Ringkasan Khotbah

Kata ‘kebetulan’ adalah kata yang terkadang kita ucapkan dalam kehidupan ini. Kata ‘kebetulan’ sendiri menunjuk pada sesuatu yang tiba-tiba terjadi tanpa ada rencana di dalamnya. Namun, sebenarnya tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Alkitab tidak pernah mencatat peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Bahkan hidup kita sebenarnya sudah ditata oleh Tuhan dan masuk dalam rencana-Nya.

Berkaitan dengan teks bacaan kali ini, kemenangan bangsa Aram terhadap bangsa Israel pun bukan suatu kebetulan. Ketika bangsa Israel kalah, bukan karena Allah bangsa Israel adalah Allah yang lemah, melainkan semuanya terjadi atas seizin Tuhan. 2 Raja-raja 5 : 1b menuliskan ”…sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram…” . Kata TUHAN disini ditulis dengan huruf besar semua, yang dalam bahasa Ibrani disebut EHYER (diambil dari kata YAHWEH) Asyer EHYER yaitu Aku adalah Aku yang juga berarti nama atas diri Allah. Selain itu kata Aku disini dalam bahasa Yunani disebut EGO EIMI yaitu tidak ada yang sama dengan Aku, Aku adalah Aku dan tidak ada satupun yang dapat menandingi Aku. Dengan kata lain, bacaan ini menunjukkan bahwa bangsa Israel kalah, bukan karena tentara atau bansa Aram yang hebat tetapi karena Allah berdaulat untuk menyerahkan bangsa Isarel kepada bangsa Aram. Lebih jauh lagi, ketika Tuhan bertindak sesuatu, ada makna yang terkandung di dalamnya.

Apa saja maknanya?

1.Tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini, karena Allah berdaulat atas kehidupan manusia.

Jika sesuatu terjadi, diluar keputusan dan pilihan kita, hal itu menunjukkan ada rencana dan tangan Tuhan di atasnya. Roma 8 : 28 menuliskan ”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kata ‘turut bekerja’ dalam bahasa Yunani yaitu sinergos artinya Tuhan dapat menggunakan segala sesuatu untuk mewujudkan rencanaNya. Dengan demikian, dalam keadaan sesulit apapun, seharusnya kita sanggup melewatinya karena ada penyertaan Tuhan supaya kita masuk dalam rencanaNya.

 

2.Tuhan mau kita bersaksi dalam kekelaman hidup sekalipun.

Seperti gadis kecil dalam bacaan kali ini. Meskipun ia seorang tawanan, kaum perempuan (yang tidak dianggap pada waktu itu) bahkan usianya sangat muda tidak menjadikan alasan baginya untuk bersungut-sungut. Melainkan kesulitan ini, ia pergunakan untuk menyatakan proklamasi imannya dan pengalaman pribadinya bersama Tuhan. 2 Raja-raja 5:3 menuliskan ‘Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.’ Kata tentulah menunjukkan suatu kepastian bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan. Tuhan mau hidup kita bukan hanya untuk ‘survive’ tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain dan mewujudkan rencanaNya. Amin