Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 20:11-18

Ringkasan Khotbah

Perpisahan adalah suatu peristiwa yang kurang disukai, karena saat perpisahan akan ada air mata. Terlebih lagi ketika perpisahan ini terjadi kepada orang yang dikasihi. Begitupun Maria saat kehilangan Tuhan Yesus. Bagaimana Maria Magdalena mengasihi Yesus:
1. Pagi-pagi datang ke kubur Tuhan Yesus untuk merempah-rempahi mayat Tuhan Yesus.
2. Maria meratapi mayat Yesus. Maria begitu sedih melihat mayat Tuhan.
3. Maria memakai ungkapan yang menunjukkan relasi yang intim.
4. Maria berusaha untuk memegang Yesus. Tindakan begitu mengasihinya Maria pada Tuhan.

Ada hal yang menarik dalam Maria berusaha untuk memegang Yesus. Banyak orang bertanya apakah Maria sudah memegang Yesus atau belum? Merujuk pada American Standard Bible mengatakan “stop clinging to me”, artinya Maria sudah memegang Tuhan Yesus.

Ungkapan Tuhan Yesus dalam Yoh. 20:17 lebih menekankan relasi yang kekal daripada kasih yang hanya sentimental sebab perasaan yang besar tidak identik dengan cinta yang besar.
4 bukti relasi yang kekal dilandasi dengan citra yang kekal:
1. Ia menepati janjiNya (Yoh. 16:19) bandingkan dengan Yoh. 20:18. Belajar menepati janji. Tuhan setia dalam baik dalam perkara kecil dan perkara besar.
2. Tinggal bersama (Maria mau menahan Yesus secara fisik) tetapi Yesus lebih menekankan kehadiran yang kekal (Yoh. 16:5-7). Tuhan memberi Roh Kudus sebagai pengganti. Dia tidak terbatas tinggal dengan umatNya. Seberapa besar pergumulanmu kita tidak pernah sendirian, karena Roh Kudus ada dan tinggal didalam kita.
3. Menumbuhkan kebersamaan namun tidak meniadakan perbedaan (Yoh. 20:17). Tuhan tidak meniadakan perbedaan, agar kita boleh saling menerima.
4. Mempercayakan sebuah tugas yang mulia (Yoh20:17). Maria memberitakan berita kebangkitan Tuhan kepada murid-MuridNya walaupun sulit untuk dipercaya oleh orang lain. Cinta Maria melampaui tantangan yang ada.
Seperti Maria, mari tetap setia mencintai Tuhan dan setia melakukan pekerjaan Tuhan seumur hidup kita.
Amin

Ditulis oleh Ibu Sari