Pengkhotbah

Perikop
Markus 16 : 9-14

Ringkasan Khotbah

Jika kita menyimak baik-baik, teks bacaan minggu ini menunjukkan respons para murid mendengar kabar tentang kebangkitan Yesus yang dibawa oleh para perempuan yang baru kembali dari kubur Yesus, dan dari dua orang murid ketika dalam perjalanan menuju Emaus? Mereka tidak mempercayai berita tersebut. Karena ketidakpercayaan itulah maka Yesus menampakkan diri kepada mereka, dan mencela ketidak-percayaan dan kedegilan hati mereka.

Jika kita melihat kedekatan dan kebersamaan para murid dengan Yesus, rasanya mustahil jika mereka tidak mempercayai kebangkitan-Nya. Apa alasan mereka? Menurut Markus hal ini disebabkan oleh perbedaan persepsi tentang Mesias yang mereka nantikan. Murid-murid menantikan Mesias yang memiliki kekuasaan politis yang mampu menyingkirkan musuh-musuh Israel secara politis, dan membangun suatu kerajaan yang damai dan makmur. Pemikiran ini membuat mereka tidak siap menerima fakta bahwa Yesus Kristus, sang Mesias harus menderita dan mati. Sebaliknya, konsep Mesias menurut Yesus harus menderita (Mrk. 8:34). Model kemesiasan inilah yang tidak dimengerti oleh murid-murid. Namun tindakan Kristus melalui penampakkan itulah mereka diyakinkan. Lalu Yesus mengutus mereka ke seluruh dunia, untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Mereka juga diberikan kuasa untuk melakukan tanda-tanda mujizat. Maka kisah penampakan Yesus setelah bangkit, memiliki maksud dan pesan penting, baik pada pembaca masa itu dan sampai pada masa sekarang. Ada beberapa hal maksud penampakkan Yesus:

  1. Ayt. 9-11

Perempuan bernama “Maria Magdalena” seperti yang dicatat dalam Injil adalah salah seorang dari perempuan-perempuan yang menyertai Yesus dan para rasul sejak dalam perjalanan pengabaran Injil di Galilea (Luk. 8:1-3). Injil Markus membenarkan bahwa Kristus telah mengusir tujuh setan dari Maria Magdalena. Maria Magdalena juga berdiri jauh dari salib pada saat penyaliban Yesus (Mark. 15:40, Mat. 27:56, Yoh. 19:25). Injil juga mencatat Maria Magdalena juga menjadi saksi pada pemakaman Kristus, dan pada hari Minggu Paskah merupakan orang pertama yang mendapati makam kosong dan kemudian orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit (Yoh. 20:1-18). Dalam kisah Injil Yohanes diceritakan bahwa setelah melihat kubur kosong ia langsung memberitakan kepada Petrus dan murid yang dikasihi Yesus. Kedua murid tersebut setelah menemukan kubur kosong mereka langsung pulang, tetapi Maria masih bersedih dan masuk kedalam kubur, dan saat itulah setelah kedua malaikat menampakan diri, Yesus datang menyapa dia, dan Maria menjadi semangat dan memberitakan kepada murid-murid. Melihat dalam bagian ini Yesus punya alasan untuk bertemu dengan Maria pertama kali, pertama karena kesedihan yang mendalam dan hal yang lebih penting karena kerinduan ingin bertemu Yesus dan selalu dekat dengan Yesus. Melihat dari pengalamannya bersama Yesus sebelumnya, Ia mengalami perubahan luar biasa, dari orang yang terkutuk menjadi orang yang memiliki semangat juang dalam mengikut Tuhan. Berbeda dengan murid-murid Yesus, mereka putus asa, ketakutan, dan tiada harapan, sebab pengalaman bersama Yesus tidak dipahami dan dimaknai dalam kehidupan mereka. Murid-murid memahami Yesus hanya dalam sebuah realita, situasi, kenyataannya Yesus mati dan hilang. Dalam bagian ini orang yang memiliki semangat juang hidup dan setia mengikut Yesus adalah orang yang dipulihkan hidupnya.

  1. Ayt. 12-13 (Band. Luk. 24:25-32) Terang Firman

Pada bagian ini kedua murid tersebut adalah Kleopas dan seseorang yang tidak disebutkan namanya. Dalam kisah Lukas, mereka sambil berjalan dan bercakap-cakap dengan Yesus tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia (Luk. 24:15,16). Kelihatannya, ada perubahan fisik tubuh Yesus (sebab Injil Markus menuliskan bahwa Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain) dan juga ada sesuatu yang menghalangi indra para murid tersebut (sebab di sini dikatakan bahwa ada suatu kuasa ilahi yang menghalangi mata mereka), atau juga, seperti yang dipikirkan oleh sebagian orang, waktu itu ada kekacauan dalam suasana di sekeliling mereka. Suasana saat itu lain daripada yang lain sampai mereka pun tidak dapat mengenali siapa Dia. Tentunya Yesus punya maksud supaya mereka tidak langsung mengenal Dia. Jika kita menyimak apa yang dituliskan Injil Lukas 24:25, bodoh dan lambannya hati, bodoh disini bukan nilai berpikir tapi kehampaan karena situasi atau harapan tak terwujud sehingga Firman yang sudah dibagikan tidak dipahami. Begitu juga dengan hati lamban, dari arti kata sebenarnya yaitu hati yang rusak atau patah hati yang tidak kunjung pulih. Setelah Tuhan Yesus menjelaskan Mesias dalam Kitab suci, hati mereka berkobar-kobar, mereka dengan sangat ingin mendengarkan Yesus sampai-sampai menahan Dia, dan mereka dapat mengenal Yesus setelah Yesus mengadakan jamuan seperti sebelum Ia berpisah dengan mereka. Dengan demikian mereka lebih memikirkan gejolak di hati mereka daripada apa yang telah mereka dengar sewaktu mereka mengingat-ingat kembali firman yang disampaikan Kristus kepada mereka. Mereka merasakan kuasa firman itu meskipun mereka tidak mengenal orang yang menyampaikannya. Penjelasan firman itu membuat segalanya menjadi jelas bagi mereka, bahkan membawa semangat dan ada terang ilahi ke dalam jiwa mereka, sehingga hati mereka pun berkobar-kobar. Disini kita melihat kedua murid ini dari pikiran yang lemah dan perasaan putus asa karena realita, tetapi setelah Firman dibentangkan mereka memiliki hati yang berkobar-kobar, dan tidak ingin berpisah dari sumber Firman itu sendiri. Mengingatkan kita sebagai orang percaya untuk lebih mendekat kepada firman, sehingga hati kita senatiasa terus berkobar menyaksikan Kristus kepada orang lain, dan dipulihkan untuk menjadi alatNya.

  1. Yesus menginginkan orang-orang percaya bertemu secara pribadi dengan-Nya

Kristus meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Dia sungguh telah bangkit (ay. 14). Dia menampakkan diri langsung kepada mereka sendiri, ketika mereka sedang berada bersama, ketika mereka sedang makan, dan ini memberi-Nya kesempatan untuk makan dan minum bersama mereka, supaya mereka benar-benar puas (Kis. 10:41). Walaupun sudah menampakkan diri kepada mereka, Ia masih mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, sebab bahkan ketika Ia menampakkan diri di hadapan banyak orang di Galilea pun, beberapa orang ragu-ragu, seperti yang kita lihat dalam Matius 28:17. Perhatikanlah, bukti-bukti kebenaran Injil sudah tersedia dengan begitu lengkap, jadi, orang-orang yang tidak mau menerimanya patut dicela atas ketidakpercayaan mereka itu. Hal ini bukan disebabkan karena bukti-bukti itu sendiri yang lemah atau kurang memadai, melainkan karena kedegilan hati mereka, karena ketawaran dan kebodohan hati mereka. Walaupun sebelum ini mereka tidak melihat-Nya sendiri, mereka pantas dipersalahkan karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Mungkin hal ini disebabkan karena keangkuhan hati mereka, sebab mereka berpikir, “Seandainya Ia benar-benar telah bangkit, kepada siapa lagi Ia berkenan memberikan penghormatan menampakkan diri selain kepada kita?” Jadi, jika Ia melewatkan mereka dan menampakkan diri kepada orang lain terlebih dahulu, mereka tidak akan dapat percaya bahwa itu benar-benar Dia. Begitulah, banyak orang menjadi tidak percaya kepada ajaran Kristus sebab mereka menganggap orang yang telah dipilih-Nya untuk menjadi saksi dan pembawa berita kebangkitan-Nya terlalu rendah. Kita dapat melihat bahwa Yesus sendirilah yang datang menemui mereka supaya mereka tidak hidup dalam kedegilan hati, tidak percaya, ataupun kesombongan/keangkuhan. Yesus datang bertemu mereka murid-murid, sama dengan yang lain. Orang yang telah bertemu Yesus secara pribadi, akan selalu mengekspresikan pribadi Kristus dalam hidupnya.

Kesimpulan dan penerapan

  1. Hidup kita akan menjadi lebih baik bila mengalami pemulihan dari Yesus, maka hidup yang dipulihkan tentunya memiliki kerinduan selalu ingin bertemu Yesus baik dalam persekutuan/doa pribadi maupun dalam ibadah-ibadah bersama.

  2. Terang Firman Tuhan akan senantiasa memberi semangat, hati berkobar-kobar dalam melaksanakan tanggungjawab sebagai orang percaya dihadapan Kristus. Membaca, merenungkan dan setia mendengarkan firman Allah dengan baik yang disertai doa, cara yang afektif memahami rencana Allah dan memotifasi hidup.

  3. Pengalaman bertemu dengan Yesus secara pribadi, seharusnya menjadi teladan iman dikemudian hari, terhadap keluarga, orang-orang yang lemah iman, maupun mereka yang tidak memiliki iman kepada Kristus. Amin.