Pengkhotbah

Perikop
filipi 1:3-6

Ringkasan Khotbah

Filipi 1:3-6

Natur dari manusia adalah kebiasaan untuk cenderung lebih melihat hal yang buruk ketimbang hal yang baik.
Matthew Henry menulis pada bukunya tentang mengucap syukur walau terkena musibah. ia dicopet namun masih bisa mengucap syukur, ketika ditanya apakah yang dapat disyukuri dari kejadian tersebut, beliau menjelaskan 2 alasan:

  1. bersyukur karena hanya harta yang hilang bukan nyawa.
  2. bukan dirinya yang berbuat dosa dan merugikan orang lain.

bahkan ia mendoakan copet tersebut semoga dari hasil copetannya bisa menjadi berkat untuknya.

Kepekaan terhadap anugrah Tuhan dapat menjadi alasan kita dapat selalu mengucap syukur pada Tuhan
Segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan dan apapun yang datang dari pada Tuhan adalah hal yang baik (Eukaristea)
Anugrah dari pada Tuhan sudah sempurna dan tidak bisa ditambahkan atau dikurangkan,  karena Allah itu sendiri sempurna dan anugrahnya sudah dirancangkan di dalam kekekalan.
yang bisa berubah hanya:

  1. pengenalan kita akan Allah
  2. pengalaman kita merasakan anugrah

pengucapan syukur dapat juga menjadi berkat untuk komunitas/orang lain.
dengan mengucap syukur artinya pikiran kita dapat dikendalikan (ayat8) dan Allah-lah yang mengendalikan melalui Roh Kudus yang diam di dalam kita atau dengan kata lain Allah menyertai (ayat9). Paradigma kita akan diubahkan seperti yang dikatakan oleh Plato: hawa nafsu dikuasai oleh kehendak, kehendak dikuasai oleh pikiran. namun manusia telah jatuh di dalam dosa sehingga kecenderungan pikirannya adalah perbuatan jahat. oleh karena itu diperlukan Tuhan untuk mengontrol pikiran manusia sehingga kita dapat bertinak dengan kudus.

Paulus menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dengan mengucap syukur kepada Allah. Paulus mengucapkan dengan kata “AllahKu” untuk menunjukkan hubungan personal dia yang intim dengan Tuhan, dari sudut pandang Allah kepada Paulus. Paulus senantiasa berdoa agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.

ayat 5-6 menandakan bahwa Paulus mampu melihat bahwa Allah yang menginisiasi pekerjaan-pekerjaan jemaat di Filipi. mampu melihat bahwa Tuhan bekerja dalam setiap perkara. sehingga dapat mengucap syukur senantiasa pada Tuhan.