Pengkhotbah

Perikop
Matius 5:1-3

Ringkasan Khotbah

Apakah itu paradoks? Sesuatu hal yang seakan-akan bertentangan namun sebenarnya tidak bertentangan. Jika kita melihat Matius 5:1, seperti ada paradoks disana. Bukankah orang miskin tidak punya apa-apa tetapi mengapa bisa ditulis orang miskin empunya Kerajaan Sorga?

Mari kita coba renungkan:
Apa artinya org miskin di hadapan Allah? Apa bedanya orang miskin Kristen dan non-Kristen?
Dulu saya kira orang miskin itu orang saleh yang selalu bilang ga punya apa2 di hadapan Tuhanlah yang punya Kerajaan Sorga.
Tetapi apakah ini benar orang saleh yang mengucapkannya?
Sesungguhnya orang miskin di hadapan Allah adalah orang yang (1) benar-benar tidak memiliki apa-apa. Kalau dibaca lebih lanjut Kitab Matius sampai akhir pasal 5, tuntutannya seperti semakin berat! Muncul penganiayaan (Matius 5:10) dan bahkan berlanjut sampe ke ayat 48 dimana dikatan “kamu harus sempurna”. Miskin itu merasa tidak bisa seperti Tuhan Yesus yang sempurna.
Sesungguhnya adalah (2) hanya debu tanah (lih. Kej. 2:7 Dan 2 Kor. 4:7). Tanpa perlu menyembunyikan diri di hadapan Tuhan, Tuhan sudah tahu keadaan kita. Orang yang miskin di hadapan Allah juga adalah (3) orang-orang yg putus asa terhadap dirinya sendiri. Terkadang kita sadar kita harus mengasihi orang-orang di sekitar tetapi timbul rasa egois. Dan bahkan terkadang frustasi karena ketika berusaha mengasihi selalu berakhir gagal dan jatuh lagi, gagal lagi.

Orang yang miskin di hadapan Allah juga adalah (4) orang-orang yg jauh dari Allah Bapa. Orang miskin mengaku diri di hadapan Allah bahwa mereka membutuhkan belas kasihan Allah. Mari kita coba merenungkan: apakah semakin lama menjadi orang Kristen yang melayani Tuhan, apakah kita masih bisa menyadari kemiskinan kita?

Kembali pada pertanyaan awal. Apa bedanya orang miskin yang percaya kepada Tuhan dengan orang miskin yang tidak percaya? Jawabannya: Anugerah. Anugerah bukan masalah masuk surga saja, tetapi oleh karena anugerah Tuhan juga memulihkan hubungan sehingga kita bisa hidup yang berelasi dekat dengan Tuhan. Walau kita tidak bayar apa-apa, tidak melakukan apa-apa, Tuhan Yesus sudah bayar semua dengan harga yang mahal.

Khotbah pertama dalam pelayanan Yesus: adalah Matius 5:3! Diawali pengakuan akan kemiskinan kita! Kalau kita merasa mampu dan punya sesuatu, dan belum mengaku betapa miskinnya kita, mungkin belum ada anugerah disana.

Mengakulah kemiskinanmu dihadapan Allah, Dia tahu situasi kita dan biarlah karena anugerah Tuhan saja: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ditulis oleh Sdri. Dinda