banyak contoh yang dapat kita ambil dari bangsa Israel.  Ketidaktaatan mereka membuat mereka berputar-putar selama 40 tahun sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian Kanaan.  Akibat mereka menolak Firman Tuhan, mereka dibuang dan menjadi tawanan di Assyria dan Babilonia selama 400 tahun.  Karena mereka menolak Tuhan Yesus sebagai Mesias, bangsa Israel runtuh selama 1900 tahun lamanya, sampai mereka memperoleh kembali negeri Israel pada tahun 1948.  Begitu juga dengan Israel, bila kita menolak Tuhan dan kabar baik Injil, akibatnya pun akan lebih parah.  Tetapi lewat kegagalan Israel ini, Allah tetap memelihara bumi ini lewat bangsa-bangsa non-Yahudi secara perlahan Allah tetap menjalankan misi keselamatan bagi dunia ini.  Matius 5:20 mencatat bila hidup keagamaan kita tidak lebih benar daripada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kita tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Tetapi Allah menyediakan tempat perhentian kekal, yaitu Yerusalem Baru & Sorga Baru, bagi orang-orang yang beriman kepadaNya.  Roma 12:1 menyerukan tentang ibadah sejati yang berkenan kepada Allah, dan marilah kita juga belajar dari kegagalan Israel yang terdahulu, supaya kita dapat masuk dalam tempat perhentian Allah yang kekal.