Pengkhotbah

Perikop

Ringkasan Khotbah

  • Nosce Te Ipsum

Dalam bahasa Yunani “gnothi seauton” yang ditulis pada Kuil Apolo, di Delphi, Yunani. Sokrates ingin menekankan “titik tolak untuk mencari kebijaksanaan adalah pengenalan diri sendiri.”  Apa itu kebenaran? Apa itu kebaikan? Apa itu kejahatan? Apa itu keadilan?

Esto quod es: quod sunt alii, sine quemlibet esse” “Jadilah dirimu sendiri; biarkanlah orang lain menjadi diri mereka sendiri seperti apa yang mereka kehendaki”  Mengenal diri sendiri bukan saja sebatas mengenal nama, tempat tanggal lahir, asal usul keluarga, mengenal diri sendiri harus lebih dalam, yaitu mengenal:Tuhannya, Jati Diri, Tujuan Hidup, Visi dan Misi Hidup.  Dengan bertanya : Mengapa Aku Diciptakan ??

Mazmur 8:4-7 –> Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?  Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.  Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya

Amsal1:7 –> Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Yesus bertanya : Kata Orang, Siapakah Anak Manusia itu ?  Tetapi apa katamu, Siapakah Aku ini ?

Yesus ingin mengetahui apakah tanggapan orang umum mengenai dirinya, namun DIA juga ingin mengetahui apakah “orang terdekat-Nya” mengenal siapa DIA sebelum mereka mengenal Visi dan Misi Hidup Mereka.

Matius16:16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Pengakuan Simon Petrus

1.  Siapakah Simon ?

Perjalanan hidup tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dinamika kehidupan merupakan bagian dari seni kehidupan. Demikian juga Simon yang kemudian dikenal dengan Petrus. Seorang Nelayan yang menjala ikan namun kemudian Petrus menjadi tokoh dalam kegerakan Injil. Petrus berkhotbah dan 3000 orang bertobat, mujizat mujizat terjadi.

Mari kita melihat asal muasal dari Simon. Kitab Injil dan surat surat lainnya memberikan keterangan berkaitan Simon. Simon Petrus tampil sebagai seorang Nelayan yang propesional. Kemungkinan Simon adalah ketua dari Ikatan Nelayan pada saat itu. Simon kurang lebih sebaya dengan Yesus, berasal dari Betsaida di wilayah Galilea, bagian Timur danau Tiberias, anak dari keluarga Nelayan. Ayahnya bernama Yohanes, mempunyai saudara laki laki bernama Andreas dan memiliki Istri serta Mertua yang tinggal bersama sama dengan Simon Petrus.. Yesus pertama kali melihat Simon di Betania, seberang sungai Yordan. Perjumpaan kedua terjadi di Kapernaum (sebelah barat danau Tiberias. Ketika mereka pindah tempat tinggal di Kapernaum, Simon dan Andreas sedang menjala Ikan, Yesus naik kedalam perahunya kemudian mengajar. Setelah itu Yesus mengajak mereka mencari Ikan dan mujizat terjadi. Maka Simon meninggalkan Perahunya dan mengikut Yesus (Lukas 5:1-11).

 2.  Apakah arti nama “Simon” dan “Petrus” ?

Simon yang artinya mendengarkan / Buluh Yang Mudah Lungkai Tertiup Angin. Simon mendapatkan nama baru dari Yesus yaitu Petrus, ketika Simon dengan pertolongan Roh Kudus menyatakan siapa Yesus yang sebenarnya. Petrus dalam bahasa Yunani dan Kephas dalam bahasa Aram yang artinya Batu Karang / Batu Yang Kuat.

Dengan demikian Simon yang tadinya hanyalah seorang Pendengar diproses menjadi Batu Karang yang Kokoh. (Yohanes 1:40-42), Yesus mengubah profesi Petrus dari Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia (Lukas 5:10).

 3.  Bagaimana karater Petrus ? 

Petrus adalah seorang yang memiliki temperamental Kolerik, tempramen ini akan tampil hangat, serba cepat, praktis, berkemauan keras, sanggup mencukupi keperluan sendiri, tegas dank eras, berambisi keras, Emosional, Bicara dulu Baru Berfikir.

4.  Pengakuan dan Penyakalan Petrus

  • Pengakuan bahwa dirinya adalah orang berdosa (Luk 5:8)
  • Pengakuan Keilahian Tuhan Yesus “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup” (Matius 16:16)
  • Pengakuan Kesetiaan (Matius 26:35)
  • Kesetiaan Teruji dikala Ketakutan itu Datang (Matius 26:69-75)

 

5.  Mengenal Diri (Petrus Mengenal Dirinya Melalui Tuhan Yesus ay 18-19, 21-24)

  • Mengenal diri dapat dilakukan sendiri, namun hal ini bersifat Subjektif.  Mengenal diri sendiri melalui orang lain akan lebih bersifat Objektif.  Kita dapat melihat Karaketer diri kita sendiri, namun akan menjadikan penilaian yang Subjektif, yang lebih baik kita mengenal karakter kita melalui orang lain. Kita akan kesulitan mengenal karakter kita sendiri tanpa pertolongan orang lain. Karakter kita akan terlihat ketika kita ada dalam situasi tertentu. Kita tidak mungkin melihat diri kita sendiri tanpa bantuan cermin.
  • Hal ini membutuhkan sikap :     1)  Sikap terbuka / dewasa trhadap Firman Allah (2 Timotius 3:16)  2) Sikap terbuka/ dewasa terhadap keadaan sosial, 3) Sikap siap Menerima Teguran (ay 22-23), 4) Sikap mau belajar mengenali karakter diri (merubah dari keadaan yang kurang baik kepada keadaan yang lebih baik, hingga sempurna. Hal ini membutuhkan PROSES yang panjang)

 

6.  Istilah Yunani Ekklesia, En Kristo, Ek Ballo

  • Ekklesia (Kolose 1:13): Istilah ini mengacu pada Ditariknya diri ini dari dunia kegelapan dan jerumus setan kepada Terang Ilahi dalam Kerajaan Allah.
  • En Kristo (Filipi 3:7-12): Istilah ini mengacu pada Proses pembelajaran/Pemuridan di dalam Kristus yang terus menerus. Jatuh bangun, Takut, Pembelajaran Iman, dibentuk seperti Tanah Liat ditangan Penjunan). Petrus Menyangkal, Mau Lari dari Visi Misi Allah dalam Hidupnya, namun Ia kembali. Yohanes 21:15-19
  • Ek Ballo (Matius 28:19-20): Istilah ini mengacu kepada dilemparkan kembali kedalam dunia yang rusak untuk pergi menjangkau kembali mereka yang hilang didalamnya terdapat Kuasa Ilahi.

7.  Kisah “Quo Vadis Domine”

Quo Vadis Domine…Kata ini mengandung makna yang dalam, berkaitan dengan tradisi sejarah gereja. Konon ketika Roma dibakar oleh Kaisar Nero (Lucius Domitius Ahenobarbus), orang Kristen teraniaya. Aniaya yang dilakukan terhadap orang Kristen sangat kejam. Ia suka membuang orang Kristen ke kandang binatang buas, dan menjadikannya tontonan yang mengasyikkan.

Petrus berlari meninggalkan kota Roma untuk menyelamatkan diri, tetapi di jalan ia bertemu dengan Tuhan Yesus yang berjalan berlawanan arah denganya. Ia bertanya, “Hendak ke mana Tuhan?”, Tuhan Yesus menjawab bahwa Ia akan masuk ke kota Roma untuk mendampingi umat-Nya. Petrus merasa tertegur. Ia malu. Ia menyadari sikapnya yang pengecut, tidak bertanggung jawab dan mencari kenyamanan. Karena itu, ia kembali ke kota Roma. Menurut cerita dalam sejarah gereja, akhirnya ia mati disalib dengan kepala di bawah. Petrus sebelum mati berkata bahwa kalau Tuhannya mati dengan kepala di atas, ia tidak layak mati dengan kepala di atas. Karena itu, ia disalib dengan kepala di bawah.

Pertanyaan Untuk Direnungkan :

  1. Sudahkah Anda Mengenal Siapa Pencipta Anda dan Apakah Tujuan Anda Diciptakan?
  2. Sudahkan Anda Mengenal Diri Anda Sendiri ?
  3. Sudahkan Allah Tinggal Dalam Anda dan Anda Hidup Dalam Kasih Allah Dengan Sungguh Sungguh ?
  4. Sudahkah Anda Ada Dalam Ekklesia, EnKristo, EkBallo ?
  5. Siapakah Diri Anda Sekarang ?