Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 10:11,14

Ringkasan Khotbah

Domba punya ciri-ciri sebagai binatang yang bersih, ramah (tidak liar), dan seluruh tubuhnya berguna (bulu, daging & susunya). Tetapi domba juga punya ciri lain yaitu berpotensi untuk tersesat sehingga selalu bergantung pada gembalanya. Manusia juga kira-kira mirip dengan domba. Hanya manusia tidaklah bersih seperti domba tetapi dibersihkan oleh Tuhan dari dosa & manusia berpotensi untuk tersesat sehingga manusia membutuhkan Tuhan sebagai Gembala yang selalu menuntun. Dalam bacaan ini kata “Akulah Gembala yang baik” diulang sampai tiga kali untuk menegaskan pada para rabi yahudi pada masa itu bahwa hanya Tuhanlah Gembala yang baik & menegaskan pada para murid-muridnya bahwa Yesuslah Gembala, pengajar, penuntun, perangkul untuk domba-domba-Nya.
Terkadang manusia melihat Tuhan hanya dengan cara pandang manusia saja, sehingga manusia bisa mengatakan Tuhan itu baik saat dalam sukacita tetapi Tuhan tidak baik saat dalam dukacita. Sesungguhnya Tuhan itu selalu baik dalam hidup masing-masing kita.

Daud & Musa pernah menjadi gembala pada masa mudanya & mereka pernah gagal. Sedangkan Tuhan Yesus adalah gembala yang baik & Dia tidak pernah gagal. Gembala yang baik juga menggambarkan kedatangan Yesus sebagai Mesias bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk semua orang yang tersesat.

Ada empat hal terkait Yesus sebagai Gembala yang baik:
1. Ayat 11. Yesus mengorbankan diri-Nya bagi umat-Nya (domba-dombaNya) lewat karya penyaliban. Karena tanpa kematian Kristus kita adalah domba yang tersesat, hamba dosa & tidak mendapat anugrah keselamatan. Roma 8:32 berkata diluar Kristus kita tidak punya jaminan keselamatan.
2. Kebaikan-Nya sempurna & selama-lamanya tidak pernah berubah. Roma 8:35 berkata tidak ada satupun; sakit penyakit, kemiskinan, kesusahan dan lain-lainnya yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Dimasa pandemi ini pun, kita tetap dijaga, dipelihara oleh Tuhan setiap hari. Dalam hidup ini kita punya 1000 alasan untuk bersuukur kepada Tuhan.
3. Ayat 14. Gembala mengenal domba-domba-Nya. Pada masa itu banyak gembala membawa domba mereka ke padang, tetapi gembala yang baik mengenal dombanya & saat domba-domba itu bercampur-baur dengan domba-domba lain, dia dapat memanggil domba kepunyaannya sesuai nama-namanya. Domba-domba itupun mengenal suara gembalanya dan lalu mereka mengikuti dia. Disini bisa dilihat bahwa ada hubungan yang erat dan intim antara Gembala & domba-dombaNya. Bahkan sejak dalam kandungan, Dia sudah mengenal kita.
4. Ayat 4. Domba-dombaNya mengenal Dia. Kita mengenal suara Tuhan melalui Firman Tuhan. Di dunia ini banyak pengajar palsu. Untuk mengetahui mana yang palsu dan asli, perlu mengenal suara Tuhan dan bahkan kita bisa tau teguran & nasihat ya hanya lewat firman Tuhan.

Tuhan telah anugerahkan kehidupan yang sempurna sehingga respon kita seharusnya belajar mengenal Tuhan lebih dalam lagi agar kita tau apa yang Tuhan ingin kita kerjakan selama ada di dunia ini.

Ditulis oleh Sdri. Alentina