Kumpulan Khotbah

Pdt. Ayub Mbuilima
17 November 2013

“Manifestasi Kuasa Yesus Kristus”

(Markus 5:1-20)

Apakah Tuhan Yesus adalah benar-benar Allah? Mari kita lihat dari catatan Alkitab mengenai kuasa Tuhan Yesus yang menjadi bukti bahwa Ia adalah Allah sendiri. Banyak hal dapat kita pelajari dari karakter Tuhan Yesus sebagai anak yang taat dan patuh pada Allah Bapa, dan sebagai manusia yang penuh kuasa & kasih atas sesama. KasihNya yang mendorong Dia untuk rela mati bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Tuhan Yesus telah menyediakan keselamatan yang sudah dibayar tuntas bagi seluruh umat manusia. Sudah sepantasnya kita orang-orang percaya menyembahNya atas dasar kasih dan rasa hormat. Segala puji syukur dan hormat hanya bagi Allah Bapa.

15 September 2013

“Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Harapan”

(Mazmur 73:1-28)

Khotbah minggu ini terambil dari Mazmur 73 dan kita akan melihat tentang kisah Asaf yang terus menjaga hidupnya kudus di dalam Tuhan, tetapi ia pun mengalami pergumulan ketika realita hidup sangat berbeda dengan harapan. Khotbah kali ini membahas lebih dalam lagi tentang kesuksesan, kekayaan, hal duniawi yang dikejar-kejar oleh orang dunia dan juga konsep berpikir kita tentang Tuhan. Kita juga akan melihat bagaimana Allah membawa Asaf dalam konsep berpikir yang benar tentang Allah sendiri dan hal-hal yang terjadi di dunia ini.

28 Juli 2013

“Dimanakah Iman-mu?”

(Lukas 8:22-25)

Apakah kita melihat dalam kehidupan kita bahwa Allah itu Maha Kuasa dan Maha Baik? Lalu apakah standar kebaikan Allah tersebut sama dengan kebaikan yang kita pikirkan secara umum? Bagaimana kita menyingkapi kebaikan Allah dengan hal ketaatan kepadaNya? Perikop Alkitab dalam Lukas 8:22-25 membawa kita melihat kembali kebaikan Allah dan juga mengapa dalam hidup ini manusia perlu beriman kepadaNya dan bersandar penuh kepada Allah yang Maha Baik itu?

21 Juli 2013

“Kreativitas Manusia”

(Kejadian 11:1-9)

Manusia adalah ciptaan yang paling istimewa dari ciptaan yang lainnya karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dengan demikian, manusia memiliki kreativitas yang luar biasa seperti yang dapat kita ketahui melalui cerita menara Babel. Akan tetapi mengapa Allah menghancurkan menara Babel dan memporak-pondakan manusia? Apakah alasan di balik bahasa yang dikacaukan oleh Allah? Apakah tujuan dari kreativitas tersebut dan bagaimana seharusnya kita berkreativitas? Mari kita buka dari Kejadian 11:1-9 dan merenungkannya kembali.

7 Juli 2013

“Ketenangan Yang Sejati”

(Mazmur 62:1-2)

Pada prinsipnya manusia hidup untuk mencari ketenangan dalam hidup ini. Lalu apakah jaminan ketenangan yang dicari-cari oleh setiap manusia itu? Apa yang umumnya dipikirkan oleh orang-orang di dunia ini tentang hal ini? Salah satu kunci untuk ketenangan jiwa pun tertulis dalam Mazmur 62:1-2, dan marilah kita simak lebih jauh lagi tentang apa yang dituliskan dalam buku ini.

30 Juni 2013

“Maukah Engkau Sembuh?”

(Yohanes 5:1-18)

Kita akan melihat apa yang Tuhan Yesus ajarkan dari Yoh. 5:1-18 mengenai penyembuhan orang sakit. Terlepas dari kesembuhan fisik, apa yangsebetulnya Tuhan Yesus tunjukkan kepada orang sakit?

16 Juni 2013

“Janganlah Kamu Kuatir”

(Filipi 4:6-7)

Dalam hidup ini manusia tidak hanya menyimpan hal-hal yang menguntungkan hidup manusia saja, tetapi juga manusia menyimpan hal-hal yang merugikan hidup manusia, salah satunya adalah kuatir. Alkitab mengatakan bahwa kekuatiran tidak menambah sehasta dalam hidup ini (Matius 6:27), lalu mengapa kita kuatir?

2 Juni 2013

“Allah Mereka-rekakan Yang Terbaik”

(Kejadian 50:19-20)

Dalam konteks Alkitab Kejadian 50:19-20, kita akan merenungkan rencana Allah yang nyata dalam hidup Yusuf dan bagaimana Allah memproses hidup Yusuf untuk bertumbuh dan menjadi semakin dewasa. Sungguh rencana Allah ini menjadi suatu yang indah pada waktuNya.

26 Mei 2013

“Status Kita Dihadapan Allah”

(Roma 5:1-11)

Apakah yang Alkitab sebutkan tentang status kita manusia di hadapan Tuhan? Marilah kita membuka dari kitab Roma 5:1-11 dan merenungkan berkat Tuhan yang begitu besar ini.

28 April 2013

“Mengasihi Tuhan”

(Yohanes 21:15-19)

Gereja yang memiliki esensi kasih yang sejati akan tetap teguh setia kepada Tuhan apapun kondisinya, walau kondisi yang terburuk terjadi sekalipun. Kita coba melihat dari Yohanes 21:15-19 tentang standard kasih Allah yang adalah “Agape”, dan bagaimana Petrus menemukan standard kasih Allah tersebut.

Page 14 of 15