Pengkhotbah

Perikop
Markus 4:39-41

Ringkasan Khotbah

Markus 4:39-41

Terkadang kita sebagai manusia harus melihat dulu baru percaya. Kita tidak mengerti maksud Tuhan sebelum kita melihat sendiri. Tidak selamanya ketika Tuhan bekerja dapat dilihat, namun kasihNya akan selalu tetap kepada kita.
Rencana apa yang Tuhan mau nyatakan kepada murid-murid pada kisah ini
Apa maksud Tuhan untuk mengizinkan masalah terjadi kepada murid-murid? Terdapat 2 tujuan Tuhan dalam konteks ini

1. Ayat 40-41. Objek takut dari ayat 40 dan 41 berbeda, pada ayat 40 objek takut ada pada kondisi yang terjadi disekitar, ketika Yesus sudah meredakan angin ribut, objek takut berubah menjadi Yesus itu sendiri. Masalah ini dijadikan Tuhan untuk menjadi pengukur kekuatan kita terhadap masalah dan sebagai pembuktian akan pertolongan Tuhan sehingga fokus manusia berubah kepada Tuhan. Pada ayat 41 merupakan ketakutan secara hormat dan takluk kepada Tuhan.
2. Ayat 41. Kejadian ini membuat murid-murid ingin lebih mengenal Dia, dengan kalimat “siapakah gerangan orang ini” menandakan pengenalan mereka akan Tuhan belum dalam. Ayat 38 Yesus disapa guru atau rabi, murid hanya mengenal Yesus sebagai guru, namun setelah kejadian ini pastilah membukakan mata mereka, karena sekedar guru tidak akan melakukan intervensi terhadap alam.

Bagi kita sekarang, seharusnya kita tidak hidup dalam ketakutan, karena Yesus sudah menunjukkan bahwa Ia mati dan bangkit, Ia berhasil mengalahkan dosa dan maut, itulah pergumulan terbesar umat manusia. Karena dosa adalah sumber dari segala kejahatan. Kemudian maut yang merupakan ketakutan terbesar manusia juga telah ditelan oleh kebangkitan Tuhan Yesus.
Semakin kita mengenal Tuhan semakin kita dikuduskan, kehidupan kita semakin bertumbuh sesuai dengan rencana Tuhan. Karena hanya Tuhanlah yang berdaulat, walaupun tujuan kita gagal namun kita bisa melihat kalau tujuan Tuhan tidak pernah gagal.