Ringkasan Khotbah

Workaholic: No Way!
Kej. 2:15, Kol. 3:23
(Lanjutan dari khotbah minggu lalu: Bekerja dalam Perspektif Alkitab)
Bekerja itu bukan bertujuan untuk mencari INCOME tapi untuk memberikan IMPACT.
Ada ketegangan antara Kej. 1 dan 2 dengan Kej. 3.
Pada Kej. 1 tertulis tanpa bekerja pun Allah menyediakan makanan dan Kej. 2 disebutkan
bahwa tidak ada semak duri dari hasil tanahnya, tetapi pada Kej. 3: 17-19 setelah manusia jatuh dalam dosa dituliskan bahwa hasil tanah mulai ada semak duri.
Dosa mengakibatkan manusia membutuhkan kerja keras untuk memperoleh hasil tanah.
Kerja keras yang dimaksud di sini bukan berarti workaholic.
Ada 3 hal yang harus dievalusi
untuk membedakan kerja keras dan workaholic:
1. Kol. 3: 23 menjelaskan tentang motivasi bekerja yaitu Tuhan yang menjadi tujuan utama
bukan untuk keperluan pribadi. Ada beberapa macam kesalahan dalam latar belakang
bekerja:
– Untuk memenuhi kebutuhan: bekerja untuk memenuhi kekosongan pada diri.
Kekosongan diri tidak akan bisa diisi oleh bekerja tapi kekosongan diri hanya dapat
diisi oleh Tuhan.
– Tidak merasa nyaman di rumah tangga: kehilangan jati dirinya di rumah dan juga lari
dari tanggung jawab.
– Mengejar harga diri: motivasinya tidak kudus karena untuk diri sendiri.
2. Supaya tidak jatuh dalam workaholic harus ada keseimbangan dalam:
a. Bekerja
b. Relasi
c. Istirahat
d. Hobby
e. Pelayanan
3. Dampak dari pekerjaan
Workaholic mengakibatkan orang menjadi perfectionist sehingga susah untuk
mendelegasikan tugasnya.
dirangkum oleh,
sdr. Garry Sinawang