Ringkasan Khotbah

Sejak Tuhan Yesus terangkat ke sorga, berita injil tentang Yesus Kristus mulai giat diberitakan oleh para murid di berbagai tempat. Namum dalam pemberitaan itu, tidak semuanya mendapat tanggapan positif dari orang Yahudi sebagai penerima janji itu. Berita injil Yesus Kristus meskipun selalu mendapat tantangan berat dari banyak orang Yahudi pada masa itu, pergerakannya tidak dapat di hentikan, sekalipun oleh kekuasaan politik dan mahkama agama.

Perlu kita pelajari dari teks ini, mengapa berita tentang kenaikan Yesus Kristus begitu penting, sehingga menjadi bagian dari pokok injil yang harus diberitakan?

  • Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga adalah peristiwa sejarah.(Kis. 1:6)

Sajak awal berita kenaikan Yesus, telah mengalami banyak penolakan sampai hari ini. Hampir semua orang yang mengatakan kenaikan Yesus Kristus tidak bisa di jelaskan secara “logika”. Beberapa pandangan tentang keabsahan kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa sejarah:

  • Teori mitos Yesus, atau apa yang disebut oleh Eddy dan Boyd sebagai “tesis mitos Yesus”: kitab suci mendeskripsikan tokoh yang secara virtual, atau mungkin sepenuhnya, fiktif. Tidak ada dasar bahwa aspek naratif Yesus berasal dari sejarah. Posisi ini dapat disebut sebagai “agnostisisme Yesus”, posisi karena kita kekurangan bukti untuk menentukan apakah Yesus ada atau tidak. Tokoh yang menganut pandangan ini adalah Bruno Bauer, Arthur Drews, dan G.A. Wells.
  • Terdapat beberapa bukti untuk menyimpulkan bahwa Yesus ada, tetapi laporan-laporan tidak dapat dipercaya sehingga sangat sedikit yang bisa dikatakan tentangnya secara meyakinkan. Pendukung posisi ini adalah Rudolf Bultmann and Burton Mack.
  • Penelitian historis dapat menunjukkan inti fakta historis mengenai Yesus, tetapi ia sangat berbeda dengan Yesus dalam Perjanjian Baru. Firman dan mukjizatnya merupakan mitos. Eddy dan Boyd menambahkan, posisi ini semakin banyak muncul pada ahli Perjanjian Baru. Tokoh seperti Robert Funk dan Crossan meyakini teori ini.
  • Akhirnya, posisi ke-4 yang meyakini bahwa injil adalah catatan sejarah yang dapat dipercaya, dan historiografi kritis tidak perlu menyampingkan munculnya peristiwa supernatural. Pandangan ini diyakini oleh John P. Meier dan N. T. Wright.

Semua penentang keabsahan peristiwa historis Yesus Kristus adalah musuh Kristen dan pembenci ajaran Kristen. Ciri-ciri musuh:

  • melawan ajaran musuhnya
  • Memanipulasi sejarah
  • Mensejajarkan mitos dengan fakta.

Bukti bahwa kenaikan dan eksistensi Yesus Kristus adalah peristiwa sejarah:

  • pernah lahir, hidup dan mati dalam kepemimpinan sekuler dan agamawi (Herodes, kaisar Agustus, Pilatus, Kayafas).
  • Para murid pernah bertengkar soal siapa yang terbesar dalam kerajaan Allah.
  • Catatan injil telah ada pada tahun 40-60 Masehi, karena telah dikutip oleh beberapa penulis sesudahnya pada tahun 80-90 Masehi seperti dokumen-dokumen ajaran seperti pengikut Marsion dan Valentinus yang mengutip dari Perjanjian Baru, Dokumen-dokumen yang ditulis oleh sumber sejarah mula-mula, seperti Klementinus dari Roma, Ignatius, dan Polikarpus.
  • Sampai masa penulisan, saksi mata pernah berjumpa dengan Paulus dari Tarsus dan muridnya Lukas yang menulis kitab ini.
  • Tidak semua peristiwa sejarah baik peristiwa natural dan supra natural tercatat dalam dinasti atau manuskrip. (Buku catatan).

Pada ayat 6 teks ini, para murid memiliki kerinduan untuk memulihkan kerajaan bagi Israel. Kalau ini peristiwa mitos, tidak mungkin ada kerinduan yang dalam dari para murid untuk terjadi pemulihan kerajaan Israel seperti masa keemasan raja Daud dan Salomo.  Kadang Tuhan membiarkan iman kita di goncangkan oleh penemuan arkeologi dan ilmu pengetahuan. Juga Tuhan membiarkan kebenaranNya di obrak-abrik oleh dunia ini. Bahkan kadang Tuhan membiarkan kebenaranNya di hina dan di injak-injak sampai pada puncaknya orang percaya dibiarkan Tuhan di bunuh oleh musuhnya. Kalau sampai pada kematian sebagai konsekuensi dari iman kepada peristiwa sejarah terangkatnya Yesus ke sorga. Maka kita perlu sadar bahwa kematian bukan akhir segalanya, karena Yesus yang pernah lahir dalam sejarah, mati dalam sejarah, bangkit dalam sejarah bahkan naik ke sorga dalam peristiwa sejarah, juga akan mengumpulkan kita yang percaya pada peristiwa sejarah itu.

  • Memberikan arah kehidupan yang jelas, (Kis. 1:9-11)

Kenaikan Yesus Kristus ke sorga adalah kabar baik bagi semua orang. Mengapa kenaikan Yesus Kristus memberi arah kehidupan yang lebih jelas? Semua agama di dunia ini, mulai dari agama Yahudi dan agama di sekitar kita mengalami bermacam-macam pandangan dan perbedaan pendapat soal kehidupan selanjutnya sesudah kematian.

  • Yahudi ada yang mempercayai kehidupan sesudah kematian, ada juga yang tidak mempercayai kehidupan sesudah kematian.
  • Non Yahudi selain Kristen, mempercayai ada kehidupan dan penghakiman sesudah kematian, tetapi belum jelas. Sehingga mereka merasa ragu akan kepastian kehidupan sesudah kematian.
  • Pengikut Yesus Kristus yang percaya kepada Tuhan Yesus yang naik ke sorga, memiliki kepastian yang jelas. Alasannya:
    • Kenaikan Yesus Kristus ada arah yang dituju (6-11). Terangkat ke arah langit, keatas meninggalkan bumi. Arah yang dituju adalah sorga. Yesaya yang dipenuhi Roh Kudus berkata: Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?(Yesaya 66:1). Kata langit menggunakan istilah samayim = uranos atau heaven. Heaven adalah tahta Allah dan bumi adalah tumpuan kaki Allah. Dari ayat ini jelas, bahwa Tuhan Yesus naik menuju ke tahta di sorga yang telah disediakan sebelum dunia dijadikan.
    • Terangkatnya Tuhan Yesus ke sorga adalah bukti inyata. Kuasa dunia dan teori fisika yang manusia sejagat banggakan itu dipatahkan. Gaya gravitasi tidak sanggup menahannya. Newton pernah membuat teori, setiap benda lepas dari kedudukanya akan jatuh ke bawah, karena gaya gravitasi bumi. Dalam peristiwa kenaikan Yesus Kristus, teori Newton tidak berlaku. Gravitasi bumi tidak sanggup menahan berat badan Yesus yang kira-kira 60/70 kg. Teori fisika yang diambil dari hasil penelitian di dunia yang kelihatan, tetapi tidak bisa membantah fakta sejarah bahwa kebenaran Allah melebihi teori fisika manusia.

Kita telah menyembah Yesus Kristus yang telah mati, bangkit dan naik ke sorga. Mari pindahkan hati kita kepada Tuhan, jangan terlalu ngotot dan bertengkar tentang sesuatu yang tidak bernilai kekal. Arahkanlah hati kita kepada kenaikan Yesus Kristus, supaya engkau mendapat bagian dalam kenaikan itu. Yesus yang naik ke sorga itu akan mengumpulkan kita bersama-sama dengan Dia dalam kerajaanNya. (2 Korintus)

  • Kehidupan kemulian terus menerus.             

Kebutuhan untuk dihargai dan dimuliakan telah di berikan oleh Tuhan sejak penciptaan pertama. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa kebutuhan ini di tunggangi oleh iblis, dosa dan maut. Sehingga tiga kekuatan ini (iblis, dosa dan maut) giat dalam diri manusia berdosa, sehingga manusia mulai saling bersaing, menguasai, merendahkan, melukai bahkan membinasakan.

Apakah hal ini hanya terjadi di luar gereja? Tidak. Sejak bangsa Israel dipilih menjadi umat Allah. Manifestasi dosa, iblis dan maut terus giat didalam bangsa itu meskipun mereka disebut Umat kepunyaan TUHAN. Rasul Paulus pernah menasehati jemaat Galatia tentang persaingan yang tidak sehat dalam jemaat:   “Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan”. (Galatia 5:15).

Persaingan ini pernah terjadi diantara murid Yesus tentang siapa yang terbesar. Jemaat Korintus juga mengalami hal itu, ada yang berkata aku dari golongan Paulus, Kefas, Apolos dan Kristus. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena didalam diri manusia ada satu kebutuhan yang menuntut harus di penuhi, yaitu kebutuhan akan “kemuliaan”.

Kenaikan Yesus Kristus ke sorga memberi kita jawaban untuk kemuliaan itu. Persaingan boleh-boleh saja, tapi perlu berhati-hati, jangan sampai hanya untuk kemuliaan dunia yang kita perjuangkan, tetapi bukan kemulian yang bernilai kekal.

Mereka yang telah kehilangan kemuliaan di dunia ini, demi Injil Yesus Kristus akan menerima 10 kali lipat, 30 kali lipat dan 100 kali lipat. Ini janji Tuhan. Kalau Yesus Kristus yang pernah hadir dalam sejarah rela kehilangan popularitas, kehilangan kemulian, dan kemuliaanNya di injak-injak oleh penguasa dunia ini. Sekarang telah menerima kemuliaan yang tidak pernah berkesudahan di langit baru bumi baru.

Bagaimana dengan kita? Kemuliaan apa yang kita perjuangkan? Sehingga waktu kita hanya habis untuk sesuatu yang tidak bernilai kekal? Ayat 11: dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Yesus yang terangkat ke sorga akan datang lagi. Unutk apa? Dia yang mulia akan membagikan kemuliaanNya kepada mereka yang setia sampai akhir. Wahyu 22:11-12; Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Roma 8:30; Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

 Ada tiga kebenaran yang boleh kita pelajari dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga:

  • peristiwa historis bukan mitos
  • Memberi arah kehidupan yang jelas, yaitu ke sorga
  • Kemuliaan yang tidak berkesudahan.

Milikilah kebenaran kenaikan Tuhan Yesus ke sorga maka kita akan menikmati persekutuan dalam kemuliaanNya. Tuhan Yesus telah mengutus Roh Kudus mendampingi kita selama hidup dalam dunia ini. Janganlah takut. Percayalah bahwa Roh Kudus setia mendampingi masing-masing kita. Percayakanlah hidup kita kepadaNya. Amin.