Kumpulan Khotbah

Pdt. Ayub Mbuilima
9 Februari 2020

Kamu Ada Dalam Hatiku

()


Kecintaan Paulus akan Jemaat di Filipi ini dilandasi oleh relasi yang dalam yang dibangun oleh Paulus
(bersama Timotius) ketika masih melayani di sana.
Kedalaman relasi Paulus dan jemaat di Filipi dapat dilihat pada ayat 7, relasi tersebut dibangun melalui
perjuangan dari awal Paulus bersama-sama dengan mereka sampai pada Paulus dipenjarakan.

25 Januari 2020

Ucapan Syukur yang Tulus

(filipi 1:3-6)


Kepekaan terhadap anugrah Tuhan dapat menjadi alasan kita dapat selalu mengucap syukur pada Tuhan
Segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan dan apapun yang datang dari pada Tuhan adalah hal yang baik (Eukaristea)
Anugrah dari pada Tuhan sudah sempurna dan tidak bisa ditambahkan atau dikurangkan, karena Allah itu sendiri sempurna dan anugrahnya sudah dirancangkan di dalam kekekalan.

19 Januari 2020

Salam dan Berkat

(Filipi 1:1-2)


Ucapan salam yang yang disampaikan oleh Paulus sekaligus menyertakan salam dari Timotius
merupakan tanda bahwa Pauluus memiliki kerendahan hati.
Ia juga menyebut dirinya sebagai hamba (dulos) Tuhan.

8 Januari 2020

Kesempatan Hidup

(pengkhotbah 3:3)


Setiap detik yang Tuhan berikan bagi kita adalah sebuah kesempatan karena tertulis di pengkotbah 3:2(ada waktu untuk hidup ada waktu untuk mati) karena itu hidup dan mati adalah satu bagian dalam kita. kita tidak tau kapan kita hidup dan kapan kita mati, maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya

17 Desember 2019

Lahir Dari Anak Dara

(Lukas 1:26-38)


Ada beberapa mujizat pada perjanjian lama contohnya yang dialami Sarai, Hana, dan Rahel, tetapi kelahiran Yesus adalah mujizat satu-satunya yang belum pernah ada dalam kehidupan manusia. Kelahiran Yesus ini adalah karya Roh Kudus, bukanlah pekerjaan dari manusia. Roh Kudus menjaga kandungan Maria sehingga Yesus tidak terkontaminasi dosa dari Maria yang bukan manusia kudus.

4 Desember 2019

Ia Mengosongkan Diri-Nya

(filipi 2:7)


“Pengosongan diri-Nya” memiliki arti bukan sekadar secara sukarela menahan diri untuk menggunakan kemampuan dan hak istimewa ilahi-Nya, tetapi juga menerima penderitaan, kesalahpahaman, perlakuan buruk, kebencian, dan kematian yang terkutuk di salib. Hingga darah Nya tercurah untuk menebus dosa manusia dan dengan bilur-bilurnya kita disembuhkan.

25 November 2019

Ia Mengingat RahmatNya

(Lukas 1: 54-55)


“Tuhan mengingat rahmatNya”, makna kata mengingat disini bukan berarti dahulu Tuhan lupa, kemudian sekarang ingat. Namun, frase ini menekankan bahwa Tuhan mau memulai melakukan sesuatu terhadap umatNya. Kej 8: 1 menjelaskan bahwa Allah “mengingat” Nuh. Ini berkaitan dengan sesuatu hal yang akan Tuhan lakukan kepada Nuh (Kej 6: 18), bahwa Ia akan menyelamatkan Nuh beserta segenap keluarganya dari bencana air bah. Dengan demikian, Allah sedang membuat covenant (perjanjian) dengan Nuh.

12 November 2019

Ia Memperhatikan Kerendahan Hamba-Nya

(Lukas 1:48)

Semangat Natal mengajarkan kita untuk memberi bukan mengharapkan sesuatu. Contoh-contoh dalam Alkitab ingin mengajarkan tentang semangat Natal yang sebenarnya.
Allah Bapa sendiri rela memberikan Anak tunggalnya Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia. Maria rela memberikan kandungannya untuk melahirkan Yesus ke dunia dengan segala macam permasalahan yang akan dia hadapi. Yusuf pun merelakan Maria dan mematuhi perintah Tuhan.

9 November 2019

Hatiku Bergembira Karena Allah Juruselamatku

(Lukas 1:46-47)


Maria bergembira bukan karena hal-hal eksternal yang terjadi di dalam hidupnya, bahkan Maria lebih mengutamakan Tuhan daripada konsekuensi-konsekuensi yang ada. Konsekuensi tersebut antara lain, pandangan orang Yahudi mengingat Maria belum menikah, pandangan orang Yahudi terhadap keluarga Maria dan pandangan Yusuf terhadap Maria, karena mereka belum pernah berhubungan sehingga timbul keinginan pada diri Yusuf untuk menceraikan Maria.
Lebih jauh lagi, bukan hanya bergembira, tetapi Maria memuliakan Tuhan dan menikmati Dia.

3 November 2019

Terbesar adalah Kasih

(1 Kor 13:13)


kasih, iman dan pengharapan adalah esensi yang ada dalam kekristenan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Kristen. Iman adalah fondasi. Didalam percaya ada pengharapan. Maka iman tidak akan lepas dari pengharapan. Jika kita tidak beriman pada Kristus, tidak layaklah kita berdoa kepada Kristus. Namun, tanpa kasih kepada Kristus, kita tidak bisa mempunyai kasih terhadap sesama kita ataupun berdoa kepada Kristus.

Page 2 of 15